<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541</id><updated>2012-01-07T02:49:21.063-08:00</updated><title type='text'>news &amp; opini LILIANTO APRIADI</title><subtitle type='html'>Indonesia Sport Watch</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>129</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4481020155812882037</id><published>2011-12-15T09:47:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T10:09:20.626-08:00</updated><title type='text'>Dr. RD</title><content type='html'>Dr (doktor) adalah jenjang kelas di perguruan tinggi, yakni Strata (S)-3. Di bawahnya ada S-1 dan S-2. Kalau di bidang sepakbola bolehlah diumpamakan S-1 untuk pemain nasional, S-2 meningkat menjadi pelatih klub, sedangkan untuk S-3 adalah pelatih tim nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmad Darmawan, yang biasa disapa RD, pelatih timnas usia 23 yang baru saja membawa Indonesia meraih medali perak di SEA Games XXVI lalu mengundurkan diri dari jabatannya, sudah berada di S-3 atau di tingkat doktor (Dr). Keputusan Dr. RD untuk mundur banyak disayangkan, tapi banyak juga yang menyetujuinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar memang menimbulkan kontroversial, karena ia mundur dianggap telah sukses membawa Garuda Muda. Di lain hal, ia terjepit di antara lilitan PSSI dan pesaingnya (PT. Liga Indonesia). Apalagi PSSI sudah melontarkan pernyataan kalau pemain yang bermain di kompetisi oleh PT. Liga Indonesia (Liga Super Indonesia) tidak boleh bermain di tim nasional. Ia merasa  terbebani oleh batasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RD akhirnya menjadi simbol kesuksesan tapi juga pemberontakan. Pemberontakan di sini hanya berbeda, ia berharap dengan sikapnya itu bisa menyatukan PSSI dengan PT. Liga Indonesianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah telah terbaca atau belum sikap RD, Ketua Umum PSSI, Johar Arifin Husin, dan Wakilnya, Farid Rahman, yang diundang ke Tokyo sehubungan Piala Dunia Antarklub, ingin juga memohon kepada FIFA untuk memperbolehkan pemain-pemain yang ikut kompetisi di luar kompetisi PSSI (LSI) bisa memperkuat tim nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat pengunduran diri RD memang belum dijawab oleh PSSI, mengingat kontrak antara RD dengan PSSI berakhir bulan depan. Artinya, jika saja Johar bisa meyakinkan FIFA agar mengizinkan pemain-pemain dari mana pun bisa membela timnas, maka peluang kontrak jalan terus terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bisa saja keputusan RD sudah bulat, tidak lagi menunggu apa yang akan dijawab oleh PSSI terhadap suratnya. Di sinilah sikap RD diuji kembali. Rasanya hal itu akan mudah diatasi mengingat ia sudah meraih tingkatan doktor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4481020155812882037?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4481020155812882037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4481020155812882037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4481020155812882037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4481020155812882037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2011/12/dr-rd.html' title='Dr. RD'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3773951564661065731</id><published>2011-04-14T07:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T07:31:51.530-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Berharga Agum di KSN</title><content type='html'>Ditunjuknya Agum Gumelar sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI disambut gembira banyak pihak. Kepemimpinan Agum sudah diuji di berbagai tempat, baik itu di lingkungan PSSI maupun olahraga Indonesia pada umumnya. Ia pernah menjadi Ketua Umum PSSI dan juga Ketua Umum KONI Pusat. Terkahir jabatannya adalah Ketua Kongres Sepakbola Nasional (KSN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk jabatan di luar olahraga, dari tingkat Menteri sampai Gubernur Lemhanas, ia pernah duduki. Ia pun sempat menjadi Calon Wakil Presiden bersama pasangannya, Hamzah Haz, dalam Pemilihan Umum 2004. Kemudian ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk jabatan di luar olahraga, dari tingkat Menteri sampai Gubernur Lemhanas, ia pernah duduki. Ia pun sempat menjadi Calon Wakil Presiden bersama pasangannya, Hamzah Haz, dalam Pemilihan Umum 2004. Kemudian ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di balik pengalaman-pengalaman itu tetap saja ada kegundahan kepada kepemimpinan Agum ini. Hal ini muncul kalau kita membuka lembaran-lembaran sejarah yang terjadi dalam KSN yang berlangsung di Malang, 30-31 Maret 2010. Walau menelorkan pasal-pasal yang mengikat PSSI, seperti strukturisasi dan reformasi organisasi PSSI yang kahirnya menjadi bola panas, tapi kejadian di rapat pleno di sesi terakhir tetap membekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya ketika itu, sebagai pimpinan sidang Agum menjadi bulan-bulanan pengurus PSSI di bawah ketuanya saat itu Nurdin Halid. Satu persatu pengurus PSSI memprotes hasil keputusan KSN yang telah dirumuskan oleh tim perumus yang juga diketuai oleh Agum. Akhirnya, satu keputusan menyangkut perlu dibentuknya Dewan Sepakbola Nasional dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya ketika itu, sebagai pimpinan sidang Agum menjadi bulan-bulanan pengurus PSSI di bawah ketuanya saat itu Nurdin Halid. Satu persatu pengurus PSSI memprotes hasil keputusan KSN yang telah dirumuskan oleh tim perumus yang juga diketuai oleh Agum. Akhirnya, satu keputusan menyangkut perlu dibentuknya Dewan Sepakbola Nasional dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika disebutkan oleh Nurdin bahwa dua wakil PSSI di tim perumus dianggap ditekan dalam sidang-sidang untuk merumuskan kesimpulan KSN. Padahal kenyataannya, sidang-sidang berlangsung mulus, tanpa ada tekanan. Jawaban Agum dalam sidang pleno tidak didengar sama sekali oleh Nurdin cs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KSN pun berkahir dengan beraneka ragam pendapat orang melihatnya. KSN dianggap berakhir dengan kemenangan  berada di tangan PSSI, organisasi yang sebenarnya paling disorot dalam KSN untuk direformasi. Bahkan ada yang bilang KSN gagal mereformasi PSSI, KSN gagal mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelajaran&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berharga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan kepemimpinan di KSN menjadi pelajaran berharga buat Agum. Agum memang sosok yang dikenal demokratis, mengayomi, tapi bukan berarti harus lemah saat dipojokkan oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sekarang rada mirip dengan KSN. Pihak-pihak yang terlibat nanti adalah para anggota PSSI yang ketika KSN dulu bersuara paling lantang menentangnya. Bedanya, para anggota PSSI sekarang ini sudah banyak berseberangan dengan Nurdin. Nurdin dan sekjen PSSI, Nugraha Besoes pun tidak bisa aktif lagi. Tapi, bukan berarti ketegasan Agum tidak diperlukan di sini. Justru faktor ini harus dikedepankan, mengingat adanya pengalaman di KSN dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Agum sekarang ini memang menguntungkan, bisa berdiri di semua pihak. Dalam politik, ia pernah berada di era Soeharto, Gus Dur, Megawati, dan kini sebagai "suami Menteri" era SBY. Dalam sepakbola, dari arena lokal sampai nasional pernah ia urusi, bahkan semua olahraga pernah dikelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kondisi ini bisa juga merugikannya. Ia ingin semua orang senang, padahal bisa saja dalam memutuskan sesuatu ada pihak yang tidak setuju. Dalam era demokrasi hal itu wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal prestasi semasa dia menjabat, baik itu ketika jadi Ketua Umum PSSI dan Ketua Umum KONI, juga tidak ada yang ditoreh tinggi. Tim nasional tidak pernah juara SEA Games. Kontingen kita pun tidak pernah juara umum SEA Games, prestasi yang pernah diraih oleh Indonesia sebelum era Agum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari itu keputusan FIFA dan setujunya Menpora kepada Agum sebagai ketua Komite Normalisasi, menjadi harapan bagi insan sepakbola Indonesia untuk keluar dari kemelut PSSI yang melelahkan ini. Agum punya kelebihan yang paling menonjol, yaitu sebagai orang yang dikenal iklas dalam bekerja keras. Dan saya yakin ia menerima tugas yang maha berat ini karena iklas ingin membenahi sepakbola Indonesia. Orang iklas akan diberkati Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya di KSN, walau ia agak lemah di sidang pleno sehingga butir keputusan Dewan Sepakbola Nasional yang diprotes keras Nurdin cs. dicabut  tapi butir lain tentang restrukturisasi dan refromasi organisasi PSSI lolos  tanpa ditentang Nurdin cs. Padahal pasal inilah yang paling sengit dibicarakan oleh dua wakil PSSI dalam tim perumus. Ternyata pasal ini menjadi bola panas hingga menjatuhkan rejim Nurdin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bekerja, Jendral!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3773951564661065731?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3773951564661065731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3773951564661065731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3773951564661065731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3773951564661065731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2011/04/pelajaran-berharga-agum-di-ksn.html' title='Pelajaran Berharga Agum di KSN'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4326865616250581387</id><published>2010-11-30T02:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T06:25:41.002-08:00</updated><title type='text'>Sukses Asian Games, Sukses Relawan</title><content type='html'>Sebagai negara komunis yang masih besar, baik luas arealnya maupun penduduknya, kehadiran para relawan di Cina  tidak mencerminkan negeri memiliki faham itu. Sukarelawan yang rata-rata berasal dari kalangan pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa seolah mewakili bahwa Cina bukanlah komunis sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang komunis itu penguasa dan pengurus partainya saja. Kami rakyat yang butuh makan, kerja sama dengan orang-orang lain yang bisa memenuhi kebutuhan hidup, sudah lupa dengan cara-cara komunis hidup" ujar Ahuk, tour leader yang membawa saya dan teman-teman lain berjalan-jalan keliling Guangzhou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ekstrim lagi komentar Ayun, supir taksi. "Komunis di sini hanya lips service saja, hanya di omongan. Praktek sehari-hari, ya kapitalis," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja tengok kegiatan-kegiatan yang dilakukan para relawan di Asian Games XVI yang berlangsung 12-27 November itu. Mereka menyebar berbagi tugas. Tak heran kalau jumlah mereka yang diminta panitia sebanyak 500.000 orang langsung terpenuhi, bahkan dalam tahap pendaftaran melebihi jumlah tersebut. Mereka bertugas ada yang di luar arena dan di dalam arena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun kereta api umpamanya, mereka memberikan petunjuk jalan jika ada orang asing yang memerlukan jasa kereta tapi tidak mengerti untuk menggunakannya. Dari membeli karcis, jalur baris untuk masuk, hingga di dalam, terkadang mereka meminta kepada penumpang untuk melayani si tamu ini. Mereka melayani dengan ramah dan terlihat iklas tanpa rasa kesal sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan-jalan mudah sekali kita jumpai mereka, berdiri membawa perangkat Asian Games agar mudah orang mengenalinya. Nah di dalam stadion juga mereka tidak mengenal lelah dan keramahan. Ketika acara penutupan, adegan per adegan mereka peragakan agar penonton dapat melakukannya dan mendukung kemeriahaan acara. Mereka melakukan dengan senyum sumringah sepanjang acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih berkesan adalah ketika kami pulang, dari menuruni tangga tribun, pintu stadion, sampai jalan-jalan menuju bis, mereka tak henti melambaikan tangan dengan mengucapkan terus menerus "Good Bye!"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa partisipasi mereka tanpa lelah dan dengan senyum khasnya. Mereka masih muda, seolah menggambarkan masa depan Cina adalah mereka. Mereka bekerja tanpa diberi honor, cukup dengan makan yang bon-bonnya akan ditukar kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu jenis makan yang dilahapnya? Tidak macam-macam, misalnya makanan khas Amerika yang bertebaran di sana 24 jam, McD umpamanya. Cheri yang menjadi pemandu Menpora Andi Mallarangeng, makannya cukup dengan bubur. Jika kami makan bersama di restoran, mereka juga tidak aji mumpung tapi makan seadanya dan setelah itu menunggu di kursi lain sambil menanti tugas berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan relawan juga menjadi pemandangan masyarakat di sana. Jika naik kereta kebetulan orang asing berdiri, tidak segan-segan anak-anak muda menawarkan tempat duduk. Mereka pun sering aktif bertanya kepada si asing. Salah satu tujuan mereka adalah memperdalam  bahasa Inggrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang satu-satunya kekurangan yang ada dalam lingkungan Guangzhou itu adalah komunikasi dalam bahasa internasional. Sedikit sekali orang-orang di sana yang mengerti bahasa Inggris bahkan huruf latin. Keadaan ini mirip dengan Jepang tahun 1980-an, namun berkat kemauan kerasnya, kondisi Jepang telah berubah jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin Cina begitu pula. Anak-anak muda di sana sudah mudah bergaul dengan orang asing dan menggunakan bahasa Inggris walau terpatah-patah. Keinginan keras itu menjadi ciri khas para relawan di sana, walau dengan perasaan yang tak karuan melihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Cina di gelanggang-gelanggang olagraga Asian Games XVI, sukses pula penyelenggaraannya dengan tulang punggung para relawan. Tak heran begitu hajatan penutupan usai, para tamu banyak yang menyalami mereka dengan mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan relawan di Indonesia? Kita juga bangga dengan mereka yang bekerja di daerah-daerah bencana meletusnya Gunung Merapi, Mentawai, dan banyak lagi. Tapi, kalau di lingkungan olahraga, justru belum muncul semangat-semangat relawan bencana tersebut. Pembicaraan tentang relawan ini patut dikedepankan mengingat tahun depan kita akan menjadi tuan rumah SEA Games di Jakarta dan Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya contoh terakhir tentang relawan pada kejuaraan sepakbola se Asia tahun 2007. Di lapangan sukses dengan munculnya juara baru, negeri yang masih porak poranda, Irak. Tapi, di luar lapangan PSSI masih meninggalkan utang termasuk dengan honor para relawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah para relawan itu tanpa honor? Cukup makan saja? Masih menjadi pertanyaan besar, walau kita sudah diberikan contoh di depan mata oleh relawan-relawan bencana Merapi di mana mereka mampu menerobos tanpa pamrih daerah-daerah panas untuk menolong nyawa korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana dan olahraga sangatlah berbeda. Di dalam bencana nilai kemanusiaannya begitu tinggi, sementara di olahraga yang muncul adalah hiburan terhadap prestasi si atlet. Di balik hiburan muncul dana yang cukup besar. Barangkali hal ini yang membuat tenaga sukarelawan tidak gratis dalam ikut menyukseskan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;event&lt;/span&gt; olahrga. Bisa saja ada dalih: "Demonstrasi saja dibayar. Jadi kenapa relawan SEA Games tidak dibayar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh memang dimulai dari atas kepanitiaan. Setelah itu bisa ditiru oleh bawahan dan mungkin para relawan. Misalnya, mereka panitia juga tidak dibayar, atau kalau dibayar dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Semua itu dilakukan dengan transparan, dan adil merata. Barangkali dengan sikap-sikap seperti ini, banyak yang ingin menjadi v&lt;span style="font-style:italic;"&gt;olunteer&lt;/span&gt; SEA Games 2011 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun bukan waktu panjang. Mulailah berkampanye perlunya relawan dalam ikut menyukseskan peristiwa olahraga, dan Asian Games XVI Guangzhou telah memberikan contoh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4326865616250581387?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4326865616250581387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4326865616250581387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4326865616250581387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4326865616250581387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2010/11/sukses-asian-games-sukses-sukarelawan.html' title='Sukses Asian Games, Sukses Relawan'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6423296312143162601</id><published>2010-01-21T04:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T04:43:55.609-08:00</updated><title type='text'>PAL Gagal</title><content type='html'>Kalau saja dulu harapan Menegpora lama Adhyaksa Dault yang menginginkan agar Indonesia di SEA Games Laos 2009 diwakili oleh atlet-atlet yang tergabung dalam Program Atlet Andalan (PAL), maka posisi tiga besar gagal tercapai. Dari 43 medali emas yang diperoleh Indonesia, hanya 27 yang dicapai oleh atlet-atlet PAL. Artinya, dengan 27 emas kita berada di posisi ke-8 atau di bawah Laos yang menyabet 33 emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu harapan besar kepada PAL diagungkan oleh Adhyaksa sebagai proyek masa depan olahraga Indonesia. Peran KONI yang mengedepankan sistem Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) tidak diprioritaskan. Bahkan suara-suara menyingkirkan KONI begitu besar. Dasarnya, kan yang berperan ke arena Olimpiade adalah KOI (Komite Olimpiade Indonesia). PAL yang menyediakan atlet, sementara KOI secara administrasi yang mengirim kontingen. Kenapa harus ada KONI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target pun dilambungkan PAL, tiga besar dengan 49 medali emas. Untunglah usaha KONI dan beberapa pengamat senior yang masih mengehendaki pembinaan prestasi tetap di bawah KONI Pusat tidak kenal lelah. Polemik yang berkembang ke arah pengkotakan pun terjadi. Pengkotakan bukan hanya pada para atlet maupun ofisial, bahkan juga terjadi di kalangan wartawan. Ada wartawan PAL, ada pula wartawan KONI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat ”konflik” pembinaan muncul dan di tengah penungguan Adhyaksa sebagai Menegpora lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru memilih Andi Alifian Mallarangeng sebagai Menegpora baru. Tokoh olahraga nomor satu ini memang sama-sama berkumis, tapi kebijakan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama mantan juru bicara Presiden itu tepat sekali, mengembalikan peran pembinaan olahraga di Tanah Air di tangan KONI. Maka mau tidak mau peran organisasi pimpinan Rita Subowo itu yang memegang kendali pengiriman atlet ke SEA Games XXV di Laos. Pemerintah sendiri berdiri di belakang, sebagai pengawas yang tentu menuntut akuntabilitas KONI. Tidak lagi seperti era Adhyaksa, ya wasit ya juga pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal, tampak Rita tidak ingin konflik. Pelatnas Terpadu yang tetap berjalan justru membawa konsep-konsep segar dengan mengajak pemerintah daerah maupun PB-PB untuk membantu pengiriman atlet ke SEA Games. Jadilah kontingen Indonesia ke Laos itu bermaterikan atlet-atlet PAL dan Pelatnas dengan komando berada di tangan KONI/KOI. Hasilnya, walau masih kurang memuaskan tapi target tiga besar tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ini memang berkat semua pihak, tapi kalau dirinci dari target masing-masing kubu, justru PAL yang banyak gagalnya. Dari 49 emas yang diharapkan, cuma 27 emas yang tercapai. Sementara itu, KONI menargetkan 50 emas diraih oleh kontingen Indonesia. Bisa dibayangkan kalau keinginan awal dilakukan tanpa melibatkan Pelatnas Terpadu, kontingen kita yang bermaterikan seluruh atlet PAL akan berada di bawah Laos yang menduduki posisi ke-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah hal itu tidak terjadi, namun eforia dua kubu terjadi juga di Laos. Kontingen Indonesia mempunyai dua posko. Belum lagi dalam pemberitaan-pemberitaan, keberhasilan satu atlet PAL umpamanya dibesar-besarkan asal prosesnya. Padahal perlu diingat keberhasilan Suryo Agung Wibowo misalnya bukan hanya karena binaan PAL sekarang ini, tapi peran PASI dan klub asalnya sangat besar. Dan itu terjadi jauh sebelum PAL berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berdayakan PB-PB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PAL atau apapun namanya tetap saja merupakan program-program instan yang mempunyai batas waktu kerja. Sumber pembinaan yang stabil tetap berada di induk-induk organisasi olahraga (PB/PP). Maka, ketimbang mengambil peran PB ke PAL, kenapa tidak PB/PP saja diberdayakan secara maksimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap PB/PP ada bidang pembinaan prestasi yang biasanya ditempati oleh orang-orang yang berkompeten. Isi saja ilmu para pengurus bidang ini dengan sport science, sport intelegent, dan banyak ilmu lagi dengan tentu pengawasan yang ketat. Siapa yang mengawasi, ya KONI yang merupakan induk dari PB/PP. Output pengawasan KONI ini akan diawasi pula secara ketat oleh kantor Menegpora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hirarki organisasi semacam ini sudah lama ada dan sangat sederhana untuk dilakukan. Kenapa harus dibentuk pula PAL yang awalnya diharapkan berdasarkan surat keputusan Presiden, layaknya KONI? Struktur organisasi olahraga nasional menjadi semakin gemuk, padahal dana yang tersedia di pemerintah sangat kurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau oknum-oknum KONI yang kurang becus bekerjanya, bukan organisasinya dihapus tapi perbaiki sumber daya manusianya. Banyak pengurus di PAL juga jadi pengurus di PB. Ini pun mesti dipertanyakan. Kenapa untuk PAL mau bekerja keras sedangkan untuk PB setengah-setengah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa lihat cabang-cabang yang berprestasi di SEA Games lalu merupakan cermin kesuksesan kinerja di PB, seperti PASI (atletik), PABBSI (Angkat Besi), Perpani (panahan), dan beberapa lagi. Sementara PB yang kurang bagus terlihat pula, seperti PSSI (sepakbola), PTMSI (tenis meja), dan beberapa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus kinerja di PB maksudnya adalah dengan banyaknya kompetisi dengan tidak meninggalkan patokan usia maupun uji coba bagi para atlet. Sepakbola, kompetisinya memang bagus tapi hanya dari segi kuantitas. Kualitasnya remuk, juga pembinaan usia dininya kurang. Dana triliunan rupiah yang tersedot tidak terfokus untuk pembinaan tapi lebih banyak dihabiskan untuk yang lain. Tenis meja lebih parah lagi, kompetisi kurang, uji coba atlet tidak ada, pembinaan usia dini melorot. Padahal dana di cabang ini tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaksimalkan peran PB/PP juga artinya dengan meningkatkan pendanaan untuk PB/PP. Selama ini memang sudah ada dana pembinaan ke mereka, tapi masih sangat kecil kalau berharap peran mereka lebih besar lagi. Caranya adalah dengan memangkas dana-dana pembinaan untuk KONI yang perannya sudah diambil oleh PB/PP. Pelatnas atau PAL atau apalah namanya sifatnya hanya untuk kordinasi saja guna menghadapi pesta-pesta olahraga sebelum didaftarkan ke KOI, bukan merupakan wadah program pembinaan prestasi, apalagi menjadi program andalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6423296312143162601?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6423296312143162601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6423296312143162601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6423296312143162601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6423296312143162601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2010/01/pal-gagal.html' title='PAL Gagal'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3446110052802551272</id><published>2009-12-08T07:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T07:20:34.469-08:00</updated><title type='text'>PSSI Pusing Siapkan Tim untuk SEA Games 2011</title><content type='html'>Setelah gagal di SEA Games 2009, PSSI berbicara soal SEA Games 2011. Berikut dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang kurang memuaskan di ajang SEA Games XXV Laos membuat induk ogranisasi sepak bola Tanah Air, PSSI, harus memutar otak agar bisa menciptakan sebuah tim yang perkasa di ajang SEA Games XXVI mendatang di Indonesia. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, pihaknya dibuat pusing oleh prestasi sepak bola Indonesia di arena SEA Games Laos ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, kekalahan 0-2 dari tuan rumah Laos diakuinya merupakan sejarah buruk baru bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air. Hasil ini pula yang membuat posisi timnas sangat kritis, karena terancam tersingkir di babak penyisihan Grup B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kekalahan dari Laos merupakan sebuah tamparan yang menyakitkan bagi kita semua pecinta sepak bola di Tanah Air," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Selasa (8/12/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, tidak ada sejarahnya Laos bisa mengalahkan kesebelasan Indonesia baik itu tingkat kelompok umur, yunior maupun senior. Tetapi di ajang SEA Games ini, Laos menciptakan sejarah sepak bola dengan mengalahkan Indonesia, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil tersebut, Nugraha pesimistis kesebelasan Indonesia bisa melenggang ke babak semifinal di Laos tersebut. Menurutnya susah mengalahkan Myanmar, sementara itu Singapura dan Laos pun akan bermain aman untuk tidak ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Singapura dan Laos bermain aman artinya bermain imbang, pupus sudah peluang Indonesia. Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah kita yang sangat berat, karena harus menyiapkan sebuah tim untuk di SEA Games mendatang di mana Indonesia menjadi tuan rumah," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada SEA Games 2011, Indonesia akan menjadi tuan rumah. Jika prestasi sepak bola seperti saat di SEA Games Laos ini, maka hancur sudah kepercayaan masyarakat terhadap pengurus PSSI. Menurut Nugraha hal ini tidak perlu terjadi jika PSSI melakukan persiapan dengan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak cukup empat bula menyiapkan sebuah tim untuk tampil di SEA Games, minimal satu tahun untuk menyiapkan sebuah tim di SEA Games Indonesia nanti," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nugraha, inilah yang akan membuat PSSI pusing untuk menyiapkan sebuah tim yang bisa menjadi tim finalis pada SEA Games 2011. Karena itu, PSSI akan berjuang semaksimal mungkin untuk menciptakan sebuah tim dengan prestasi yang membanggakan di ajang SEA Games, apalagi saat itu era kepengurusan yang sekarang akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentunya kami ingin meninggalkan kesan dengan mempersembahkan sebuah prestasi," urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang kita tak pernah kalah dari Laos sebelumnya? Tercatat dua kali timnas kalah dari negeri kecil itu, meski memang di tingkat junior. Artinya, kita sudah lama kritis. Hmm, rekayasa situasi kritis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3446110052802551272?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3446110052802551272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3446110052802551272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3446110052802551272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3446110052802551272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/12/pssi-pusing-siapkan-tim-untuk-sea-games.html' title='PSSI Pusing Siapkan Tim untuk SEA Games 2011'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4216440755577203079</id><published>2009-12-05T05:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T05:38:12.528-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Tahan Singapura 2-2</title><content type='html'>Berita dari SEA Games Laos dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timnas sepak bola U-23 Indonesia berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Singapura di laga perdana grup B SEA Games XXV 2009 Laos, Sabtu (5/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain di Stadion Utama National Sport Complex, Vientiane, Laos, Indonesia bermain kurang tenang khususnya di lini tengah dan belakang. Bahkan kiper Franky Irawan juga terlihat kurang tenang setiap mengamankan gawangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di menit keenam, striker Singapura Muhammad Safuwan menyambar bola tinggi dengan tandukan yang tidak mampu dijangkau Franky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura terus menekan pertahanan Indonesia. Dari satu tendangan bebas dari luar kotak penalti, Mohammad Saiful bin Esah Nain kembali menjinakkan Franky di menit ke-23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tendangan "pisang" kaki kiri Saiful sukses membidik tiang jauh gawang Indonesia, saat Franky sudah mati langkah untuk menggapai bola tersebut. 2-0 untuk Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia mulai bangkit setelah gol Stevie Bonsapia yang mendapat umpan silang dari Sultan Samma yang menusuk dari sayap kiri dengan terlebih dulu melewati dua pemain belakang Singapura di menit 42. Gol itu menjadi pelecut permainan Indonesia, meski sampai jeda kedudukan tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada babak kedua, Indonesia tampil dominan. Beberapa kali permainan cepat Boaz Salossa dan Engel Bert membuat kalang kabut pertahanan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Rendy pada menit ke-64, memaksimalkan tendangan sudut yang dilakukan Tony Sucipto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Indonesia Andi Darussalam Tabusalla dikutip dari Humas PSSI menyatakan, seharusnya Indonesia bisa memenangkan pertandingan, bila pada babak kedua, para pemain tampil lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada sekitar empat peluang emas yang gagal menjadi gol. Padahal di babak kedua, Singapura sudah kehabisan tenaga. Sayang, anak-anak kurang tenang. Selain itu, mereka kurang berani bermain cepat dari kaki ke kaki," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia selanjutnya akan menghadapi Laos pada Senin (7/12), di Stadion Chao Anu-vong. Sebelumnya di tempat yang sama, Myanmar  menghadapi Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pada pertandingan lain, tuan rumah Laos juga hanya bisa meraih satu poin. Menghadapi Myanmar, Laos yang mendapat dukungan penuh dari suporternya, bermain imbang 1-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ini membuat Indonesia dan Singapura untuk sementara di puncak klasemen Grup B, sedangkan Laos dan Myanmar membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan Laos, meskipun berpredikat sebagai tuan rumah tidak ada cerita kalau tidak menang. Akur ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4216440755577203079?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4216440755577203079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4216440755577203079' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4216440755577203079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4216440755577203079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/12/indonesia-tahan-singapura-2-2.html' title='Indonesia Tahan Singapura 2-2'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3646642008279991465</id><published>2009-12-03T03:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T03:35:31.466-08:00</updated><title type='text'>DKI Usulkan Pelaksanaan SEA Games 2011 pada Juni-Juli</title><content type='html'>SEA Games Laos belum dibuka secara resmi tapi pembicaraan SEA Games berikutnya sudah ramai karena Indonesia menjadi tuan rumah. Salah satu beritanya di Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI Jakarta, sebagai salah satu tuan rumah SEA Games 2011, mengusulkan agar event ini diselenggarakan pada bulan Juni-Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah mengusulkan ke KONI Pusat untuk pelaksanaan SEA Games 2011 pada bulan Juni-Juli. Kita tinggal menunggu ketetapannya saja dari KONI setelah usulan itu disampaikan," kata Ketua Harian KONI DKI Jakarta Eddi Widodo di Jakarta, Kamis (3/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, usulan ini dengan mempertimbangkan cuaca yang baik di bulan Juni-Juli itu dibandingkan dilaksanakan pada Desember, seperti pada SEA Games XXV di Laos yang akan berlangsung 2 Desember nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertimbangan lainnya pada saat itu bersamaan dengan HUT DKI Jakarta dan hari libur sekolah," ungkapnya seraya menambahkan, DKI mengusulkan pada 22 Juni hingga awal Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI akan menjadi tuan rumah 12 cabang olahraga SEA Games 2011. Tidak tertutup ditambah dua cabang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemungkinan jumlah cabang olahraga yang digelar di DKI ditambah dengan wushu dan karate. Pengurus besar kedua cabang ini meminta untuk dilaksanakan di DKI Jakarta. Kami siap menggelarnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 12 cabang olahraga yang dipersiapkan DKI adalah anggar, balap sepeda, bola basket, bulu tangkis, futsal, judo, kempo, layar, pencak silat, tenis, sepak bola, dan tenis meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain DKI, Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat merupakan daerah yang akan melaksanakan multievent ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum 2011, kita fokuskan dulu perhatian ke Laos sampai pertengahan Desember ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3646642008279991465?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3646642008279991465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3646642008279991465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3646642008279991465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3646642008279991465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/12/dki-usulkan-pelaksanaan-sea-games-2011.html' title='DKI Usulkan Pelaksanaan SEA Games 2011 pada Juni-Juli'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6763808454416277323</id><published>2009-11-30T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T05:33:54.153-08:00</updated><title type='text'>Akses Jauh, Jalak Harupat tak Digunakan di SEA Games</title><content type='html'>Soal sarana olahraga dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Olahraga Si Jalak Harupat di Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang selama ini menjadi ikon kebanggan daerah, dipastikan tidak digunakan sebagai venue penyelenggaraan SEA Games XXVI tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada cabang olahraga yang digelar di kompleks Si Jalak Harupat, sebagian besar pertandingan SEA Games di Kota Bandung," kata Kabid Humas KONI Jawa Barat, Mursid Widanu Kusumo di sela-sela kunjungan ke KONI Pusat di Jakarta, Senin (30/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan tidak masuknya kawasan Si Jalak Harupat Soreang itu menjadi venue SEA Games, karena aksesnya yang jauh dan tidak ada hotel bintang di kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kawasan Si Jalak Harupat yang saat ini telah berdiri stadion megah juga tengah dibangun beberapa fasilitas pertandingan beberapa cabang olahraga untuk menjadi tuan rumah Porda XI/ 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masuknya ikon Kabupaten Bandung itu menjadi sarana pertandingan SEA Games XXVI/2011 mendatang itu merupakan pukulan bagi daerah itu. Karena, Stadion Si Jalak Harupat selama ini sering dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Barat menjadi tuan rumah bersama SEA Games XXVI/ 2011, di samping Jateng dan DKI Jakarta. Jabar sendiri rencananya akan menjadi tuan rumah untuk 11 cabang olahraga  yakni cabang balap sepeda, renang, softball/ bisball, dayung, catur, taekwondo, karate, bowling, dayung, dansa, voli indoor dan voli pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar cabor digelar di Kota Bandung, termasuk di SOR Arcamanik yang akan segera dibangun. Sedangkan beberapa cabang digelar di luar Bandung yakni balap sepeda di Kota Cimahi dan Bandung Barat dan dayung di Danau Cipule Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat penyelenggaraan pertandingan di Kota Bandung antara lain catur di Hotel Homan, dansa di Sabuga ITB, softball/ bisbol di Arcamanik, karate di Gymnasius UPI, Taekwondo di Sport Hall UPI dan renang di UPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, H Amung Ma’mun menyebutkan Pemprov Jabar mendukung penuh Jabar menjadi tuan rumah SEA Games XXVI, selain itu Jabar juga mengajukan menjadi tuan rumah PON 2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Persiapan untuk SEA Games tak ada masalah lagi, sebagian besar pertandingan digelar di Bandung. Ini menjadi sejarah dalam olahraga di Indonesia dimana SEA Games digelar di luar Jakarta," kata H Amung Ma’mun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kumaha atuh&lt;/span&gt;? Semestinya ketika merancang pembangunan dahulu sudah dipikirkan rencana ke depan. Tidak dibayangkan tingkat kemacetannya kalau kota Bandung dijadikan salah satu pusat kegiatan SEA Games. Tanpa SEA Games saja sudah macet jika libur, bagaimana nanti? Si Komo bakal marah karena tidak bisa lewat....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6763808454416277323?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6763808454416277323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6763808454416277323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6763808454416277323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6763808454416277323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/akses-jauh-jalak-harupat-tak-digunakan.html' title='Akses Jauh, Jalak Harupat tak Digunakan di SEA Games'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2697460999833898461</id><published>2009-11-23T23:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T06:42:11.977-08:00</updated><title type='text'>Pemain-pemain Bola yang Bunuh Diri</title><content type='html'>Berita dari kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA pelajaran penting di balik kematian kiper Jerman, Robert Enke, beberapa waktu lalu. Popularitas ternyata tak menjamin kebahagiaan. Berbagai persoalan hidup terus saja menghajarnya. Karena tak kuat menanggung beban, dia memilih bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enke bukan satu-satunya tokoh dari kalangan sepak bola yang kehilangan nyawa dengan tragis. Masih banyak nama-nama lain yang melakukan tindakan konyol tersebut. Berikut pelaku-pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Justin Fashanu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada 1998, Justin Fashanu tewas gantung dri. Mantan pemain Manchester City era 1990-an itu nekat melakukannya karena dia tidak kuat dengan anggapan negatif terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tewas, Fashanu dituduh mencabuli anak berumur 17 tahun. Itu dilakukannya usai menenggak minuman keras di apartemennnya. Tuduhan itu makin kuat ketika banyak bermunculan pemberitaan soal Fashanu yang bergabung di komunitas homoseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sergio Lopez Segu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sergio Lopez Segu tewas secara tragis. Pada 4 November 2006, dia menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang berjalan cepat. Nyawanya melayang seketika. Dia tewas di umur 39 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan gelandang Barcelona era 1990-an tersebut nekat melakukannya karena tak kuat menahan cobaan hidupnya. Pemain yang sukses mengantarkan Barcelona menjuarai Piala Winners 1989 itu memang pensiun dini karena cedera lutut. Ini membuatnya depresi berat. Ditambah lagi pernikahannya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paul Vaessen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2001, sepak bola Inggris dihebohkan dengan tewasnya Paul Vaessen, Pemain Arsenal itu bunuh diri di bak mandi dengan cara mengonsumsi heroin hingga over dosis. Sebelumnya dia sempat ditangani oleh psikiatris, tapi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kaier pencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Juventus pada semifinal Piala Winners 1980 itu memang menyedihkan. Di musim pertamanya, dia memesona. Namun, di musim-musim berikutnya dia rentan cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaessen lalu pensiun. Beberaap pekerjaan sempat digeluti. Mulai dari tukang pos hingga buruh bangunan. Sepertinya Vaessen tak bisa menerima kenyataan dan stres. Karena frustrasi, narkoba lalu dijadikan pelarian hingga mengakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asgotino Di Bartolomei&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kematian legenda AS Roma, Agostino di Bartolomei, juga menyedihkan. Pada 30 Mei 1994, dia menembak dirinya tepat di jantung. Diduga, Bartolomei bunuh diri karena depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan penyebab depresi bermacam-macam. Diperkirakan dia tak kuat dengan bebam ekonomi yang mengimpit. Ada juga yang menduga dia tidak siap ketika pensiun dari sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupannya berakhir mengenaskan. Selama aktif sebagai pemain, sepak terjang Bartolomei memang meyakinkan. Dia punya andil besar mengantarkan Roma merebut scudetto pada 1983. Tapi, setelah itu kariernya meredup dan sederet masalah pribadi terus-terusan mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sandor Kocsis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sandor Kocsis adalah striker hebat Barcelona di kurun waktu 1958-1965. Pada 22 Juli 1979, saat berumur 49 tahun, dia meninggal dunia. Sampai saat ini, banyak yang percaya dia tewas karena bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai empat di sebuah rumah sakit. Namun, ada juga yang memberitakan murni kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Kocsis memang menurun drastis. Striker yang punya julukan Golden Head ini menderita kanker perut dab leukimia. Diduga, karena sulit menyembuhkan dua penyakit itu, Kocsis stres lalu bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Juan Gamper&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Juan Gamper adalah aktor penting di balik lahirnya Barcelona. Pria kelahiran Swiss ini juga presiden pertama klub asal Spanyol tersebut. Selama menjadi presiden, Barcelona dibawanya meraih beberapa gelar, di antaranya 11 Championnat de Catalunya dan enam Copa del Rey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamper sangat menyokong nasionalisme Catalan. Akibatnya, pria yang juga pendiri klub asal Swiss, FC Zurich ini pun diusir keuar dari Spanyol. Karena tak kuat dengan perlakuan tersebut, Gamper bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Matthias Sindelar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matthias Sindelar adalah salah satu pemain besar yang pernah dilahirkan Austria di era 1930-an. Tapi perjalanan hidupnya tragis. Kematiannya masih kontroversial. Ada yang bilang bunuh diri, namun ada juga yang menyebut dibunuh secara "halus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 23 Januari 1939, Matthias Sindelar bersama pacarnya, Camilla Castagnola ditemukan tewas di sebuah apartemen di Wina, Austria. Kematiannya diduga akibat keracunan kabon monoksida dari pemanas yang bocor. Dugaan lain, rezim Nazi terlibat karena saat itu Sindelar menolak bermain mewakili Jerman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia belum terdata atau tidak ada ya? Tapi, orang yang bunuh diri belakangan ini bertambah banyak. Apalagi yang melakukannya anak-anak, meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2697460999833898461?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2697460999833898461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2697460999833898461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2697460999833898461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2697460999833898461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/pemain-pemain-bola-yang-bunuh-diri.html' title='Pemain-pemain Bola yang Bunuh Diri'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5015456746334995738</id><published>2009-11-23T04:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T04:59:30.204-08:00</updated><title type='text'>Jawa Timur Siap Juara lagi</title><content type='html'>Kompetisi sepakbola di Tanah Air tambah semarak dengan digelarnya kembali Liga Medco. Berikut berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Timur siap menjadi tim pertama yang menjadi juara Liga Medco dua tahun berturut-turut. Seperti diketahui, setiap tahunnya, Liga Medco selalu memunculkan juara baru. Jawa Timur menjadi juara tahun 2008, menyusul Maluku dan DKI Jakarta yang menjadi juara di tahun 2006 dan 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatim memang menjadi salah satu kandidat kuat juara karena mereka sudah lama dibentuk dan mempersiapkan diri secara serius. Bahkan sebelum turun ke Liga Medco, hampir seluruh pemainnya menjadi pasukan inti timnas Indonesia U-15. Dalam babak penyisihan Grup V Liga Medco 2009 yang berlangsung 25–29 Oktober lalu, Jatim menyapu bersih tiga kemenangan atas Sulawesi Selatan (1-0), Sulawesi Tenggara (9-0), dan Sulawesi Barat (12-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penyerang Jatim Ricky Alvian mencatatkan rekor tersendiri. Ia selalu mencetak gol di setiap pertandingan dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 9 gol. Ricky membuat 1 gol saat melawan Sulsel, 4 gol ke gawang Sulteng, dan 4 gol juga ke gawang Sulbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatim akan bersaing ketat dengan Juara Liga Medco 2006 Maluku dan kuda hitam DI Yogyakarta di pertandingan babak 12 besar yang akan berlangsung di Bangkalan, Madura, 24 – 26 November ini. Selain lebih siap dan matang, dukungan penonton fanatik tuan rumah dapat menjadi keuntungan tersendiri buat Jatim. Pertandingan di Bangkalan ini akan dipantau langsung oleh salah satu anggota pemandu bakat yang mantan pemain nasional, Risdianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan jadwal terjadi di Grup A yang terdiri dari Sumatera Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Jawa Barat. Jadwal semula 26–28 November berubah menjadi 29 November–1 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perubahan jadwal ini berdasarkan kesepakatan tiga tim. Mereka tidak memasalahkan waktu yang mepet hanya sehari untuk datang ke putaran final di Jakarta," kata Manajer Pembinaan Usia Muda BLA PSSI Raymond di Sekretariat PSSI, Senin (23/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, putaran final Liga Medco 2009, rencananya berlangsung di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Semifinal pada 3 Desember dan finalnya sehari kemudian, 4 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus babak final yang memperebutkan Piala Menegpora RI, rencananya bakal disiarkan secara langsung oleh TVRI Pusat dan dihadiri Menegpora RI Andi Mallarangeng, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Pendiri Medco Group/Medco Foundation Arifin Panigoro.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;- Tim-tim peserta babak 12 besar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grup A&lt;/span&gt;–Stadion Serasan Sekate, Musi Banyuasin, 29 November – 1 Desember&lt;br /&gt;Sumatera Selatan&lt;br /&gt;Nanggroe Aceh Darussalam&lt;br /&gt;Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grup B&lt;/span&gt;–Stadion Benteng, Tangerang, 25 – 28 November&lt;br /&gt;Banten&lt;br /&gt;Sumatera Barat&lt;br /&gt;Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grup C&lt;/span&gt;–Stadion Makassar, 25 – 28 November&lt;br /&gt;Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Jawa Tengah&lt;br /&gt;Papua Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grup D&lt;/span&gt;–Stadion Bangkalan, Madura, 24 – 26 November&lt;br /&gt;Jawa Timur&lt;br /&gt;Maluku&lt;br /&gt;DI Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senang membaca berita ini, berarti sepakbola junior semakin diperhatikan. Inilah memang cikal bakal sepakbola yang akan menjadi pemain-pemain masa depan Indonesia. Selamat bertanding dan jangan bikin rusuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5015456746334995738?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5015456746334995738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5015456746334995738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5015456746334995738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5015456746334995738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/jawa-timur-siap-juara-lagi.html' title='Jawa Timur Siap Juara lagi'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8891341045319648662</id><published>2009-11-18T08:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T08:45:31.821-08:00</updated><title type='text'>Bendol Sesali Blunder Ismed</title><content type='html'>Masih ada penyesalan setelah pertandingan. Berikut dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih tim nasional Indonsia, Benny Dolo, menyesali tekel bek Ismed Sofyan kepada seorang pemain Kuwait pada duel lanjutan Prakualifikasi Piala Asia 2011, Rabu (18/11). Selain karena tidak perlu, Indonesia kekurangan darah sehingga musuh bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan itu, Indonesia tampil agresif dan mampu mendesak Kuwait hingga terciptalah gol Budi Sudarsono menjelang akhir babak pertama. Gol Budi semakin mengobarkan semangat juang Indonesia untuk mengejar gol-gol berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, mimpi itu tak pernah kesampaian. Sesaat setelah babak kedua bergulir, Ismed menekel pemain lawan. Bendol heran dengan aksi Ismed. Pasalnya, meski menguasai bola, posisi pergerakan musuh tidak berbahaya. Selain itu, Indonesia sendiri sedang berada di atas angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyesali aksi Ismed. Itu memang tidak perlu karena kita sedang di atas angin. Musuh juga tidak dalam posisi mengancam. Namun, kartu merah Ismed membalik keadaan. Lawan jadi mendapat angin untuk meningkatkan serangan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan," ulas Bendol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlepas dari itu, saya bangga dengan permainan anak-anak. Mereka tampil bersemangat. Padahal, Boaz (Salossa) dan Firman (Utina), kita tahu, tidak berada dalam kondisi fit. Sayang, kami tidak menang. Saya minta maaf kepada Indonesia atas hasil tidak memuaskan ini," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ismed sangat menyesal melihat fatalnya akibat yang ditimbulkan oleh tekelnya. Saking menyesalnya, ia sampai tak punya kalimat selain minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah minta maaf kepada pelatih dan teman-teman. Aku juga minta maaf kepada seluruh Indonesia," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil imbang sebetulnya tidak terlalu mengecewakan mengingat Indonesia bermain dengan sepuluh pemain. Masalahnya, tambahan satu angka membuat Indonesia terancam tidak lolos ke putaran final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Indonesia berada di dasar klasemen babak kualifikasi Grup B dengan tiga poin. Indonesia kalah empat angka dari Australia dan Kuwait di peringkat kedua dan pertama klasemen. Dengan dua laga tersisa, Indonesia tak boleh lagi gagal menuai poin penuh. Hal itu tak mudah karena Indonesia masih harus mengahdapi Oman dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan di akhir tak ada guna. Kuwait tampaknya sudah mengincar Ismed agar disiasati untuk terkena kartu merah. Karena Ismed merupakan kunci kekuatan barisan belakang Indonesia. Sepanjang pertandingan terlihat ia dijahili terus agar ia membalas, dan puncaknya ia harus menerima kartu merah. Dengan keluarnya Ismed, Kuwait menjadi lebih leluasa menguasai permainan. Itulah strategi perang dalam berolahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Italia pernah melakukannya di Piala Dunia 2006 lewat psywar Marco Materrazi kepada pemain kunci Prancis Zinedine Zidane. Zidane terprovokatif terhadap kata-kata Materrazi, akhirnya kita kenal dengan tandukkan Zidane kepada pemain belakang Italia itu. Zidane pun terkena kartu merah, Prancis pun gagal merebut Piala Dunia lagi padahal di dalam permainan sempat mengusai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8891341045319648662?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8891341045319648662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8891341045319648662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8891341045319648662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8891341045319648662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/bendol-sesali-blunder-ismed.html' title='Bendol Sesali Blunder Ismed'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3731473234527329464</id><published>2009-11-16T06:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T06:41:19.762-08:00</updated><title type='text'>Budi Sudarsono Dipanggil Lagi Perkuat Timnas</title><content type='html'>Berita-berita menjelang Indonesia vs Kuwait makin panas. Berikut dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerang yang baru bergabung dengan Persib Bandung pada musim ini, Budi Sudarsono, dipanggil secara mendadak untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional senior di Jakarta. Hal itu dinilai mengganggu latihan kepaduan tim menjelang pertandingan penting dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) melawan Pelita Jaya FC, akhir pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemanggilannya mendadak. Surat dari Badan Tim Nasional baru kami terima pukul 13.30 tadi. Jam 16.00 dia meninggalkan Bandung," kata Sekretaris Persib Yudiana di Stadion Persib Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (16/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Manajer Tim Nasional Chandra Solehan mengatakan, hanya mantan penyerang Sriwijaya FC itulah yang dipanggil menyusul pemain lainnya yang baru pulang dari Kuwait. Budi dipanggil karena kondisi Boaz (Salossa) belum pulih benar. Jadi dia diharapkan bisa berkontribusi terhadap serangan Indonesia, kata Chandra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim nasional Indonesia menelan kekalahan 1-2 (1-0) dalam perta rungan pertama di Kuwait, Sabtu lalu. Pertandingan kedua akan digelar di Jakarta pada 18 November mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkatnya Budi menunaikan tugas negara itu menambah pemain Persib yang absen berlatih dalam hari-hari terakhir menjelang laga melawan Pelita Jaya menjadi tujuh orang . Sebelumnya, Maman Abdurahman, Nova Ariyanto, Eka Ramdhani, dan Hariono berangkat lebih dulu mengikuti pemusatan latihan. Dua pemain tim nasional Thailand, Suchao Nutnum dan Sinthavechai Kosin Hathairattanakool pun pulang kampung sebelum melawan Singapura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Persib Jaya Hartono menganggap banyaknya pemain yang dipanggil tim nasional sangat merugikan. Lebih dari setengah pemain inti Persib tidak latihan. Bagi pemain, memperkuat timnas dapat menaikkan kemampuan individu dan harga mereka. Tapi bagi klub yang perlu membangun kerjasama antarpemain, hal itu mengganggu, kata Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dua pemain asal Thailand, Kosin dan Sunchao rencananya bergabung dengan Tim Persib, pada Kamis (19/11) mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk tim nasional, tak ada kata lain: terus berjuang, raih kemenangan! Buat Persib: berlatih terus donk, jangan melempem melulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3731473234527329464?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3731473234527329464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3731473234527329464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3731473234527329464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3731473234527329464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/budi-sudarsono-dipanggil-lagi-perkuat.html' title='Budi Sudarsono Dipanggil Lagi Perkuat Timnas'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-96728141521430057</id><published>2009-11-12T06:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T06:52:54.966-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Hajar Taiwan 6-0</title><content type='html'>Setelah kalah dua kali, tim nasional U-19 memetik kemenangan besar. Berikut berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia menambah tiga gol di babak kedua dan menghajar Taiwan 6-0 (3-0) pada partai lanjutan kualifikasi Piala Asia di bawah usia 19 tahun (U-19) 2010 Grup F di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/11). Kemenangan ini merupakan poin pertama yang dipetik tim Merah-Putih dalam tiga pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duet striker Syamsir Alam-Alan Martha masing-masing mencetak satu gol lagi di babak kedua pada menit ke-48 dan ke-57, disusul gelandang Feri Fermansyah pada menit ke-67. Di babak pertama, tim asuhan pelatih Cesar Payovich sudah mengantongi tiga gol yang dicetak Alan Martha pada menit ke-6, Syamsir Alam pada menit ke-20, dan bek Ferdiansyah pada menit ke-23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar membutuhkan banyak gol untuk memperbaiki posisi di klasemen, Syamsir Alam dan kawan-kawan terus membombardir Taiwan di babak pertama. Pada tiga menit setelah turun minum, Syamsir menyambut umpan Alan Martha dengan tandukan berbuah gol. Pada sembilan menit kemudian, giliran Martha menjebol gawang kiper Taiwan, Pan Wen-chieh, yang berbuat blunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tendangan Martha sebenarnya telah diblok kiper Pan Wen-chieh, tetapi lepas dan melewati garis gawang. Kiper Taiwan itu tampil buruk dan pada menit ke-67 gawangnya kebobolan lagi oleh gelandang Feri Firmansyah yang melepaskan tembakan melengkung dan melewati kepala Pan Wen-chieh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tiga menit kemudian, Pan Wen-chieh digantikan kiper cadangan, Tsai Chih-hsin. Kemenangan ini sedikit memberikan hiburan setelah Indonesia menelan kekalahan pada dua laga pertama, 0-1 dari Singapura dan 0-7 dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hanya menghidupkan peluang saja, tapi nilai peluangnya kecil. Sebab Australia lawan berikut. Bolehlah sebagai warga Indonesia mendukung, tapi tetap saja menuntut pembinaan yang yahud untuk kompetisi di dalam negeri yang merupakan sumber pemain-pemain nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-96728141521430057?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/96728141521430057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=96728141521430057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/96728141521430057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/96728141521430057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/indonesia-hajar-taiwan-6-0.html' title='Indonesia Hajar Taiwan 6-0'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4313681575318527069</id><published>2009-11-09T01:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T02:05:08.779-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Lawan Jepang, 10 Menit 1 Gol</title><content type='html'>Pertandingannya sempat kita saksikan secara langsung di televisi. Beritanya dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kualitas Timnas Indonsia U-19 benar-benar terlihat saat menghadapi Jepang pada kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (9/11). Indonesia seperti linglung, tak tahu bagaimana memainkan bola. Sampai 70 menit pertama, rata-rata setiap 10 menit Indonesia kemasukan satu gol dan akhirnya kalah 0-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia hanya bisa menendang dan berlari, tanpa visi dan strategi yang meyakinkan. Bahkan, kemampuan dasar seperti mengumpan, mengontrol, dan bergerak tanpa bola pun masih parah. Akibatnya, Indonesia menjadi bulan-bulanan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan telak itu membuat Indonesia akan semakin sulit lolos ke babak berikutnya. Mereka harus menang lawan Hongkong, Taiwan, dan Australia. Yang terakhir itu bakal menjadi lawan berat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan yang dipimpin wasit Kodhim Oda Lazeem dari Iran itu berlangsung dalam tempo sedang dan kurang berimbang. Jepang unggul 3-0 di babak pertama, lewat gol Takagi Toshoyuki menit ke-3, Nagai Ryo menit ke-10, dan Kato Masaru menit ke-40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki babak kedua, Indonesia semakin kehilangan akal. Mereka hanya bisa berlari dan menendang bola, kadang terkesan asal-asalan. Sehingga, tim yang dilatih di Uruguay ini semakin tertekan. Jepang pun dengan mudah menambah empat gol untuk menyempurnakan kemenangan 7-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan pemain Indonesia: Yuwanto Stya Beny (kiper), Yericho Christiantoko, Ferry Firmansyah, Mokhamad Syaifudin, Abdul Rahman Lestaluhu, Yandi Sofyan, Alan Martha, Mochamad Zaenal Haq, Rizki Ahmad Sanjaya, Vava Mario Zagalo, Alfin Ismail Tuasalamoni&lt;br /&gt;Pelatih : Cesar Payovich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan pemain Jepang: Nakamura Hayato (kiper), Tanaka Masaki, Takahasi Shohei, Kikuci Daisuki, Musaka Mitsunari, Oghihara Takahiro, Kato Masaru, Furuta Hiroyuki, Takagi Toshiyoki, Nagai Ryo, Iwata Shuhei&lt;br /&gt;Pelatih: Nuno Keiichiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalah 0-1 dari Singapura, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, merasa puas. Nah, kalau kalah 0-7 dari Jepang? Jangan-jangan merasa sangat puas! Tidak rasional! Bagaimana dengan ambisi semakin besar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022? Alangkah bijaknya kalau kita introspeksi diri untuk mencabut pencalonan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4313681575318527069?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4313681575318527069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4313681575318527069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4313681575318527069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4313681575318527069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/indonesia-lawan-jepang-10-menit-1-gol.html' title='Indonesia Lawan Jepang, 10 Menit 1 Gol'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8849149967687330806</id><published>2009-11-05T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T05:32:00.847-08:00</updated><title type='text'>Dana Dipotong, Atlet Unjuk Rasa</title><content type='html'>Berita olahraga dari daerah ini pantas diperhatikan oleh pemerintah pusat. Sumbernya dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 300 pengurus dan atlet dari berbagai cabang olahraga yang menamakan diri Forum Bersama Masyarakat Olahraga Cianjur, mendatangi Pemkab Cianjur, Kamis.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pasalnya dana KONI Cianjur, yang hingga kini belum kunjung cair dengan alasan yang tidak jelas, membuat nasib ratusan atlet Cianjur, terancam tidak ikut dalam Porda 2010 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjuk rasa dari berbagai cabang olahraga itu mengawali aksi dengan mengendarai berbagai jenis kendaraan dari halaman KONI Cianjur menuju Pemkab Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para olahragawan itu menuntut agar Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh memberikan penjelasan perihal dana bagi atlet yang sejak jauh hari telah mempersipakan diri untuk ikut Porda. "Jangan defisit dijadikan alasan, karena banyak dana yang bisa dipotong dari program-program Bupati yang selama ini tidak jelas. Tidak ikut Porda, yang malu bukan Bupati, tapi masyarakat Cianjur," kata para pengujuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajuan dana KONI ke Pemkab Cianjur, hingga kini belum ada respons. Bahkan tersiar kabar dana yang diajukan sebesar 4,5 milyar rupiah hanya dipenuhi 1 milyar rupiah. "Bahkan dana tersebut kembali dipotong dan hanya muncul nominal kosong di anggaran. Ini menandakan Bupati Cianjur, tidak menghargai jasa atlet yang selama ini membawa harum nama Cianjur," ucap Adi Maryadi, koordiantor aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi yang mendapat pengawalan ketat aparat keamanan itu, tidak dapat menahan keinginan para pengunjuk rasa untuk masuk ke dalam areal kantor Pemkab Cianjur.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Akibatnya, ratusan sepeda motor dan kendaraan roda empat milik pengunjuk rasa, dapat masuk ke pelataran parkir yang berjarak puluhan meter dari Pendopo Kabupaten. "Kami menuntut agar Bupati Cianjur mundur dari jabatannya karena kami sebagai atlet malu memiliki pemimpin yang tidak menghargai prestasi atlet," kata Deni Gawel pengurus cabang olahraga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Usai beberapa saat melakukan orasi, ratusan orang itu kemudian melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD Cianjur, menuntut agar anggaran dan dana KONI Cianjur segera dikucurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cianjur, Cianjur, tidak senikmat berasnya. Perlu turun tangan pemerintah pusat mengetahui kemana larinya dana-dana olahraga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8849149967687330806?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8849149967687330806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8849149967687330806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8849149967687330806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8849149967687330806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/11/dana-dipotong-atlet-unjuk-rasa.html' title='Dana Dipotong, Atlet Unjuk Rasa'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3256767185002074592</id><published>2009-10-13T06:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T06:43:40.671-07:00</updated><title type='text'>Transit Adhyaksa</title><content type='html'>Kalau benar Adhyaksa Dault tergusur dari jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu II, itu berarti sesuai dengan dugaan banyak orang. Prestasinya kurang menonjol, bahkan mengesankan sebagai tokoh pencipta konflik. Dilepasnya kursi anggota DPR dan hanya menginginkan menjadi pengajar, memberikan makna lain bahwa sebenarnya jabatannya sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga hanya sekedar transit. Mampir sebentar, lalu pergi lagi ke suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi anggota DPR sebenarnya masih bisa memberikan sumbangan besar untuk perkembangan olahraga di Tanah Air. Bahkan bisa jadi ia lebih bebas mengawasi stake holder olahraga lain. Tapi, ia melepasnya dan lebih memilih menunggu untuk dipilih kembali jadi menteri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemerintahan periode 2009-2014. Padahal jika saja ia  tetap menuruti 82.873 suara pemilihnya di daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu (ia mewakili partai PKS), ia bisa saja dipilih lagi menjadi menteri. Ia bisa mundur saat namanya diminati lagi oleh SBY. Tapi, memang dengan catatan sebelum pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober dia harus mundur dulu dari jabatannya sebagai menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi dosen, sah-sah saja, apalagi ia mumpuni dengan strata pendidikannya sampai tingkat doktor. S-3 nya diperoleh di Institut Pertanian Bogor dengan mengambil bidang Teknik Kelautan. S-2 nya di FISIP UI, sementara S-1 nya diselesaikan di Fakultas Hukum Trisakti. Dengan melihat latar belakang tersebut besar kemungkinan bidang pengajarannya adalah teknik kelautan. Artinya ia akan kembali jauh dari bidang olahraga seperti ketika ia sebelum menjadi menteri pada 2004 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti juga menjadi dosen tidak bisa berkiprah di lingkup olahraga. Banyak pengurus organisasi olahraga di Tanah Air adalah juga pejabat pemerintah, pengusaha, bahkan juga ada yang dosen. Apakah Adhyaksa mau mengurusi olahraga sementara nanti umpamanya menterinya orang lain? Di posisi anggota DPR saja Adhyaksa tidak mau, bagaimana dengan posisi dosen yang suara olahraganya jelas kalah didengar dibanding anggota DPR? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dugaan kuat setelah pensiun jadi menteri dan menjadi dosen, Adhyaksa bakal mengikuti menteri-menteri sebelumnya, langsung jauh dari olahraga. Hanya Hayono Isman yang setelah tidak jadi Menpora masih mau menggeluti dunia olahraga walau dengan mengurusi Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI). Apalagi jauh-jauh hari Adhyaksa sudah mencanangkan bidang pengajarannya, yaitu teknik kelautan dengan tempat mengajar di kampus Universitas Diponegoro Semarang.&lt;br /&gt;     ***&lt;br /&gt;Prestasi kurang menonjol tapi justru yang terlihat dalam kepemimpinannya adalah konflik-konflik di antara kantor yang dipimpinnya dengan insititusi lain, baik itu di lingkungan olahraga maupun di bidang kepemudaan. Terakhir adalah KONI yang berseberangan dengan Program Atlet Andalan (PAL) bikinannya. Di kepemudaan muncul dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan di bidang olahraga terasa menjadi hambar dengan proyek-proyek eksklusivnya yang berpusat ke kantornya. Justru KONI yang meluncurkan ide-ide persatuannya dengan banyak melibatkan daerah-daerah dalam melakukan pemusatan latihan nasional. Mestinya hal ini menjadi milik pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau prestasi yang dibanggakan adalah naiknya peringkat Indonesia di klasemen umum SEA Games dari peringkat ke lima menjadi ke empat, terlalu kecil nilainya. Sebab Indonesia pernah menguasai pesta olahraga Asia Tenggara itu. Begitu pula kalau ia punya target di SEA Games Laos, Indonesia masuk tiga besar lalu pada 2011 ketika menjadi tuan rumah Indonesia akan menjadi juara umum. Akh, itu sih target biasa, tidak menggereget. Apalagi kalau dibandingkan dengan keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghendaki Indonesia menjadi negara maju di segala bidang pada 2025. Penjabaran pada bidang olahraga pada saat itu adalah berprestasi tinggi di Asian Games dan Olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memiliki ”blue print” ke depan inilah menjadi kelemahan lain sang menteri, meski pada periodenya lahir Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. Namun, apalah arti sebuah undang-undang yang di atas kerta bagus tapi dalam implementasinya lemah?&lt;br /&gt;          ***&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sebaiknya kementerian ini pada periode pemerintahan SBY kedua ini? Wacana kalau olahraga diurus ke dalam satu departemen telah muncul. Namun, tampaknya kalau berada dalam satu departemen terlalu, lagi-lagi, sangat terpusat. Padahal olahraga memiliki sifat yang menyebar. Peran daerah sangat dibutuhkan, apalagi dalam era otonomisasi daerah yang sedang berjalan kencang sekarang ini. Oleh sebab itu, kementerian ini tetap kementerian negara tapi terfokus dengan hanya mengurusi olahraga. Jadi nanti bernama Kementerian Negara Olahraga. Siapa pejabatnya? Kalau sudah begini tidak bisa lagi harus mempunyai latar belakang olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang wacana lain, bidang pemuda diganti dengan pariwisata. Tujuannya adalah memadukan olahraga dengan pariwisata. Kejuaraan-kejuaraan olahraga mempunyai tujuan ganda, selain meningkatkan prestasi dan promosi juga memasukkan devisa negara lewat kunjungan turis-turis mancanegara. Sehingga memungkinkan memperbanyak kejuaraan-kejuaraan olahraga di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau SBY tetap menggabungkan olahraga dengan pemuda? Bisa saja, apalagi ada tokoh muda yang disinggung-singgung bakal memegang jabatan ini dan berasal dari partai koalisi, yaitu Lukman Edy dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lukman adalah  menteri termuda (dia Menteri Daerah-Daerah Tertinggal) pada Kabinet Indonesia Bersatu yang mundur karena terpilih sebagai anggota DPR. Prestasi di partainya cukup bagus dan diukir di saat-saat usianya masih muda. Tapi, dia tetap akan meneruskan pejabat-pejabat sebelumnya yang tidak memiliki latar belakang olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, dia akan menjadikan pos ini sebagai area transit? Menangislah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;awak&lt;/span&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3256767185002074592?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3256767185002074592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3256767185002074592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3256767185002074592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3256767185002074592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/10/transit-adhyaksa.html' title='Transit Adhyaksa'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2126118010914835450</id><published>2009-10-13T06:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T06:07:22.399-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Kirim 320 Atlet ke SEA Games Laos</title><content type='html'>Sea Games tinggal dua bulan lagi. Persiapan sudah digelindingkan jauh-jauh hari. Kompas.com memberitakannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum KONI/KOI Pusat Rita Subowo mengatakan, Indonesia berencana akan mengirimkan 320 atlet ke ajang SEA Games di Laos pada Desember mendatang.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Kemungkinan kita akan mengirimkan 320 atlet ke SEA Games di Laos pada Desember nanti. Kita akan menghadapi persaingan yang begitu ketat karena tuan rumah Laos dan Vietnam saja menyertakan 800 atlet," ujar Rita Subowo di Jakarta, Selasa (13/10).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Rita Subowo saat menerima penyerahan bonus atlet sebesar Rp 500 juta dari Pusat Pengelolaan Direksi Gelora Bung Karno (PP GBK) Senayan Jakarta dari Direktur Utama Bambang Prajitno.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Rita mengatakan, dengan gambaran jumlah atlet tersebut, Indonesia harus berjuang keras untuk bisa memperbaiki prestasi dan peringkatnya di ajang SEA Games, di mana Indonesia menempati peringkat keempat di SEA Games 2007 di Nakhon Naratchima Thailand. "Kita sedang usahakan terus-menerus agar jumlah atlet yang dikirimkan bisa maksimal baik secara kuantitas maupun kualitas, demikian pula dalam hal pendanaan dari pemerintah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kesejahteraan atlet, Rita juga mengungkap bahwa di luar negeri atlet menerima bantuan dari pemerintah justru pada saat mereka menjelang "pensiun" sebagai atlet seperti pemberian subsidi sebesar 1.500 dollar AS untuk peraih medali emas, 1.000 dollar AS untuk peraih perak, dan 750 dollar AS untuk peraih perunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rita sendiri menyambut gembira pemberian bantuan bonus dari PP GBK yang diserahkan oleh Direktur Utama Bambang Prajitno, kemarin. Menurutnya, hal itu membuktikan perhatian dari pihak pemerintah yang patut disyukuri oleh para atlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus tampil dengan semangat tinggi setiap kali menghadapi ajang event internasional. Yang penting kita harus benar-benar fokus dalam mempersiapkan atlet. Pemberian bantuan dari GBK merupakan kontribusi yang sangat besar bagi atlet yang terpencar di mana-mana," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan untuk atlet sangat penting, tapi tetap yang ditunggu adalah prestasi dengan pengelolaan yang ilmiah menuju prestasi tinggi. Untuk SEA Games Laos, dengan kondisi seperti ini naga-naganya target tiga besar tidak tercapai. Apalagi munculnya keretakan dualisme pembinaan antara Pelatnas KONI dan PAL Menpora. Apalagi tampaknya Adhyaksa Dault tidak terpilih lagi sebagai Menpora dalam kabinet mendatang. Bakal berantakan nih!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2126118010914835450?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2126118010914835450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2126118010914835450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2126118010914835450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2126118010914835450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/10/indonesia-kirim-320-atlet-ke-sea-games.html' title='Indonesia Kirim 320 Atlet ke SEA Games Laos'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3595050718184226901</id><published>2009-10-12T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T07:38:31.460-07:00</updated><title type='text'>Nurdin Halid Terancam Masuk Bui Lagi,                 MASIH MAU TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022?</title><content type='html'>Persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 terus dilakukan oleh PSSI. Mereka sudah membentuk tim dan sudah banyak melakukan lobi, khususnya ke negara-negara Amerika Selatan. Seperti diketahui bersama&lt;br /&gt;Australia, Kanada, Cina, Meksiko, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Rusia, Portugal, Spanyol dan trio Belgia-Belanda-Luksemburg, Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pencalonan itu bisa menjadi mentah sebab sang Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid kini terancam masuk bui lagi. Sekarang ini statusnya memang masih sebagai saksi dugaan kasus suap mantan Deputy Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin akan diperiksa saksi dari tersangka Dhudie Makmum Murod, Udju Juhaeri, Endin AJ Soefihara dan Hamka Yandhu. Kasus ini berawal dari pengakuan mantan anggota fraksi PDI Perjuangan, Agus Condro. Dia mengaku dikumpulkan oleh pimpinan fraksi, tiga minggu menjelang pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom di ruang poksi IX. Agus mengakui peserta rapat internal tersebut adalah para anggota komisi IX DPR RI. Peserta diarahkan untuk memilih Miranda S Goeltom sebagai Deputi Senior BI dengan imbalan Rp 300.000.000 sampai Rp 500.000.000 per anggota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemilihan yang akhirnya dimenangkan Miranda, anggota komisi IX diajak Duddie Makmun ke ruang Emir Moies. Menurut Agus Condro, Emir dan Duddie membagikan kepada masing-masing anggota Komisi IX yang hadir cek perjalanan sebanyak 10 lembar. Satu lembar cek tersebut senilai Rp 50.000.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan data langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dari sumber dana dan orang-orang yang mencairkan cek tersebut. Dari penelusuran PPATK yang datanya diserahkan ke KPK, terdapat sembilan anggota DPR yang mencairkan cek sebanyak 74 lembar. Enam anggota mencairkan lewat kerabat sebanyak 71 lembar dan 26 orang mencairkan lewat orang lain sebanyak 335 lembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saksi bisa saja Nurdin Halid menjadi tersangka. Dan bisa juga ia masuk bui lagi, seperti yang pernah dialaminya. Ketika itu posisi Ketua Umum memang tidak sampai lepas, namun kini dengan tambahan tugas menjadi duta pencalonan Indonesia sebagai calon tuan rumah Piala Dunia 2022, apa mungkin diembannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Duabelas Stadion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi tuan rumah, FIFA mensyaratkan ada satu stadion&lt;br /&gt;berkapasitas di atas 80 ribu tempat duduk untuk final dan 12 &lt;br /&gt;stadion lain berkapasitas minimal 40 ribu tempat duduk. Ini bisa menjadi masalah bagi Indonesia yang biasa membangun stadion-stadion kecil, meski untuk final sudah memiliki Gelora Bung Karno yang bisa menampung 88 ribu penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi pengajuan proposal kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 sudah dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Januari lalu, dan Indonesia sudah memenuhi salah satu syarat FIFA, yakni memiliki stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton untuk pertandingan pembuka dan final. Stadion utama Gelora Bung Karno saat ini dapat menampung 88.000 suporter dan telah digunakan untuk turnamen internasional antara lain final Piala Asia 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang PSSI untuk kejuaraan Piala Dunia," sebut pernyataan PSSI. "Kami masih punya waktu 13 tahun mendatang, jadi mengapa kami tidak memberanikan diri mencalonkan diri sebagai tuan rumah?" kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes seperti dikutip Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun negara di Amerika Latin boleh mengajukan diri sebagai tuan rumah di turnamen itu karena Brasil akan menjadi tuan rumah pada 2014. Negara-negara Afrika juga hanya boleh mendaftar untuk tuan rumah pada 2022, karena Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIFA kemudian akan mengumumkan siapa yang berhak menjadi tuan rumah pada Desember 2010. Jika berhasil, Indonesia akan menjadi tuan rumah kedua di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan bekerja sama menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak Kendala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain pembangunan atau pun renovasi stadion yang memerlukan biaya besar, juga penyediaan sarana transportasi umum yang mudah bagi pendatang serta infrastruktur lain, memerlukan dana yang juga tinggi pula.&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah penting pula adalah menyiapkan kesebelasan Indonesia yang tangguh. Karena jika berlaku sebagai tuan rumah, tim nasional akan lolos otomatis ke Piala Dunia. Dengan melihat prestasi seperti sekarang ini bukan tidak mungkin kesebelasan kita akan menjadi bulan-bulanan tim elit dunia nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau disuruh memilih, lebih baik punya kesebelasan tangguh dulu baru menjadi tuan rumah atau jadi tuan rumah dulu sementara kondisi tim tidak menjadi persoalan, tampaknya tidak salah kalau mengedepankan tim yang tangguh dulu baru memikirkan tuan rumah Piala Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan kondisi ketua umum PSSI sekarang sedang bermasalah. Masih mau tuan rumah Piala Dunia 2022? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukungan dan Mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih tahap awal, dukungan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 sudah ada, khususnya lewat spanduk yang bisa dibaca di tempat-tempat strategis Jakarta. Dukungan itu berasal dari Masyarakat Sepakbola Indonesia (MSBI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca terjadinya tragedi ledakan bom di dua hotel di Jakarta medio Juli ini MSBI juga tetap yakin kalau Indonesia tetap aman dan mampu memenangi bidding tersebut. Mereka juga berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut berperan dalam dukungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PSSI mesti berkoordinasi dengan pemerintah karena Piala Dunia bukan tanggung jawab PSSI semata melainkan tanggung jawab seluruh rakyat yang diwakili pemerintah," kata Sarman El Hakim, Ketua MSBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kalangan pemerintah, baru Wakil Presiden (yang tidak akan berada di pemerintah lagi), Jusuf Kalla, yang baru berkomentar. Dia mendukung pencalonan itu. Sementara itu, dari RI-1, baru Juru Bicara Andi Malarangeng yang berkomentar: ”Pencalonan itu hanya mimpi,”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semestinya kita perlu bercermin dulu. Daripada ke depannya nanti malu-maluin......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3595050718184226901?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3595050718184226901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3595050718184226901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3595050718184226901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3595050718184226901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/10/dprd-kota-kediri-dapat-jatah-tiket.html' title='Nurdin Halid Terancam Masuk Bui Lagi,                 MASIH MAU TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022?'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2881969699258744134</id><published>2009-10-06T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T05:36:01.297-07:00</updated><title type='text'>Hasil Community Shield untuk Korban Gempa</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com menyambut kompetisi Liga Super Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil keuntungan dari penjualan karcis tanda masuk pada pertandingan "Community Shield" antara juara Copa Indonesia, Sriwijaya FC, melawan juara Liga Super 2009, Persipura, akan disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) dengan mencetak 18 ribu tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia Syamsuddin Umar di Makassar, Selasa (6/10), berdasarkan arahan dari PT Liga Indonesia, maka keuntungan hasil penjualan karcis pada pertandingan Rabu (7/10) yang mempertemukan dua tim juara tersebut akan disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mengharapkan masyarakat datang menyaksikan partandingan yang mempertemukan dua tim juara sekaligus beramal untuk meringankan beban korban bencana alam di Sumbar," harap Syamsuddin Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia, ujar Syamsuddin Umar, mencetak 18.000 lembar karcis tanda masuk dengan harga paling tinggi Rp 75 ribu untuk tempat duduk VIP, tribun tertutup Rp 35 ribu, tribun tertutup utara-selatan Rp 20 ribu dan tribun terbuka Rp 15ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesmepatan itu, Syamsuddin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada PSSI yang menetapkan Makassar sebagai tempat pertandingan Community Shield mempertemukan Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Kedua tim yang akan berlaga pada pertandingan itu tiba di Makassar, Selasa (6/10). Persipura tiba dari Yogyakarta setelah menjuarai turnamen Piala Kraton, sementara Sriwijaya FC dari Malang setelah mengikuti serangkaian pertandingan uji coba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi seru-serunya "wong kito galo". Ketua DPR, Marzuki Ali dari Palembang, Ketua MPR Taufik Kiemas juga dari sana. Juara Community Shield versi Indonesia? Masa' Sriwijaya FC?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2881969699258744134?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2881969699258744134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2881969699258744134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2881969699258744134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2881969699258744134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/10/hasil-community-shield-untuk-korban.html' title='Hasil Community Shield untuk Korban Gempa'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7497298373630382021</id><published>2009-09-28T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T07:20:33.415-07:00</updated><title type='text'>Baru Diikuti 11 Pemain, Manajer Timnas Berang</title><content type='html'>Sorotan terhadap pemain nasional kita diungkap dalam berita di Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer timnas sepak bola Indonesia Andi Darussalam Tabusalla sangat prihatin dan berang dengan kondisi Pelatnas Pra-Piala Asia. Hingga Senin (28/9), baru 11 pemain yang hadir di Sawangan Bogor, tempat Pelatnas digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Andi tidak akan memberikan toleransi bagi pemain timnas yang terlambat masuk Pelatnas tahap pertama ini. Pihaknya akan memberikan batas waktu hingga Selasa ini (29/9). Bila pada waktu yang ditentukan ternyata belum bergabung, maka manajemen timnas akan menyerahkan kasus tersebut kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, ungkapnya melalui telepon seluler, Senin (28/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah memanggil 25 pemain untuk menjalani Pelatnas persiapan tim Pra Piala Asia mulai Jumat (25/9) lalu hingga 5 Oktober mendatang sebagai Pelatnas tahap pertama. Namun hingga kini di timnas senior baru 11 pemain saja yang sudah bergabung, selebihnya belum bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok merupakan deadline bagi pemain untuk bergabung ke timnas senior atau junior. Bagi mereka yang tidak datang maka kasus ini akan dilanjutkan ke Komdis (Komisi Disiplin) PSSI," papar Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, tidak akan memberikan toleransi bagi pemain yang sengaja tidak bergabung tanpa alasan yang jelas. Pemain yang menyalahi aturan akan ada hukumannya. Selain itu, klub tempat pemain bernaung pun akan terkena hukuman lantaran tidak mendukung pemainnya masuk Pelatnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Pelatnas perdana pasca-libur bulan puasa ditentukan hari Jumat (25/9), sebagai hari pertama Pelatnas. Namun baru lima pemain yang berkumpul. Mereka adalah Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Syamsul Chaeruddin, M Ilham dan Markus Horison. Kemarin sudah bergabung sekitar 11 pemain. Tambahannya antara lain Musafry, Nova Arianto, Saktiawan Sinaga, Maman Abdurahman, Hariono, dan Eka Ramdani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai keterlambatan pemain hadir di Peltans sesuai rencana memang dikeluhkan Pelatih kepala Timnas PSSI Senior Benny Dollo lantaran para pemain yang dipanggil ke Pelatnas tidak sepenuhnya hadir tepat waktu. Rata-rata mereka tidak datang karena ingin membela klubnya dalam suatu ujicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang dimulainya Liga Super Indonesia pada 11 Oktober mendatang, otomatis Pelatnas hanya memiliki waktu sembilan hari karena pada 6 Oktober, seluruh pemain dikembalikan ke klub untuk menghadapi dimulainya Liga Super Indonesia 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional PSSI Rahim Soekasah mengatakan, berdasarkan kesepakatan dengan klub dan Ketua Umum PSSI, sudah jelas bahwa selama pelatnas pemain tidak boleh memperkuat klub, apapun alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia saat ini menempati urutan ketiga pada klasemen sementara Grup B Pra Piala Asia mengantongi 2 poin. Berikutnya Indonesia akan tandang ke Kuwait pada 14 November, kemudian menjamu lawan yang sama pada 18 November di Jakarta. Selanjutnya, pada 6 Januari akan menerima kedatangan Oman dan tandang ke Australia pada 3 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSI menargetkan timnas senior lolos ke babak utama, dimana tim Merah Putih saat ini menempati di peringkat ke-3 Grup B dengan mengoleksi dua poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan memang, hal ini menyangkut kedisiplinan dan tanggungjawab pemain. Kalau sudah begini apa yang diharapkan dari mereka? Diperlukan sanksi untuk memperbaiki diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7497298373630382021?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7497298373630382021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7497298373630382021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7497298373630382021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7497298373630382021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/baru-diikuti-11-pemain-manajer-timnas.html' title='Baru Diikuti 11 Pemain, Manajer Timnas Berang'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2576470914628511353</id><published>2009-09-24T02:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T02:08:55.728-07:00</updated><title type='text'>Chris John Istirahat Dulu, Desember Naik Ring Lagi</title><content type='html'>Biar terlambat, tapi inilah berita lanjutan soal Chris John dari Kompas.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara dunia tinju kelas bulu WBA Chris John, mengatakan dia akan memulihkan tenaga pasca-pertarungan mempertahankan gelar di Las Vegas Amerika Serikat, melawan Rocky Juarez. Setibanya di Bandara Cengkareng Soekarno Hatta, Selasa (22/9), petinju asal Banjarnegera Jawa Tengah itu diterima oleh Menegpora Adyaksa Dault di ruang VIP Bandara dan langsung mengadakan jumpa pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangan singkatnya, petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut mengatakan bahwa dia ingin istirahat dulu di kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada aktivitas serius yang akan saya lakukan di kampung nanti. Saya ingin istirahat dan memulihkan tenaga serta luka-luka ini," ungkapnya dengan lebam yang terlihat jelas di bagian bawah mata kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak melakukan aktivitas serius selama berada di kampung halamannya itu, Chris John yang ditemani sang istri selama berada di Las Vegas, mengaku akan tetap melakukan latihan ringan. Ini agar kebugaran fisiknya tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjaga kebugaran fisik tetap saya lakukan di sela-sela istirahat nanti," jelas Chris John yang sudah 12 kali mempertahankan gelar yang diraih pada tahun 2003 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan Juarez kali ini, Chris mengakui tenaganya sangat terkuras. Pasalnya, lawan yang berasal dari AS tersebut sangat berambisi mengalahkannya, sehingga Juarez seperti tak pernah kehabisan stamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sepertinya kewalahan dalam pertandingan ini. Dia begitu ambisius mengalahkan saya di pertandingan kedua ini, makanya saya akui saya kewalahan. Hal ini juga lantaran saya kurang memperhatikan instruksi pelatih," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Chris John, Craig Christian, membenarkan keterangan tersebut. Pelatih asal Australia ini juga mengaku sempat kecewa lantaran petinju asuhannya tersebut tak menggubris instruksi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sempat memberi peringatan keras kepada Chris, tetapi akhirnya saya lega karena Chris bisa menjalankan instruksi yang saya berikan sehingga dia bisa terhindar dari pukulan keras Rocky yang sempat menggoyangkan keseimbangannya," paparnya seraya menambahkan, pada Desember nanti dia berencana untuk membawa Chris John naik ring lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai lawan Chris John di pertarungan nanti tidak ada masalah. Yang pasti, saya akan menjadwalkan pertarungan itu di Perth Australia, tempat Chris berlatih," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sido Muncul tetap beri dukungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Utama PT Sido Muncul yang merupakan sponsor Chris John di pertarungan tersebut, Irwan Hidayat mengatakan pihaknya sangat bangga dengan perjuangan Chris John yang tak kenal lelah dalam mempertahankan gelar juara dunianya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemenangan Chris John yang bertanding tepat pada hari Raya Idul Fitri 1430 H merupakan hadiah lebaran bagi masyarakat Indonesia," katanya dihubungi melalui telepon seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwan yang tengah berada di Bali itu mengatakan, dirinya selalu menonton saat Chris bertarung, tetap kali ini tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya takut Chris John kalah. Tetapi untungnya, apa yang saya pikirkan itu tidak menjadi kenyataan, malah Chris bisa menang angkat mutlak," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat, deh. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nex match be better&lt;/span&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2576470914628511353?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2576470914628511353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2576470914628511353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2576470914628511353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2576470914628511353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/chris-john-istirahat-dulu-desember-naik.html' title='Chris John Istirahat Dulu, Desember Naik Ring Lagi'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-45878434338443157</id><published>2009-09-17T04:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T04:15:59.303-07:00</updated><title type='text'>Chris John Tinggal Jalani Latihan Ringan</title><content type='html'>Hari-hari menjelang pertarungan Chris John vs Rocky Juarez. Berikut berita dari Kompas.com.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara dunia kelas bulu WBA Chris John tinggal menjalani latihan ringan menjelang tarung tunda melawan Rocky Juarez di MGM Grand Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Sabtu (19/9) waktu setempat atau Minggu (20/9) waktu di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sisa waktu yang tinggal beberapa hari ini akan dimanfaatkan untuk menjalani latihan ringan dan menjaga berat badan," kata Chris John ketika dihubungi, Kamis (17/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut "The Dragon", berat badannya sudah ideal karena sesuai dengan di kelasnya, yaitu 57,1 kilogram. Kini, dia tinggal menjaganya supaya tidak lebih dari berat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris John akan menjalani timbang badan Jumat (18/9) waktu setempat atau Sabtu (19/9) waktu di Indonesia. Sesuai aturan, timbang badan harus dilakukan 24 jam sebelum naik ring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah siap 100 persen untuk menghadapi Juarez," kata suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertarungan ini, Chris John akan didampingi oleh istrinya. Ini untuk pertama kali Megawati secara langsung menyaksikan pertarungan suaminya, sejak merebut gelar juara dunia kelas bulu dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati bertolak ke Negeri Paman Sam untuk mendampingi suaminya bertarung, Jumat (10/9) dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik untuk negeri ini. Selamat berjuang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-45878434338443157?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/45878434338443157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=45878434338443157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/45878434338443157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/45878434338443157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/chris-john-tinggal-jalani-latihan.html' title='Chris John Tinggal Jalani Latihan Ringan'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4056011680403481122</id><published>2009-09-15T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T08:52:52.530-07:00</updated><title type='text'>Menpora Siap Bubarkan PAL</title><content type='html'>Di ujung jabatannya, Adhyaksa Dault dihadapkan oleh pilihan pahit sehubungan dengan idenya, Program Atlet Andalan (PAL) untuk dibubarkan. Padahal PAL sudah berjalan cukup lama dan menelan biaya tidak sedikit. Berikut berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Atlet Andalan (PAL) siap dibubarkan oleh Menpora Adhyaksa Dault jika hasil pertemuan dengan Mesko Kesra, Menpora dan Ketua KON/KOI Rita Subowo usai Lebaran menghendaki hal itu. Menpora mengatakan hal itu saat berbuka puasa bersama wartawan di Gedung Menpora, Selasa (15/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat untuk membubarkan PAL tersebut konon adanya surat 'teguran' Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mencampuri urusan pembinaan atlet yang seharusnya merupakan wewenang Komite Olahraga Nasional (KON).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika nanti dalam pertemuan kami dengan Menko Kesra dan Ketua Umum KON, ditetapkan PAL dibubarkan, ya kita harus mengikuti hasil pertemuan tersebut," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, Adhyaksa meminta pertanggungjawaban pihak KON jika PAL dibubarkan, Indonesia harus menjadi juara umum di SEA Games 2011 yang akan digelar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan meminta pertanggungjawaban pihak KON jika tidak bisa menjadi juara umum di SEA Games 2011 yang akan digelar di Indonesia, itu konsekuensinya jika PAL nantinya bubar," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus dibubarkan? Menpora harus berjiwa besar untuk menyerahkan PAL kepada KONI dengan dibantu PB-PB. KONI juga dalam hal ini harus menerima dengan tanggung jawab yang maksimal, bekerja keras, dan perlu reformasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal dasar pembentukan PAL adalah UU SKN, perlu diperjelas tanggung jawab pemerintah yang disebutkan di situ. Tanggungjawab di sini berupa penyediaan sarana dan prasarana, sedangkan peningkatan prestasi diserahkan kepada KONI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal-pasal yang ada di undang-undang tersebut memang banyak yang bias. Perlu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;judicial review&lt;/span&gt;?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4056011680403481122?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4056011680403481122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4056011680403481122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4056011680403481122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4056011680403481122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/menpora-siap-bubarkan-pal.html' title='Menpora Siap Bubarkan PAL'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8745638779472714070</id><published>2009-09-13T13:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T17:04:33.544-07:00</updated><title type='text'>Dekat SEA Games, Kejurnas Terancam Tanpa Pemain Pelatnas</title><content type='html'>Berita bulutangkis dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejuaraan nasional bulu tangkis yang berlangsung di Surabaya pada 1-5 Desember 2009 terancam tanpa kehadiran pemain pelatnas utama. Pasalnya, jadwal turnamen itu berdekatan dengan pelaksanaan SEA Games 2009 di Laos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yacob Rusdianto mengatakan, kejurnas tahun ini akan mempertandingkan kategori perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jadwal yang berdekatan dengan SEA Games, pelaksanaan kejurnas juga kemungkinan berbenturan dengan putaran final Master Super Series 2009, yang hingga kini belum diputuskan tempat pertandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PBSI tetap menginginkan seluruh pemain pelatnas bisa tampil di kejurnas, tetapi semuanya masih tergantung kebijakan pelatih pelatnas karena waktunya memang mepet dengan SEA Games," ucapnya, Sabtu (12/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh pemain pelatnas utama Cipayung masuk dalam tim inti yang disiapkan untuk menghadapi multievent Asia Tenggara dua tahunan tersebut. Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Maria Kristin, Firdasari, dan Markis Kido/Hendra Setiawan dipastikan tampil di SEA Games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target sapu bersih medali emas dari KONI, seperti yang diraih pada SEA Games dua tahun sebelumnya, membuat PB PBSI tidak memiliki pilihan lain. Mau tak mau, mereka menurunkan pemain-pemain utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yacob Rusdianto mengaku sangat khawatir jika final Master Super Series jadi digelar karena hal itu sudah pasti akan mengganggu konsentrasi pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai saat ini belum ada negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah final Master Super Series. Tapi kalau final jadi digelar awal Desember, sudah pasti pemain pelatnas tidak bisa berlaga di kejurnas," ujarnya menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejurnas bulu tangkis yang menjadi kalender tahunan PB PBSI merupakan salah satu ajang evaluasi bagi seluruh pebulu tangkis daerah untuk perbaikan peringkat nasional dan promosi degradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan kejurnas sebelumnya, hampir seluruh pemain pelatnas utama dan pratama tampil dengan membawa bendera daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pemain pelatnas tidak turun, kejurnas sudah pasti hambar dan tidak ubahnya seperti sirkuit nasional atau kejuaraan-kejuaraan lain," kata Humas Pengprov PBSI Jatim Budi Haryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang salah jadwal Kejurnas atau SEA Games? Semestinya jadwal satu disesuaikan dengan jadwal lain. Atau boleh saja kalau ingin memakai suatu sistem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8745638779472714070?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8745638779472714070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8745638779472714070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8745638779472714070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8745638779472714070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/dekat-sea-games-kejurnas-terancam-tanpa.html' title='Dekat SEA Games, Kejurnas Terancam Tanpa Pemain Pelatnas'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2129746779459632172</id><published>2009-09-11T07:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T07:11:55.560-07:00</updated><title type='text'>Polisi Usut Dugan Korupsi di KONI Sulteng</title><content type='html'>Berita olahraga kali ini membuat kita miris dan sudah lama kita perkirakan bisa menyerang suatu lembaga olahraga. Berikut kutipannya dari Kompas.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Pol Drs Suparni Parto MM, menyatakan pihaknya berhati-hati dalam mengusut kasus dugaan korupsi dana Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) setempat, karena menghargai asas praduga tak bersalah terhadap seseorang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Pihak kami tidak mau gegabah dalam menangani kasus ini, apalagi jika menyangkut (perlindungan nama baik) sejumlah pejabat di daerah," kata dia kepada sejumlah wartawan di Palu, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolda Suparni, dalam mengusut kasus di KONI Sulteng, pihaknya tidak ada keinginan untuk menjadikan nama baik seseorang menjadi tercemar. "Kasihan yang bersangkutan. Terlebih jika belum ditetapkan sebagai tersangka (lantas sudah diberitakan oleh media massa seolah-olah yang bersangkutan terlibat dan bersalah)," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda Suparni mengakui kalau dalam pengusutan kasus tersebut, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Harian KONI Sulteng, Sahabuddin Mustapa, yang diagendakan penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polda Sulteng untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada Kamis pekan ini (10/9) terkait penyelidikan kasus tersebut, tidak berkesempatan hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh wartawan di Mapolda Sulteng menyebutkan, ketidakhadiran Sahabuddin dikarenakan yang bersangkutan masih diliputi dengan kesibukannya yang kebetulan juga menjabat sebagai Rektor Universitas Tadulako Palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidik Polda Sulteng sendiri masih terus mendalami dugaan korupsi di tubuh KONI Sulteng yang mendapatkan kucuran dana dari APBD 2008 sebesar Rp16 miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dana yang diperoleh KONI Sulteng itu dialokasikan ke dalam tujuh mata anggaran, di antaranya untuk pos pengiriman atlet dan official PON ke XVII/2008, pos pelatihan PON, pos Pra PON PELTI, pos pekan olah raga pencandang cacat nasional (Porcanas), pos pekan olah raga BIMP-EAGA di Brunei Darussalam, serta beberapa pos lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebelumnya, seorang perwira polisi setempat mengatakan penyelidikan terhadap kasus ini tidak hanya fokus pada satu mata anggaran, namun secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, pihak penyidik setempat sudah memeriksa lebih 10 orang saksi terkait penggunaan dana KONI Sulteng, di antaranya bendahara umum KONI setempat dan panitia pelaksana PON 2008, namun belum diketahui seberapa besar kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kasus serupa bisa dijumpai bukan hanya di KONI Sulteng, tapi juga daerah lain, juga institusi olahraga yang lain, klub-klub sepakbola umpamanya. Polisi maupun kejaksaan ataupun KPK mesti lebih meluas lagi. Ayo ramai-ramai kita berantas korupsi dan dimulai dari diri kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2129746779459632172?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2129746779459632172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2129746779459632172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2129746779459632172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2129746779459632172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/polisi-usut-dugan-korupsi-di-koni.html' title='Polisi Usut Dugan Korupsi di KONI Sulteng'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1421817656721653971</id><published>2009-09-10T03:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T03:11:29.011-07:00</updated><title type='text'>Cedera Kaki, Langkah Grace Sari Terhenti</title><content type='html'>Ramai-ramainya turnamen tenis Amerika Serikat Terbuka, pemain Indonesia juga ada yang ikut di tingkat junior. Berikut beritanya yang dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah petenis muda Indonesia Grace Sari Ysidora Tobing di turnamen AS Terbuka 2009 junior terhenti di babak kedua. Grace yang pada Rabu (9/9) mengalami cedera di kaki kanannya, kalah dari pemain-pemain unggulan, baik di nomor tunggal maupun ganda puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di nomor tunggal, petenis berusia 16 tahun itu harus mengakui kekuatan unggulan sembilan asal Rusia, Daria Gavrilova, dengan skor 1-6 6-7(3-7). Sedangkan di nomor ganda, Grace yang berpasangan dengan Christina Dinu dari Rumania, juga dikalahkan ganda unggulan tujuh dari Rusia, Daria Gavrilova dan Irina Khromacheva, dua set langsung, 3-6 4-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melaju ke babak dua, Grace/Dinu pada Senin (7/9) mengalahkan pasangan Polina Pekhova (Belarusia) dan Elina Svitolina dari Ukraina dengan skor 6-3 6-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace, kepada ANTARA usai bertanding dengan Gavrilova di Lapangan delapan, kompleks USTA Billie Jean King Tennis Center, New York, mengaku yakin ia sebenarnya masih bisa mengimbangi permainan lawannya. Sayang, cedera kaki membuatnya merasa kesakitan sepanjang pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit jari kelingking di kaki kanan Grace mengelupas ketika ia bertanding sehari sebelumnya pada nomor tunggal dan menang atas petenis Meksiko, Alejandro Granillo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah diberi antiseptik dan dibalut perban oleh dokter di lapangan. Tapi tadi ketika berlari terasa sakit," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seminggu ini, saya sebenarnya sedang main bagus. Seharusnya tadi pertandingan bisa lebih imbang," tambahnya sambil meringis memandangi jari kelingking kaki kanan yang dibalut perban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, cedera di kulit kelingking kakinya itu kemungkinan bisa sembuh dalam waktu beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata dokter sih, bisa sembuh kalau kulit barunya sudah tumbuh," kata Grace, yang bermain di AS Terbuka karena terpilih dalam tim A ITF (International Tennis Federation).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati gagal di AS Terbuka--yang pertama kalinya ia ikuti, Grace akan meneruskan aksinya di turnamen Kentucky Derby di Lexington, Kentucky, pada 14-19 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia dan tim Indonesia akan menjalani latihan di kamp tenis ITA di Delray Beach, Florida, untuk mempersiapkan tim Indonesia menghadapi Piala Fed Junior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace dan tim akan bertanding di ajang kelompok dunia itu pada 29 September-4 Oktober mendatang di San Louis Potosi, Meksiko. Setelah itu ia akan kembali ke AS untuk mengikuti turnamen Eddie Herr di Bradenton, Florida pada 30 November-6 Desember dan Orange Bowl di Miami, Florida pada 7-13 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sulit memang mencari pengganti Yayuk Basuki atau Anglelique Wijaya. Hanya persoalannya adalah pembinaan di Tanah Air juga tidak sehebat ketika Yayuk dan Angie berkiprah. Turnamen berkurang, sementara untuk menjaring bibit juga minus. Maka buahnya bisa ditebak, kita tidak punya lagi Yayuk dan Angie yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1421817656721653971?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1421817656721653971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1421817656721653971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1421817656721653971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1421817656721653971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/cedera-kaki-langkah-grace-sari-terhenti.html' title='Cedera Kaki, Langkah Grace Sari Terhenti'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1502793563023310154</id><published>2009-09-09T00:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T00:54:21.374-07:00</updated><title type='text'>Taufik Masih Pantas Perkuat Indonesia di SEA Games</title><content type='html'>Pusat perhatian olahraga nasional kini berada di pusat pelatihan nasional SEA Games Laos yang akan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Kompas.com memberitakan soal persiapan tim bulutangkis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua PB Djarum Kudus FX Supandji berpendapat, Taufik Hidayat masih pantas masuk skuad bulu tangkis Indonesia untuk SEA Games XXV di Laos, 9-18 Desember. Tenaga mantan pemain Pelatnas Cipayung itu masih sangat dibutuhkan, terutama untuk menghadapi pesaing utama di Asia Tenggara, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira Taufik masih bisa diandalkan untuk memimpin tim bulu tangkis Indonesia karena bagaimanapun juga penampilan Taufik lebih stabil dibandingkan pemain lainnya," kata Supandji, Selasa (8/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, tambahnya, tim bulu tangkis Malaysia bakal diperkuat pemain-pemain papan atas dunia Lee Chong Wei dan Wong Choong Han (tunggal putra), kemudian Thailand memiliki tunggal putra Boonsak Ponsana yang juga bisa menjadi ganjalan Indonesia untuk mengulang prestasi SEA Games 2007 Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak meremehkan pebulu tangkis lainnya, seperti Simon Santoso, Sonny Dwi Kuncoro, dan Tommy Sugiarto, tetapi saya melihat penampilan Taufik lebih konsisten dibandingkan mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya sejak Januari 2009, pebulu tangkis asal Jawa Barat tersebut sudah tidak berada di pelatnas. Dia mengatakan tidak masalah karena ini untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PB PBSI bisa memanggil Taufik untuk membela Indonesia pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Laos mendatang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk nomor ganda putra, kata dia, cukup dengan pebulu tangkis yang ada di pelatnas saja karena pasangan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama dan Markis Kido/Hendra Setiawan masih bisa mengatasi pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon dan Choong Tan Fook/Lee Wan Wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang target Indonesia untuk menyapu tujuh medali emas bulu tangkis SEA Games mendatang, dia mengaku optimistis. Menurutnya, peluang untuk tunggal putra ada di tangan Taufik, tunggal putri Maria Kristin, ganda putri bisa pasangan Gresya Polii/Nitya Krishinda atau Meliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati, atau Gresya Polii/Lita Nurlita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ganda putra yang berpeluang adalah pasangan Kido/Hendra, sedangkan ganda campuran pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada SEA Games 2007 Thailand, Indonesia menyapu tujuh medali emas yang disediakan, masing-masing lima nomor perorangan (tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan campuran) kemudian beregu putra dan beregu putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nomor perorangan, medali emas disumbangkan oleh Taufik, Maria Kristin, Kido/Hendra, Vita Marissa/Liliyana Natsir, dan Vita Marissa/Flandy Limpele. Sementara dua medali emas lainnya diperoleh dari nomor beregu putra dan putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama tim pelatnas SEA Games 2009 adalah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Markis Kido, Hendra Setiawan, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Nova Widianto, dan Devin Lahardi (putra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari atau Linda Weni Fanetri, Greysia Polii, Nitya Krishinda, Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, Liliyana Natsir, dan Lita Nurlita (putri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang terbaik, seyogyanya memang masuk skuad Indonesia. Jangan ada lagi pilih kasih. Tapi, untuk Taufik, apakah turnamen sekelas SEA Games tidak kecil? Kalau merasa tidak, ya tidak apa-apa. Maju terus rebut emas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1502793563023310154?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1502793563023310154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1502793563023310154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1502793563023310154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1502793563023310154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/taufik-masih-pantas-perkuat-indonesia.html' title='Taufik Masih Pantas Perkuat Indonesia di SEA Games'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6889297043485079037</id><published>2009-09-08T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T04:52:54.066-07:00</updated><title type='text'>Megawati Semangati Chris John di AS</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com menjelang Chris John bertarung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara dunia kelas bulu WBA Chris John mengakui, kehadiran istrinya, Anna Maria Megawati, saat bertarung melawan Rocky Juarez di MGM Grand Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 19 September 2009, akan menambah motivasi di atas ring.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Tentunya akan menambah motivasi saya saat bertarung melawan Juarez mendatang. Mudah-mudahan seperti itu," kata Chris John ketika dihubungi ANTARA dari Semarang, Minggu (6/9).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kehadiran Anna Maria Megawati yang juga mantan atlet wushu Jawa Tengah nomor taulo (kerapihan jurus) saat petinju dengan julukan "The Dragon" ini bertarung merupakan yang pertama kali sejak ia meraih gelar juara dunia dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali tahun 2003.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sebelum juara dunia, kata Megawati, dirinya memang sering menyaksikan Chris John bertanding di atas ring. Namun, setelah juara dunia, maka pertarungan di Amerika ini merupakan yang pertama kalinya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ibu dua putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) sekarang sedang mengurus persyaratan administrasi, baik visa maupun paspor, untuk memberikan dukungan kepada suaminya bertarung melawan Juarez.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Kalau semuanya kelar, saya akan berangkat secepatnya ke Amerika, tetapi kalau tidak, maksimal satu minggu sebelum dia bertarung, saya sudah berada di sana," kata perempuan asal Kabupaten Kudus, Jateng, ini.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ketika ditanya, apa yang akan dia lakukan di sana nanti, mengingat perhatian semua orang akan tertuju kepada Chris John, dia mengatakan bahwa hal itu tidak masalah karena dirinya akan memberikan dukungan dan motivasi kepada suaminya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Saya cuek saja, saya tetap akan memberikan dukungan dan motivasi kepada dia di atas ring," katanya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Disinggung, apakah akan memberikan perhatian terhadap kesehatan Chris John, dia mengatakan, dirinya tidak akan sejauh itu. "Kalau soal teknik, saya percayakan sepenuhnya kepada Craig Christian (pelatih sekaligus manajernya). Saya hanya memberikan dukungan dan motivasi kepada dia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Megawati sang istri, Megawati sang mantan Presiden Indonesia juga pasti mendukung. Begitu pula dengan seluruh rakyat Indonesia. Menang, Chris!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6889297043485079037?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6889297043485079037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6889297043485079037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6889297043485079037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6889297043485079037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/megawati-semangati-chris-john-di-as.html' title='Megawati Semangati Chris John di AS'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4811252366841836855</id><published>2009-09-01T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T01:32:35.141-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Krisis Pesepak Bola Wanita</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com yang mengutip Antara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dinilai semakin sulit dalam mencari pemain sepak bola wanita yang berbakat untuk direkrut mengikuti Kejuaraan Piala AFF, yang akan diselenggarakan di Myanmar, 9-18 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia krisis pemain wanita, dan pengurus PSSI diminta dapat melaksanakan seleksi nasional untuk menjaring pesepak bola wanita," kata pengamat sepak bola nasional, Parlin Siagian di Medan, Selasa (1/9), ketika diminta komentarnya tentang minimnya pemain sepak bola wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Indonesia cukup banyak memiliki pemain muda wanita yang berasal dari Papua, Ambon, NTB, Jakarta, Jabar, dan Sumut, namun kurang kompetisi di dalam negeri.&lt;br /&gt;Para pemain sepak bola wanita selama ini tidak begitu diperhatikan, dan kurang mendapat pembinaan dari pengurus Pengprov PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi tidak perlu heran, ketika PSSI memerlukan pemain wanita akhirnya merasa kesulitan untuk mencarinya. PSSI setiap tahun harus menggelar kejuaraan sepak bola wanita, seperti Liga Indonesia untuk para pemain bola pria," kata Parlin yang juga mantan pemain PSSI di era 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia mengatakan, pemain bola wanita di tanah air itu, pernah berjaya pada 1970-an dengan menggelar berbagai kompetisi,&lt;br /&gt;namun kompetisi sepak bola itu akhirnya hilang begitu saja dan tidak diketahui apa alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembinaan sepak bola khusus bagi wanita itu juga diperlukan, seperti di Thailand, China dan negara lainnya yang memiliki pemain wanita cukup tangguh," ujar Parlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya persiapan Indonesia dalam mengikuti Kejuaraan AFF itu, Parlin mengatakan, bisa diikuti dengan mengirimkan para pemain lama yang direkrut dari berbagai daerah di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PSSI diharapkan tetap rutin menggelar kejurnas sepak bola wanita U-16 sebagai solusi mencari pemain. Pemain muda itu nantinya dibina secara serius menjadi pemain nasional senior," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan hanya pesepakbola wanita saja Indonesia tidak punya, tapi juga pesepakbola pria. Memang banyak pemain laki-laki, tapi berkualitas dan berbakat besar, langka sekali. Pembibitan lebih banyak kepada pemassalan. Sekolah-sekolah sepakbola lebih banyak dihuni oleh anak-anak dari keluarga berada yang menjadikan sepakbola sekadar hobi, mengisi kegiatan sehari-hari. Tapi kalau bertanding, skil maupun keberanian menjadi layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru saat bertanding yang muncul pesepakbola anak-anak "kampung" yang memiliki fisik dan keberanian. Hanya saja mereka kurang terasah dari kanak-kanak sehingga kurang berkembang di masa berikutnya. Bakat-bakat seperti Ronny Patinasarani, Iswadi Idris, Sucipto Suntoro, dan pemain-pemain lama sulit sekali diperoleh sekarang ini. Akibatnya kelas kita hanya lokal. Jangankan Asia, tingkat Asia Tenggara saja kita sudah ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak munculnya anak-anak berbakat dari desa-desa, karena sarana lapangan sepakbola sudah tidak ada lagi. Mereka sulit mengekspresikan kepandaiannya bermain sepakbola. Apalagi yang muncul di sekeliling mereka perubahan ke arah modern. Ada mal, perumahan, dan banyak lagi. Mereka akhirnya lebih asyik menonton pertandingan-pertandingan internasional di televisi dengan hafal nama-nama pemain dunia atau lebih asyik bermain game.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4811252366841836855?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4811252366841836855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4811252366841836855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4811252366841836855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4811252366841836855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/09/indonesia-krisis-pesepak-bola-wanita.html' title='Indonesia Krisis Pesepak Bola Wanita'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1459820822235049641</id><published>2009-08-31T06:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T06:07:31.151-07:00</updated><title type='text'>Tim Bidding PD 2022 Harapkan Dukungan Pemerintah RI</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com soal usaha Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim bidding Piala Dunia 2022 Indonesia mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah agar Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah. Bidang Marketing tim bidding Indonesia untuk Piala Dunia 2022 Syauki Suratno mengatakan, pihaknya baru saja mengikuti workshop bagi negara-negara peserta bidding di markas Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) yang berada di kota Zurich, Swiss, 24 hingga 26 Agustus lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami datang mewakili federasi sepak bola Indonesia, sementara negara lain yang jumlahnya 11 negara termasuk Indonesia datang ke workshop biding piala dunia dengan restu kepala negara masing-masing," ungkapnya di Sekretariat PSSI, Senin (31/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, tidak hanya restu, negara-negara yang terdiri dari Australia, Inggris, Belgia/Belanda, Korea, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Spanyol/Portugal, Qatar dan Meksiko, masing-masing kepala negaranya sudah melakukan kontak langsung dengan Presiden FIFA Sepp Blatter agar negaranya terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara kita berangkat dengan modal surat dari Menko Kesra RI saja dalam workshop bidding tersebut," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, jika ingin dinyatakan serius menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Indonesia ada baiknya jika mendapat dukungan dari pemerintah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena seharusnya yang mencalonkan tuan rumah penyelenggara Piala Dunia itu harus pemerintah yang bersangkutan, bukan federasi sepak bolanya, seperti kita ini yang datang dengan modal keyakinan saja," selorohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski datang dengan modal keyakinan dan surat dukungan dari Menko Kesra RI Aburizal Bakrie, tim bidding Indonesia yang terdiri dari Hamka Kadi (administrasi), Sjarif Bastaman (legal), Joko Driyono (manajemen pertandingan), dan Syauki Suratno (marketing), mengaku optimistis Indonesia bisa menjadi calon tuan rumah yang bisa disegani dalam bidding Piala Dunia 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi Sepp Blatter dalam pidatonya di depan peserta bidding di Zurich itu memuji Indonesia dengan mengatakan bahwa Indonesia yang kini berpenduduk sekitar 200 juta-an, saat 2022 nanti akan mendekati 300 jutaan jiwa itu, bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Indonesia sudah selangkah lebih baik dari peserta bidding tuan rumah Piala Dunia 2022. "Langkah yang baik dari tim bidding Indonesia ini akan lebih sempurna jika pemerintah Indonesia melalui Presiden SBY juga bisa mengemukakan dukungannya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tergantung pada pandangan Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. Apakah masih Adhyaksa Dault yang tidak dicalonkan oleh partainya (Partai Keadilan Sejahtaera) atau bukan? Tapi, kalau sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya sudah kelihatan jelas: tidak setuju dengan rencana tersebut. Ia lebih memilih matangkanlah tim nasional baru berpikir Piala Dunia. Setidaknya itu yang pernah diucapkan oleh juru bicara Presiden, Andi Malarangeng, yang juga menjadi calon kuat menduduki kursi Mennegpora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal pada kita, mau sukses menjadi penyelenggara sementara tim nasional kita jadi ayam sayur atau membangun tim kita dulu baru setelah kuat mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia? Yang terakhir tampaknya memberikan jaminan sepakbola kita bakal maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1459820822235049641?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1459820822235049641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1459820822235049641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1459820822235049641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1459820822235049641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/tim-bidding-pd-2022-harapkan-dukungan.html' title='Tim Bidding PD 2022 Harapkan Dukungan Pemerintah RI'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4334871787352333985</id><published>2009-08-28T06:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T06:25:13.172-07:00</updated><title type='text'>Tim Khusus Bantu Chris John</title><content type='html'>Chris John akan naik ring lagi. Kompas.com membuat berita sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) akan menerjunkan tim untuk membantu persiapan juara dunia kelas bulu WBA Chris John yang akan bertarung melawan Rocky Juarez di MGM Grand  Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 19 September 2009.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Asisten Manajer Herry’s Gym, Toni Priatna, ketika dihubungi dari Semarang, Kamis, mengatakan, tim teersebut akan berangkat ke Amerika Serikat untuk memberikan bantuan persiapan Chris John. Kemenegpora, lanjut dia, juga memberikan bantuan dengan menggandeng sponsor yang sudah tidak ada ikatan akibat pembatalan pertarungan di Staples Center Los Angeles Amerika Serikat, 27 Juni 2009.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia menjelaskan, para sponsor tersebut semula memang ada ikatan dengan Chris John, tetapi karena pertarungan di Staples Center tersebut tidak terjadi maka mereka sudah tidak ada ikatan lagi dengan Chris John. Tetapi, lanjut dia,  para sponsor tersebut bersedia kembali memberikan dukungan kepada petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, pada pertarungan di MGM Grand Las Vegas Nevada mendatang.&lt;p&gt;Hanya bedanya dengan pertarungan di Staples Center, menurut dia, label-label sponsor itu hanya menempel di kostum yang dipakai oleh suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati.  "Kalau di Staples Center, mereka boleh memasang spanduk di sekitar ring karena saat itu seolah-olah kita bertindak sebagai tuan rumah karena siap memberikan kompensasi pembelian tiket senilai 150 ribu dolar AS," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi di Las Vegas mendatang, lanjut dia, bukan sebagai tuan rumah karena pertarungan Chris John melawan Rocky Juarez adalah "&lt;em&gt;second main event&lt;/em&gt;", sedangkan partai pertama adalah antara Juan Manuel Marquez melawan Floyd Mayweather Jr. "Partai di luar kedua partai tersebut (Marquez vs Floyd dan Chris John vs Juarez) merupakan partai tambahan," katanya menegaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rencana pertarungan Chris John melawan Juarez di Las Vegas mendatang sudah yang ketiga kalinya. Pertama di Toyota Center, Texas, Houston, 28 Maret 2009 yang berakhir dengan hasil imbang 114-114. Rencana pertarungan Kedua di Staples Center Los Angeles, 27 Juni 2009 tetapi batal karena Chris John mengalami gangguan pernapasan seminggu sebelum naik ring, serta ketiga di Las Vegas, Nevada, 19 September 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya ambil komentar dari seorang pembaca Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Selamat berjuang utk Chris John, menang atau kalah CJ sudah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Jangan meremehkan lawan, Juarez jauh lbh siap skrg dan lbh berambisi utk jadi juara dunia. Lbh baik dana olahraga dipakai utk tinju, bulutangkis, catur, dll yg berprestasi drpd dibuang2 utk sepakbola yg 'minim', bahkan tanpa prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari komentar itu semakin menjelaskan kalau masyarakat memang sudah tidak simpatik lagi terhadap usaha insan sepakbola di Tanah Air yang menggerogoti dana APBD untuk sepakbola. Karena memang lebih baik diberikan untuk cabang berprestasi. Dalih karena sepakbola untuk NKRI, itu hanya mencari-cari. Sekarang ini semua kegiatan yang dilakukan warga negara untuk NKRI, ya bulutangkis, tinju, dan cabang-cabang lain. Bahkan juga apa yang dilakukan oleh seniman-seniman musik. Mereka manggung di mana-mana dengan penonton yang juga berjubel, demi NKRI tapi tidak ada subsidi dari APBD. Sebenarnya penerima APBD itu harus malu kepada mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4334871787352333985?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4334871787352333985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4334871787352333985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4334871787352333985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4334871787352333985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/tim-khusus-bantu-chris-john.html' title='Tim Khusus Bantu Chris John'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3083335224202284417</id><published>2009-08-27T05:25:00.001-07:00</published><updated>2009-08-27T05:27:19.762-07:00</updated><title type='text'>Lima Klub Belum Lengkapi Persyaratan Peserta</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya masih ada lima klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) lalu yang belum melengkapi persyaratan dokumen menjadi peserta kompetisi LSI mendatang. Hal ini diketahui, setelah PT Liga Indonesia memanggil lima klub tersebut mengenai kepersertaannya di musim 2009/10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy, kebanyakan dari lima tim itu tidak melengkapi dokumen tentang kontrak pemain dan struktur manajemen klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara umum, dokumen yang dibawa belum lengkap. Kami berikan batas waktu sampai tanggal 29 Agustus dan itu berlaku untuk  semua peserta Liga Super, tidak hanya yang datang hari ini," ungkapnya ditemui di Sekretariat PT Liga Indonesia yang ada di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (26/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, PT Liga Indonesia saat ini tengah memanggil 14 klub peserta LSI mulai tanggal 26 hingga 28 Agustus. Ini dilakukan untuk melihat kelengkapan lima aspek sebagai syarat menjadi peserta LSI 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima aspek tersebut adalah legalitas, supporting team, administrasi, infrastruktur, finansial. Pada pemanggilan pertama, Liga mengundang lima klub yaitu Persib Bandung, Sriwijaya FC Palembang, Persija Jakarta, Persitara Jakarta Utara dan Pelita Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tigor mengakui bahwa verifikasi ini merupakan proses lisensi tim yang sudah dimulai dari tahun lalu. Mereka juga ingin melihat bagaimana evaluasi kinerja klub pada musim lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Liga menemukan lima tim dari Liga Super musim lalu, ternyata belum melengkapi seluruh dokumen yang diminta. "Yang kurang, banyak sekali, terutama soal kontrak pemain dan susunan manajemen klub dan tim," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian PT Liga Indonesia, untuk musim lalu saja tidak ada klub yang mencapai nilai enam dari skala 10. Karena itu PT Liga Indonesia memberikan tenggat waktu bagi seluruh klub untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada kemungkinan klub tidak lolos verifikasi, jika dokumennya tidak lengkap. Risikonya adalah lisensi klub bisa dicabut," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mestinya persyaratan bermain ditambah satu lagi: dana yang digunakan bukan berasal dari APBD.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3083335224202284417?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3083335224202284417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3083335224202284417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3083335224202284417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3083335224202284417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/lima-klub-belum-lengkapi-persyaratan.html' title='Lima Klub Belum Lengkapi Persyaratan Peserta'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8298346150175091930</id><published>2009-08-14T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T08:16:51.511-07:00</updated><title type='text'>Papua Juara Sepak Bola Wanita</title><content type='html'>Sepakbola wanita tiba-tiba saja muncul dalam pemberitaan. Tingkatan pertandingannya sudah final lagi. Inilah berita yang bersumber dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim sepak bola wanita U-16 Papua Barat menjuarai Turnamen Sepakbola Wanita PSSI 2009 di Jakarta, Jumat (14/8) setelah mengalahkan DKI Jakarta 3-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil itu, Papua Barat mengumpulkan poin sempurna 12 dari empat kali kemenangan, sedangkan DKI Jakarta di posisi kedua dengan sembilan poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil lainnya, DIY mengalahkan Jabar 1-0. Posisi ketiga ditempati Bangka Belitung (Babel) dengan enam poin, DIY (4), dan Jabar (0). Topskor turnamen ini direbut Juliana Marike Murai dengan lima gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Papua Barat Rubben Romrawer didampingi Pengurus Pengda Papua Barat, Hengki, menyatakan kegembiraan karena tim mereka merebut juara. "Kami berlatih selama tiga pekan untuk ajang ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pihaknya juga akan membentuk tim putri yang akan dipersiapkan PON mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Direktur Sepak Bola Wanita PSSI, Eha Habibah mengatakan, dari turnamen ini telah masuk 25 nama untuk Timnas Putri. Enam pemain dari DKI Jakarta, delapan Papua, lima Babel, tiga DIY, dan satu dari Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelatih masih dirembukkan. Ada sejumlah pilihan yakni Bambang Nurdiansyah, Yusuf Bactiar, dan Pabanyo," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite Sepak Bola Wanita Achamadi Nursupit menambahkan, perlu dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan sepak bola wanita ini. "PSSI melihat perlu perhatian khusus untuk sepak bola wanita, seperti perlunya bapak angkat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyatakan, PSSI mengajukan ke KONI agar nomor sepak bola wanita dapat dipertandingan di PON mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Semakian lengkap keperkasaan Papua dalam sepakbola. Setelah merebut juara Liga Super Indonesia, kemudian&lt;span style="font-style: italic;"&gt; runner-up&lt;/span&gt; Copa Ji Sam Soe, keduanya atas nama Persipura Jayapura kini giliran sepakbola wanita mereka sabet. Di Copa, Persipura tidak terkena skorsing larangan tampil, karena Komisi Banding membebaskan mereka dari hukuman itu. Cuma kalah 0-3 dari Sriwijaya FC setelah mereka mundur dalam final, plus denda 150 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua sebenarnya bukan hanya gudang sepakbola, tapi juga cabang-cabang lain seperti atletik, tinju, dan cabang-cabang lain. Hanya memang pembinaan di sana perlu dikembangkan terus sehingga tidak layu sebelum berkembang, atau tidak hanya jago tingkat nasional tapi juga ditingkatkan menjadi juara internasional.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8298346150175091930?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8298346150175091930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8298346150175091930' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8298346150175091930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8298346150175091930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/papua-juara-sepak-bola-wanita.html' title='Papua Juara Sepak Bola Wanita'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8395136967730497814</id><published>2009-08-13T05:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T05:37:26.614-07:00</updated><title type='text'>Chris John Bertekad Menang KO</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com soal petinju kebanggaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris John bertekad meraih kemenangan mutlak atas Rocky Juarez. Bahkan, juara dunia kelas bulu WBA ini berambisi untuk menang KO atas lawannya tersebut dalam pertarungan tunda di MGM Grand Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 19 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memasang target untuk bisa menang mutlak atau KO dari Juarez," kata Chris John ketika dihubungi menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat, Kamis (13/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, suami mantan atlet wushu Jawa Tengah Anna Maria Megawati tersebut berangkat lebih awal ke Negeri Paman Sam. Di sana, dia akan melakukan persiapan secara khusus untuk menghadapi penantangnya dari AS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan Chris John sekarang ini didampingi pelatih sekaligus manajernya Craig Christian dan Bob Fedonowski, dari Chris John Manajemen. Menurut Chris John, Toni Priatna yang merupakan Asisten Manajer Herry’s Gym juga akan menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini persiapan Chris John baru mencapai 50 persen. Meskipun demikian, "The Dragon" akan menyempurnakan persiapannya tersebut selama berada di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai terulang rencana pertarungan pertama tapi akhirnya batal, akh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8395136967730497814?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8395136967730497814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8395136967730497814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8395136967730497814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8395136967730497814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/chris-john-bertakad-menang-ko.html' title='Chris John Bertekad Menang KO'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2859476000574072997</id><published>2009-08-07T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T06:02:56.648-07:00</updated><title type='text'>Silat Raih 4 Emas dan 2 Perak</title><content type='html'>Prestasi menggembirakan dari ajang Asian Martil Arts Games (AMG) yang diberitakan Kompas.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat atlet pencak silat menyabet medali emas pada Asian Martial Arts Games I sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya sebanyak empat kali di Stadion Chaofa Mahachankree Sirintorn, Jumat (7/8).  &lt;p&gt;Indonesia sebenarnya berpeluang merebut enam medali emas. Namun dua medali lepas setelah dua atlet pencak silat Pengky Simbar dan Endah Fitriani Puspa dikalahkan lawannya di partai final, sehingga hanya mendapat perak. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Emas pertama dipersembahkan I Komang Wahyu Purbasari dari kelas 65-70 kilogram. Anggota polisi Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat ini menang meyakinkan 5-0 atas lawannya dari Singapura, Mohammad Nor Shifiq.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sukses I Komang diikuti tiga rekannya, yakni Lutfan Budi Santoso, Ni Nyoman Suparniti dan Pujo Janoko. Lutfan, yang turun di kelas 50-55 kilogram, menang mutlak 5-0 dari pesilat Filipina Jul Omar Abdul Hakim. Kemenangan meyakinkan 5-0 juga didapat Ni Nyoman Suparniti yang menghentikan perlawanan pesilat Malaysia Siti Rahmah.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara Pujo Janoko meraih kemenangan melalui pertarungan ketat atas pesilat tuan rumah Prasit Warlam. Pujo mendapatkan kemengan dengan skor tipis 3-2.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil empat emas dan dua perak ini membuat tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang masih dari cabang tradisional kita emas diraih. Namun, perlu dicatat pula pejudo Kresna Bayu sempat meraih emas. Bagi Bayu dan Indonesia kemenangan ini sangat menggembirakan sebab baru pertama kali emas tingkat Asia diraih oleh cabang beladiri ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya adalah pesta olahraga terdekat SEA Games Laos yang menjadi tumpuan harapan komunitas olahraga di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2859476000574072997?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2859476000574072997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2859476000574072997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2859476000574072997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2859476000574072997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/silat-raih-4-emas-dan-2-perak.html' title='Silat Raih 4 Emas dan 2 Perak'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3225186136255104118</id><published>2009-08-06T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T07:26:30.325-07:00</updated><title type='text'>Hipertensi Bikin Kido Batal ke Kejuaraan Dunia</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com ini kurang mengenakkan bagi penggemar bulutangkis. Tapi apa boleh buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) yang diderita Markis Kido, memupus asanya untuk mempertahankan gelar juara dunia. Pasalnya, Kido yang berpasangan dengan Hendra Setiawan itu dipastikan absen pada Kejuaraan Dunia bulu tangkis di Hyderabad, India, 10-16 Agustus 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tekanan darahnya tinggi... menurut saya lebih baik jangan pergi dulu," ujar pelatih ganda putra Sigit Pamungkas saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (5/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran muncul setelah Kido sempat pingsan saat mengikuti latihan fisik rutin, lari di Mabes TNI Cilangkap dua pekan lalu. Sejak 29 Juni, para pemain Pelatnas harus mengikuti latihan lari selama satu jam, setiap Senin dan Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik (kondisinya) diperiksa dulu secara total, karena yang menjadi kekhawatiran adalah ketika dia bertanding tensinya tinggi, siapa yang mau menanggung risikonya," kata Sigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kata Sigit, dalam sepekan terakhir kondisi Kido tidak ada masalah. Tekanan darahnya--yang diperiksa setiap sebelum dan sesudah latihan--normal, serta cedera lututnya sudah tidak mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mampu berlatih-tanding melawan tujuh pasangan selama lebih dari dua jam tanpa keluhan, kakinya pun tidak apa-apa," jelas Sigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batalnya pasangan tersebut tampil di Kejuaraan Dunia disampaikan Manajer Komunikasi dan Media Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) Selvaamresh Supramaniam, Selasa (4/8). Dia menyebutkan, panitia telah menerima surat dari PB PBSI mengenai tidak akan berpartisipasinya pasangan juara Olimpiade itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ganda campuran jadi andalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absennya pasangan putra peringkat satu dunia itu, kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, membuat peluang terbesar tim Pelatnas tinggal pada ganda campuran juara 2005 dan 2007, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Mereka menjadi andalan karena pemain-pemain lainnya belum membuktikan prestasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu pun sekarang semakin sulit karena Nova sudah tidak muda lagi, kemampuannya sudah semakin berkurang," tambah Lius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berada di puncak ranking dunia, peringkat Nova/Liliyana turun ke posisi kedua pertengahan Juni lalu, menyusul kekalahan di berbagai turnamen. Pada Kejuaraan Dunia nanti, mereka juga menjadi unggulan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sony Dwi Kuncoro yang hampir tidak dikirim karena dinilai kurang persiapan, diharapkan mampu memperbaiki hasil 2007 saat ia berakhir sebagai runner-up. Namun untuk itu, dia mungkin harus berhadapan dengan peringkat satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei di perempat final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mereka, pemain Indonesia yang akan berlaga di Hyderabad adalah Simon Santoso, Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Devin Lahardi/Lita Nurlita serta Taufik Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Pelatnas akan bertolak menuju India pada Jumat (7/8). Kejuaraan Dunia terakhir digelar pada 2007 (2008 tidak degelar karena bersamaan dengan Olimpiade), di mana Indonesia meraih dua gelar melalui ganda putra dan campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh juga ya, seorang atlet, masih muda lagi, kok bisa terserang hipertensi alias darah tinggi. Biasanya penyakit ini milik orang-orang dewasa yang kegiatannya mengandung resiko tinggi. Dalam bekerja ia sering stress. Atau bisa juga penyakit buat orang-orang yang kurang berolahraga tapi mengkomsumsi makanan banyak lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di zaman sekarang berbagai penyakit bisa menyerang siapa saja. Penyakit itu bukan hanya penyakit lama tapi juga muncul penyakit baru, seperti flu burung, flu babi, dan beberapa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat tim Indonesia yang akan ke Kejuaraan Dunia, tampaknya bayangan kegagalan sudah di depan mata lagi. Tapi, untuk nasionalisme sangat layak kita memberikan dukungan doa agar mereka berhasil. Sukses !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3225186136255104118?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3225186136255104118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3225186136255104118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3225186136255104118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3225186136255104118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/08/hipertensi-bikin-kido-batal-ke.html' title='Hipertensi Bikin Kido Batal ke Kejuaraan Dunia'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4658447003616602059</id><published>2009-07-30T04:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T04:22:33.201-07:00</updated><title type='text'>Klumpang Putra Siap Main Keras</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih SSB Klumpang Putra Medan, Ananta Satia Abdy menilai timnya berada di grup neraka pada putaran final Piala Danone 2009, yang bakal digelar di Jakarta pada 1-2 Agustus. Untuk mengatasi itu, ia menyatakan, timnya siap bermain keras.&lt;p&gt;SSB Klumpang Putra berada di Grup-B bersama dengan SSB Grime Papua dan SSB Kalegowa Makassar. Menurutnya, Makassar adalah tim yang harus diwaspadai secara khusus karena secara merata, timnya diisi pemain berketerampilan bagus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Secara fisik dan skill, Papua cukup berimbang. Namun, pemain Makassar rata-rata memiliki keterampilan di atas rata-rata," ujarnya di sela-sela pengundian grup putaran final Piala Danone 2009, di Jakarta, Kamis (30/7).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami akan melakukan segala cara untuk menang. Anak-anak kami siap bermain keras. Tentunya, dalam batas-batas sportivitas," lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, pelatih SSB Putra Jenggolo Surabaya, Suyassak, mengaku puas dengan hasil undian. Ia berkesempatan bergabung dengan SSB Wirabraja Padang dan SSB Rick's Sayati Bandung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bandung itu keterampilannya bagus-bagus dan merata.Kalau Padang, saya ingin saja mengetahui gaya bermain mereka. Menambah pengalaman," ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Mereka tim kuat. Namun, kami sudah menghadapi banyak tantangan dan bisa melewatinya. Kami yakin, kali ini juga begitu. Kami ingin menang," tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keikutsertaan mereka adalah yang kesekian untuk Indonesia. Harapan kita, tim ini memberikan warna lain terhadap prestasi sepakbola Indonesia. Lambungkanlah nama Indonesia dan kemudian sekembali di Tanah Air berlatih lagi untuk menuju prestasi yang lebih baik sekaligus mengangkat martabat sepakbola kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Timbul pertanyaan: anak-anak yang kemarin-kemarin itu dikirim bagaimana ya perkembangannya kini? Memang mesti ada yang mengikuti perkembangannya agar bakat di waktu kecil tidak sia-sia karena hilang ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4658447003616602059?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4658447003616602059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4658447003616602059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4658447003616602059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4658447003616602059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/07/klumpang-putra-siap-main-keras.html' title='Klumpang Putra Siap Main Keras'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-50215732300550946</id><published>2009-07-29T00:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T00:47:38.415-07:00</updated><title type='text'>Peluang Irene dan Susanto Pupus</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sementara di luar berita-berita olahraga banyak, di dalam media sedikit sekali memberitakan soal olahraga nasional. Salah satunya dikutip dari koran Kompas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua pecatur terbaik Indonesia, GMW Irene Kharisma Sukandar (rating&lt;text w="9036m" small="0" mode="0" jmp="0m" it="0" h="9036m" gray="100" f="601" co="K" bd="0" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Regular" modedata="0"&gt;&lt;/text&gt; 2.311) dan GM Susanto Megaranto (2.534), tak berhasil meraih tiket ke Kejuaraan Dunia Catur perseorangan. Hasil ini terjadi setelah keduanya tidak dapat memenangi babak kedelapan kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (28/7).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Susanto dipaksa bermain remis oleh MF Ton That Nhu Tunh (Vietnam, 2.227) pada langkah ke-34 serangan Trompowsky. Susanto tidak dapat memaksakan kemenangan karena Ton yang memang mengincar remis sengaja menukar para perwiranya sebanyak-banyaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan tambahan setengah angka, Susanto baru mengumpulkan nilai lima. Pecatur kelahiran Indramayu ini masih berada di peringkat sembilan, sedangkan pertandingan menyisakan satu babak lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu tiket ke Kejuaraan Dunia 2009 sudah pasti direbut pecatur Filipina, GM Laylo Darwin (2.494), yang memimpin klasemen dengan koleksi tujuh poin. Perolehan angka Darwin tak mungkin dilampaui pemain lain meski kalah di babak terakhir. Unggulan pertama GM Wesley So (Filipina, 2.645) berpeluang merebut tiket kedua karena berada di posisi kedua dengan 6 angka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kristianus Liem dari Humas PB Percasi yang mendampingi para pecatur mengatakan, hasil lebih menyakitkan dialami Irene yang menyerah kepada GMW Le Thanh Tu (Vietnam, 2.310) pada langkah ke-29 pertahanan Semi Slavia. Tu menggunakan varian korban bidak g4 yang tak dikuasai Irene.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada langkah kesembilan, Irene sudah melakukan kesalahan fatal yang memberi kesempatan lawan melancarkan korban Gajah di petak f7 dan membuat posisi sayap-raja hitam kacau berantakan. Setelah itu, kekalahan seperti tinggal menunggu waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perolehan Irene pun tertahan di angka lima dan berada di peringkat delapan. Hanya satu tiket yang tersedia bagi pecatur putri ke Kejuaraan Dunia 2010, dan unggulan pertama GMW Batkhuyag Monguntuul (Mongolia, 2.420) masih memimpin dengan 6,5 angka. Namun, posisinya belum aman karena MFW Nguyen Thi Mai Hung (Vietnam, 2.219) membuntuti dengan enam poin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monguntuul di babak terakhir masih bertemu lawan berat, yaitu Tu, yang sudah mengemas 5,5 angka. Adapun Mai Hung menghadapi pecatur Filipina yang baru mengoleksi 4,5 angka, MFW Sherily Cua (2.174). Padahal, undian sistem Swiss secara otomatis mempertemukan pecatur dengan nilai yang setara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini terjadi karena pada dua babak terakhir pemain dari satu negara yang poinnya di atas 50 persen tidak boleh saling bertemu. Karena itu, undian dilakukan secara manual sehingga duel Irene dengan Monguntuul akhirnya diubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Undian ini dikeluhkan ayah Batkhuyag Monguntuul yang juga manajer tim Mongolia. ”Pecatur tuan rumah terlalu banyak sehingga mereka bisa dengan sengaja memilihkan lawan lebih lemah untuk para pecaturnya,” ujar ayah Monguntuul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelompok putri memang didominasi pecatur Vietnam yang menempatkan 19 pecatur. Indonesia dan Filipina mengirim empat orang, Mongolia tiga orang, dan Singapura satu orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga pecatur Indonesia lainnya adalah Medina Warda Aulia yang baru mengoleksi nilai tiga, Dewi AA Citra (3,5), dan Chelsie Monica Sihite (3,5).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara cabang lain, catur terbilang bagus dalam regenerasi. Artinya, meski gagal lagi ikut kejuaraan dunia perseorangan tapi upaya Susanto dan Irene masih bisa dimaklumi. Tapi dengan catatan, usia mereka yang masih muda itu harus dimanfaatkan untuk terus belajar dan mengambil pengalaman sebagai guru yang berharga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun depan masih ada lagi, dan prestasi harus lebih baik dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-50215732300550946?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/50215732300550946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=50215732300550946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/50215732300550946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/50215732300550946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/07/peluang-irene-dan-susanto-pupus.html' title='Peluang Irene dan Susanto Pupus'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6355327516433528288</id><published>2009-07-28T00:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T00:48:57.968-07:00</updated><title type='text'>BLI Usul Banderol Pemain Rp 400 Juta-Rp 500 Juta</title><content type='html'>Setelah berduka dengan peristiwa bom Kuningan dan mengakibatkan klub besar Manchster United batal tanding di Jakarta, kompetisi sepakbola Indonesia yang sedang istirahat diramaikan oleh berita-berita seputar organisasi PSSI. Belum lama terbentuk pengurus hasil restrukturisasi, dan berikut adalah soal keinginan Badan Liga Indonesia (BLI) membatasi gaji pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEO Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono akan mengeluarkan manual liga kepada peserta Kompetisi Liga Indonesia untuk menjadi pegangan saat mempersiapkan dana mengikuti kompetisi minimal satu musim mendatang. Salah satu butir manual yang akan ditetapkan BLI adalah mengenai banderol pemain yang akan memperkuat sebuah klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BLI mengajukan banderol seorang pemain, baik lokal, maupun asing berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta yang klubnya dibiayai APBD. Tetapi kalaupun harga seorang pemain itu melebihi banderol yang ditetapkan, dan klub tersebut berminat, bisa saja dicarikan sendiri tambahannya," ungkapnya saat ditemui di sela-sela penukaran tiket MU di sekretariat panitia lokal tur MU di Pintu Satu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banderol pemain tersebut, dikatakan Joko, berlaku untuk pemain lokal yang masuk kriteria pemain nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemain nasional pun sebenarnya masih ditentukan oleh beberapa kriteria lagi, seperti pemain nasional aktif dan tidak aktif, itu semua menentukan indeks banderol seorang pemain," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, BLI juga nantinya akan mengeluarkan kriteria pemain yang layak masuk indeks nilai kontrak di klub yang akan mengontraknya. Pemain nantinya akan dilihat dari sikap selama mengikuti kompetisi, kemudian pemain tersebut akan dilihat profesionalismenya sebagai pesepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usia produktif pemain pun tetap menjadi patokan untuk menentukan banderolnya, apakah layak dibayar sesuai dengan banderol termahal atau tidak," kata Joko lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya indeks harga pemain, klub peserta Liga Indonesia sudah bisa bertahan selama setiap musim hanya dengan Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Ini tentu saja sangat membantu keuangan sebuah klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko mengakui, selama ini yang membebankan klub adalah masalah kontrak pemain yang sudah tidak rasional, setidaknya untuk kompetisi di Indonesia. Dia menyebutkan, harga pemain asing sangat tinggi sehingga tidak sedikit klub yang terpaksa kedodoran untuk membayar kontraknya. Padahal, mereka sudah tidak mendapat subsidi dari APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, dengan adanya manual BLI yang salah satunya membatasi banderol pemain, klub sudah tidak pusing lagi melanjutkan roda kompetisi yang diikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bandrol gaji pemain bagus-bagus saja. Tapi perlu juga dipertanyakan kualitas pemain dengan bayaran sebesar itu. Persoalannya, lagi-lagi, karena yang dipakai untuk membeli pemain adalah uang rakyat. Kualitas bisa saja dalam mengangkat prestasi klub dan ujungnya adalah mengangkat prestasi tim nasional. Selama ini belum terlihat bayaran yang signifikan dengan prestasi klub maupun tim nasional. Untuk klub, miskin sekali prestasi di tingkat Asia Tenggara, apalagi untuk Asia. Begitu pula dengan tim nasional. Juara Asia Tenggara sudah sulit kita jangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik soal prestasi ini menyangkut lagi soal pembinaan yang tak pernah berujung membuahkan prestasi manis dalam sepakbola Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6355327516433528288?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6355327516433528288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6355327516433528288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6355327516433528288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6355327516433528288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/07/bli-usul-banderol-pemain-rp-400-juta-rp.html' title='BLI Usul Banderol Pemain Rp 400 Juta-Rp 500 Juta'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7101134074259225169</id><published>2009-07-13T03:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T03:52:11.564-07:00</updated><title type='text'>Jadi Runner-up Grup C, Indonesia Bertemu China</title><content type='html'>Ketika berangkat kurang pemberitaan, tahu-tahu setelah babak perempatfinal mulai diketahi aksinya. Itulah yang dilakukan tim bulutangkis junior kita. Berita selengkapnya yang dikutip dari Kompas.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Indonesia kalah 2-3 dari Korea dalam penentuan juara Grup C Kejuaraan Asia U-19. Karena sebagai sebagai runner-up, tim Merah-putih harus menghadapi China di babak perempat final.&lt;p&gt;Dalam pertandingan yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (13/7), dua angka Indonesia diraih pemain tunggal putra Ary Trisnanto dan ganda putra Rendy Sugiarto/Angga Pratama. Ary menang 23-21 21-16 atas Kim Min Ki, sedangkan Rendy/Angga menundukkan pasangan Kang Ji Wook/Choi Seung Il 21-16 25-23.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekalahan tunggal putri Febby Angguni dari Choi Hye In 18-21 13-21 membuat tim Indonesia tertinggal 0-1. Selanjutnya, Indonesia sempat memimpin 2-1 lewat kemenangan dua partai tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayang, di dua laga selanjutnya Indonesia gagal sehingga menyerah 2-3. Pasangan Rizki Andini/Tiara Rosalia kalah 21-16 18-21 20-22 dan Muhammad Ulinnuha/Della Destiara tumbang di tangan Kang Ji Wook/Choi Hye In 17-21 18-21.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tidak ada titik lemah, semua yang kalah pun sudah berjuang secara maksimal," Ronny Agustinus, salah seorang pelatih yang mendampingi pemain di Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, tim Indonesia akan menghadapi juara Grup A, unggulan pertama China, pada Senin sore ini. "Peluangnya 50-50. Kami berharap bisa mengambil poin dari tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran," kata Ronny.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu Korea bertemu runner-up Grup A Jepang untuk memperebutkan satu tempat di semifinal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun dua pertandingan lain pada perempatfinal adalah pertemuan antara juara Grup B Malaysia melawan Hongkong yang menjadi runner-up Grup D, dan runner-up grup B India melawan juara Grup D Thailand.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga saja tim junior berbeda dengan seniornya, punya prestasi lebih tinggi. Tapi, apa mungkin?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7101134074259225169?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7101134074259225169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7101134074259225169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7101134074259225169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7101134074259225169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/07/jadi-runner-up-grup-c-indonesia-bertemu.html' title='Jadi Runner-up Grup C, Indonesia Bertemu China'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8253904532882111148</id><published>2009-06-24T15:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T15:40:11.886-07:00</updated><title type='text'>Sriwijaya FC ke Final, Bertemu Persipura</title><content type='html'>Berita lanjutan dari babak semifinal Copa Dji Sam Soe dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriwijaya FC akan bertemu Persipura Jayapura dalam final Copa Dji Sam Soe 2008 setelah menundukkan Persijap Jepara 3-1 (2-0), Rabu (24/6) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.&lt;p&gt;Gol pertama Sriwijaya FC dihasilkan melalui tendangan striker Budi Sudarsono. Pada menit ke-27, Sriwijaya FC menciptakan gol kedua melalui tendangan Obiora.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persijap mendapatkan peluang membalas gol melalui tendangan penalti oleh Pablo Frances pada menit ke-53, tetapi tendangan Pablo terlalu melambung. Gol ketiga Sriwijaya FC terjadi pada menit ke-74 hasil tandukan Obiora.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu-satunya gol balasan Persijap diciptakan Pablo Frances tiga menit sebelum pertandingan bubar hasil umpan silang Enjang Rohiman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan merasa puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut Rahmad, saat ini yang harus dilakukan adalah menjaga motivasi pemain tetap di puncak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelatih Persijap Junaidi mengungkapkan, pihaknya tidak terlalu menargetkan dapat tampil di final karena kalah kelas. Sekarang Persijap fokus menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Deltras.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Juara tahun lalu ditantang oleh juara Liga Super Indonesia tahun ini. Kalau tahun lalu Sriwijaya FC merebut dua gelar, pada kali ini bukan tak mungkin mahkota itu direbut oleh Persipura. Sangat pantas kalau pemenangnya kita anggap sebagai juara sejati Indonesia. Bertandinglah dengan sportif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8253904532882111148?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8253904532882111148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8253904532882111148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8253904532882111148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8253904532882111148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/sriwijaya-fc-ke-final-bertemu-persipura.html' title='Sriwijaya FC ke Final, Bertemu Persipura'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7348698828905119655</id><published>2009-06-21T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T08:34:15.133-07:00</updated><title type='text'>TUAN RUMAH TANPA GELAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;font-size:-1;color:#000000;"&gt;Berita dari Bolanews.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil buruk diraih pebulutangkis Indonesia di ajang Indonesia Open Super Series 2009. Tidak satupun gelar yang mampu rebut pebulutangkis tuan rumah. Kekalahan Taufik Hidayat atas andalan Malaysia, Lee Chong Wei di pertandingan final, Minggu (21/6), semakin melengkapi penderitaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik yang merupakan pemain non-pelatnas menyerah dua set langsung 9-21 14-21 dari Chong Wei dalam laga di Istora Gelora Bung Karno. Kemenangan ini membuat Chong Wei mengulang prestasi tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik yang merupakan satu-satunya harapan Indonesia di final tidak mampu menghentikan gempuran Chong Wei. Taufik kalah segalanya dari Chong Wei yang merupakan unggulan pertama. Chong Wei hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk merebut kemenangan set pertama 21-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada set kedua, Taufik mencoba untuk mengimbangi permainan Chong Wei. Sayang, Chong Wei yang jeli dalam memainkan bola-bola net membuat Taufik yang berada di unggulan kelima itu kesulitan untuk mengembangkan permainan. Unggul fisik dan smes yang tajam membuat Chong Wei kembali menang 21-14 dalam waktu 32 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan Taufik sekaligus melengkapi kegagalan Indonesia. Ganda campuran dan ganda putra yang diharapkan bisa merebut juara justru tersingkir sebelum laga final. Pasangan Widianto/Liliyana Natsir kalah di perempatfinal sedangkan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan tumbang di semfinial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah memang kalau kini Indonesia memiliki julukan baru, sebagai negara penyelenggara berbagai kejuaraan. Untuk menyelenggarkan sesuatu, Indonesia terbilang sukses. Bahkan yang satu ini terbilang istimewa. Sudah sukses menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis, sukses pula memberikan hadiah kepada para tamu. Menggembirakan tapi menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7348698828905119655?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7348698828905119655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7348698828905119655' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7348698828905119655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7348698828905119655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/tuan-rumah-tanpa-gelar.html' title='TUAN RUMAH TANPA GELAR'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7414777824680188309</id><published>2009-06-14T11:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T11:25:59.576-07:00</updated><title type='text'>Mengejutkan, Persitara akan Dijual</title><content type='html'>Korban berjatuhan lagi. Klub dilanda prahara setelah dililit persoalan keuangan. Kali ini datang dari Persitara. Tidak bubar memang, tapi akan dijual. Berita dari Kompas.com itu lengkapnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer klub Persitara Jakarta, Hary Ruswanto terkejut setelah mendengar kabar bahwa klub berjuluk "Laskar Si Pitung" ini bakal dijual musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum mendengar secara resmi. Belum ada pembicaraan resmi ketua umum dengan jajaran manajemen berkaitan soal itu," kata Hary kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hary yang sukses membawa klub Persitara sejak Divisi II regional hingga Super Liga musim ini menyatakan kecewa jika memang tim Persitara dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saya paling merasakan bagaimana perjuangan membawa tim ini sampai ke Liga Super, bahkan baru-baru ini semua tahu bagaimana tim ini berusaha bisa bertahan di Liga Super," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan keputusan yang bisa membuat kami syok, tapi bagaimanapun, wewenang bukan ada pada saya. Saya hanya pelaksana teknis di lapangan, dan Persitara bagi kami adalah segalanya, tim kebanggaan warga Jakarta juga," kata Hary yang akrab disebut Gendhar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga menimpa klub Persijatim FC yang dijual ke Sumsel menjadi Sriwijaya FC, beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar bakal dijualnya Persitara ini muncul setelah Ketua Umum Persitara Effendi Anas menyatakan pihaknya akan melepas Persitara ke pihak lain, mengingat minimnya dukungan dana dari Pemerintah Kota Jakarta Utara musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan berat hati, kami harus memutuskan menjual tim ini. Persitara jika terus jalan tidak akan kuat dalam hal dukungan finansial. Maka dari itu, kami akan jual tim ini," kata Effendi Anas yang dihubungi wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, tim yang dipastikan musim depan tetap berlaga di kancah tertinggi Indonesia Super League (ISL) itu minim dukungan pihak Pemkot. Persitara mulai menanjak dari kompetisi terendah Divisi II regional (kasta sepak bola terendah di Indonesia), kini menjadi tim yang berada di kasta sepak bola tertinggi, ISL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang kami tahu perjuangan elemen tim dan semua pengurus sejak dulu. Tapi bagaimana lagi, Walikota Jakarta Utara (Bambang Sugiyono, Red) saja tidak mau memegang tim ini, bagaimana bisa eksis tim ini tanpa dukungan birokrat. Saat ini kami sedang menjajaki pembeli tim ini," kata mantan Walikota Jakarta Utara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono belum lama ini menyatakan tidak mau memegang Persitara dengan alasan sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta Utara merupakan wilayah kota administratif Jakarta yang memiliki klub internal sepak bola yang luar biasa. Buktinya, ada 33 klub internal Divisi Utama, 33 klub Divisi I dan tiga kompetisi Kelompok Umur (KU) yang semua jalan di wilayah Jakut. Bukan itu saja, ada tiga stadion sepak bola yang dimiliki Jakut: Stadion Kamal Muara, Stadion Rawa Badak, dan Stadion Tugu Jakarta Utara.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ketergantungan pada birokrat sekian lama membuat mereka hilang kemandiriannya. Kenapa selama itu tidak memikirkan soal kemandirian klub? Sekarang setelah ancaman dana dari APBD hilang menjadi terkaget-kaget. Cara pintas, jual! Yang dikorbankan adalah pembinaan klub anggotanya, bukan tidak mungkin bakal terbengkalai. Seyogyanya mulai sekarang melakukan kemandirian klub dengan melibatkan sponsor dan pihak swasta lainnya. &lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7414777824680188309?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7414777824680188309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7414777824680188309' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7414777824680188309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7414777824680188309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/mengejutkan-persitara-akan-dijual.html' title='Mengejutkan, Persitara akan Dijual'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5770969173747483473</id><published>2009-06-10T09:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T10:10:38.118-07:00</updated><title type='text'>PKT Bertahan Meski Masa Depan Samar</title><content type='html'>Sepakbola Indonesia lagi-lagi melantunkan lagu bimbang. Kaitannya apa lagi kalau bukan soal masa depan klub. Inilah yang dirasakan oleh PKT Bontang seperti dikutip dari Kompas.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKT Bontang  memastikan diri bertahan di Djarum Super Liga Indonesia dengan membungkam Pelita Jaya 5-1 (2-1) pada laga akhir di Stadion Mulawarman, PT Pupuk Kalimantan Timur, Kota Bontang, Rabu (10/6).&lt;p&gt;Dua gol pesta kemenangan PKT dicetak Josiah Setton pada menit ke-16 dan ke-71. Dua gol lainnya dicetak James Debbah pada menit ke-28 dan ke-59. Gol oleh Titus Bonai pada menit ke-85 melengkapi kemenan gan PKT. Gol hiburan Pelita Jaya dicetak Cristiano Lopez pada menit ke-44.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil tersebut membuat PKT tidak menjalani laga &lt;em&gt;play off&lt;/em&gt; atau berebut satu tempat di liga melawan Persebaya Surabaya. Laga tersebut harus dilakoni PSMS Medan yang dihancurkan tuan rumah Persiwa Wamena 5-0.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, masa depan Laskar Khatulistiwa ini masih samar. Belum bisa dipastikan siapa yang akan membiayai keperluan tim musim depan. "PKT tidak mengucurkan dana lagi sehingga mungkin akan ditangani oleh Pemerintah Kota Bontang," kata Asisten Manajer Bontang PKT Prayitno Hadi saat dihubungi dari Kota Samarinda.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bisa ditebak kelanjutan dari berita ini, bahwa Pemkot Bontang juga akan berpikir seribu kali mengeluarkan biaya besar untuk PKT. Persoalannya adalah adanya peraturan Mendagri yang tidak mengizinkan pemakaian dana APBD bidang sosial/olahraga untuk keperluan sepakbola secara penuh. Melanggar aturan ini bisa ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tapi, ada juga yang berhasil, Persija Jakarta umpamanya. Asal disetujui oleh DPRD, yang merupakan perwujudan masyarakat, bisa berjalan sesuai harapan. Tinggal kini adalah porsi kepentingannya. Ayolah berbicara dengan rasional dan kepala dingin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5770969173747483473?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5770969173747483473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5770969173747483473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5770969173747483473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5770969173747483473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/pkt-bertahan-meski-masa-depan-samar.html' title='PKT Bertahan Meski Masa Depan Samar'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1995649788309926065</id><published>2009-06-07T10:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T11:05:09.473-07:00</updated><title type='text'>Jaya Hartono Isyaratkan Hengkang dari Persib</title><content type='html'>Indonesia Super League (ISL) sudah melahirkan juara, yaitu Persipura. Tapi, cerita tentang Persib masih saja menarik. Berikut yang dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono, mengisyaratkan untuk hengkang dari klub tersebut, setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2008-09 berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaya Hartono yang dihubungi wartawan di Surabaya, Minggu (7/6) mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan manajemen "Maung Bandung", julukan Persib, terkait perpanjangan kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang belum ada pembicaraan apa-apa. Bahkan rencana Persib mendirikan perusahaan juga belum jelas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini mengaku senang melatih tim berjuluk "Maung Bandung" itu, kendati gagal membawa Persib meraih prestasi puncak di ISL dan Copa Indonesia musim ini. Padahal, materi pemain yang dimiliki Persib musim ini cukup tangguh dan solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk perpanjangan kontrak, Jaya Hartono setidaknya membutuhkan kepastian dan keseriusan dari manajemen tim, terutama menyangkut pendanaan untuk kompetisi musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya saya belum mau bicara lebih jauh soal itu. Sampai sekarang, dana yang dimiliki Persib untuk kompetisi musim depan juga belum jelas," kata pelatih yang sukses membawa Persik juara Liga Indonesia musim 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan pemain nasional ini juga mengaku belum mendapat tawaran dari klub mana pun untuk kompetisi musim depan. Saat ini, Jaya Hartono masih berkonsentrasi menyelesaikan tugasnya mendampingi Persib yang tinggal menyelesaikan satu pertandingan, melawan Persija Jakarta di Malang, Rabu (10/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan itu cukup krusial bagi Persib untuk mengamankan posisinya sebagai runner-up klasemen akhir ISL. Persib kini mengumpulkan poin 63, sama dengan poin yang dimiliki Persiwa Wamena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kalah dari Persija, sementara Persiwa mampu mengatasi PSMS Medan pada laga terakhir, posisi Persib akan tergusur Persiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kedua tim meraih hasil imbang, Persib tetap kokoh di posisi dua, karena unggul dalam selisih gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peluang untuk bertahan di runner-up tetap terbuka dan saya optimistis anak-anak bisa mengatasi Persija," kata Jaya Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gagal menjadi juara, jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;runner up&lt;/span&gt; sebenarnya sudah bagus. Hanya memang perlu perjuangan keras mengingat posisi Maung Bandung itu masih goyah. Soal akan hengkangnya Jaya Hartono, semuanya diserahkan kepada yang bersangkutan dan Persib sendiri. Hanya memang jangan sampai ada pelanggaran peraturan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah tim-tim elit pernah merasakan berada di puncak kompetisi dalam beberapa tahun belakangan, nasib Persib memang masih belum bagus. Mereka sering lebih prima di awal-awal kompetisi, sebelum kedodoran di akhir kompetisi. Pekerjaan rumah buat pelatih Persib yang baru jika Jaya tak diperpanjang kontraknya. Bermain stabil dari awal hingga akhir kompetisi!&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1995649788309926065?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1995649788309926065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1995649788309926065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1995649788309926065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1995649788309926065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/jaya-hartono-isyaratkan-hengkang-dari.html' title='Jaya Hartono Isyaratkan Hengkang dari Persib'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2154576400839475476</id><published>2009-06-03T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T08:17:43.476-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Kejar 54 Emas SEA Games</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com tentang target kontingen kita di SEA Games Laos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia berharap mendapatkan 54 medali emas, 38 perak dan tiga perunggu pada ajang SEA Games Laos yang akan berlangsung pada Desember 2009&lt;p&gt;"Proyeksi raihan 54 medali agar Indonesia menempati peringkat tiga besar," kata ketua Program Atlet Andalan Sutjipto dalam acara "Rekapitulasi Proyeksi Medali SEA Games 2009" di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Adhyaksa Dault, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)/Komite Olahraga Internasional Rita Subowo dan Deputi V Menteri Koordinator Kesejahteraan (Menko Kesra) Rakyat Sugihartamto serta sejumlah atlet dan pelatih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sutjipto mengatakan proyeksi perolehan medali Indonesia pada ajang SEA Games 2009 tersebut dikalkulasikan berdasarkan hasil latihan dan beberapa ujicoba (try out) para atlet selama digembleng dalam pembinaan PAL yang digulirkan kemennegpora, KONI/KOI dan Menko Kesra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan rekapitulasi PAL, proyeksi medali pada ajang kompetisi olahraga dua tahunan tersebut meliputi cabang atletik sebanyak 10 emas, 13 perak, satu perunggu disusul balap sepeda (6 emas/1 perak), angkat besi (5 emas/7 perak), pencak silat (5 emas), bulutangkis (5 emas), panahan (3 emas/4 perak),  judo (3 emas/1 perak/1 perunggu), wushu (3 emas/1 perak), renang (2 emas/3 perak/1 perunggu), biliar (2 emas/2 perak), tenis (2 emas/1 perak),  gulat (2 emas /1 perak), taekwondo (2 emas),  menembak (1 emas/2 perak), tinju (1 emas/1 perak) dan tenis meja (1 emas/1 perak).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Guna meraih proyeksi medali emas, PAL mencanangkan Indonesia akan menurunkan 176 atlet pada 16 cabang olahraga pada SEA Games 2009 dan menargetkan menempati posisi tiga besar setelah Thailand dan Vietnam. "Lawan Indonesia yang harus dikalahkan untuk menempati tiga besar bukan Thailand atau Vietnam, tetapi Malaysia," kata Sutjipto seraya menambahkan proyeksi raihan medali emas Indonesia harus mencapai 15 persen dari 369 medali yang diperebutkan pada SEA Games 2009 di Laos.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disinggung mengenai kekuatan Thailand dan Vietnam, Sutjipto menuturkan kedua negara tersebut memiliki kekuatan yang merata pada seluruh cabang olahraga sehingga Indonesia sedikit kesulitan untuk mengatasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Menpora Adhyaksa Dault mengatakan proyeksi menempati posisi tiga besar merupakan target yang realistis karena ada beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Indonesia untuk meraih medali emas, namun tidak dipertandingkan pada ajang kompetisi antar negara di Asia Tenggara tersebut, antara lain rowing, kano, anggar dan bowling."Realistis-lah menempati posisi tiga itu sangat sulit, tetapi Indonesia harus yakin dapat meraih target itu," kata Adhyaksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan Indonesia menembus posisi tiga besar pada SEA Games Laos yang digelar sekitar enam bulan mendatang. Pada SEA Games Thailand 2007, Indonesia menempati posisi empat dengan raihan 56 emas, 64 perak dan 83 perunggu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berhasil meraih peringkat tiga, Adhyaksa menargetkan Indonesia meraih gelar juara umum pada saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011, dengan upaya melakukan pembinaan regenerasi atlet elit melalui PAL.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudah bisa tercapai. Tapi, biasanya target yang dicanangkan meleset. Tiga besar memang target yang wajar. Yang perlu diperhatikan adalah kekuatan lawan yang diprediksi di bawah kita, seperti Malaysia dan Singapura. Dalam beberapa SEA Games lalu sering kita dikalahkan oleh kelemahan intelejen olahraga kita sehingga di lapangan terkeju dengan prestasi lawan. Uji coba menjadi suatu alat pemantauan, tapi pemanfaatan sumber lain, seperti perwakilan negeri kita di negara lawan perlu dilakukan. Untuk melihat dari dekat persiapan lawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau target juara umum di kandang sendiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; biasa saja. Yang luar biasa kalau di Laos menjadi juara umum. Mampu, bung?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2154576400839475476?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2154576400839475476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2154576400839475476' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2154576400839475476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2154576400839475476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/06/indonesia-kejar-54-emas-sea-games.html' title='Indonesia Kejar 54 Emas SEA Games'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4429226028979243190</id><published>2009-05-31T13:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T13:20:34.988-07:00</updated><title type='text'>Pemain PSIS Belum Terima Gaji</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com ini merupakan satu di antara sekian berita tentang nasib pemain di klub-klub sepakbola Indonesia. Mereka ibarat berselancar menggolkan dana APBD untuk kegiatan klubnya. Padahal cara itu tidak dibenarkan. Berita lengkapnya sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain PSIS Semarang sampai kini belum menerima gaji bulan Mei 2009, padahal dalam kontrak disebutkan bahwa pelunasan gaji dilakukan 31 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami semua belum gajian, padahal sesuai dengan draf kontrak baru - saat tim tidak jadi dibubarkan - gaji akan dibayarkan 31 Mei 2009. Surat kontrak ini yang membuat manajemen dan kami hanya menandatangani," kata Idrus Gunawan, seorang pemain PSIS pada pers di Semarang, Minggu (31/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dirinya selalu mendapat pertanyaan soal itu dari teman-temannya di tim terutama yang berasal dari luar Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka yang berasal dari luar Semarang sering menanyakan kepada saya kapan gajian. Saya sendiri bingung menjawabnya kemudian saya mencoba menghubungi manajemen tetapi tidak ada jawaban," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ditelepon, kadang tidak diangkat. Mungkin mereka sedang sibuk, saya juga tidak tahu," kata pemain senior di tubuh tim Mahesa Jenar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap manajemen bisa segera memenuhi hak-hak pemain untuk bulan ini, apalagi kalau dilihat dari sisi loyalitas dan dedikasi pada tim, tidak perlu diragukan lagi. Pada saat ini, kondisi tim serba sulit dapat diibaratkan "mati suri" masih tetap bersemangat membela PSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain PSIS yang lain, Deni Rumba, juga berharap manajemen dapat segera membayar hak-hak semua pemain untuk bulan ini, mengingat manajemen sendiri yang membuat perjanjian akan membayar gaji bulan ini paling lambat tanggal 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami belum mendapat kabar untuk gaji bulan ini dan kami akan menanyakan hal itu saat tim berlatih di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (1/6)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan menunggu hingga Senin (1/6). Kami berharap semuanya akan beres karena jika sudah dibayarkan tentunya kami tenang dan siap melakukan latihan untuk persiapan pertandingan selanjutnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSIS Semarang masih menyisakan dua pertandingan lagi, yaitu melawan tuan rumah PKT Bontang (6/6) dan Persiba Balikpapan (10/6). Hasil apa pun yang dicapai tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah dan kawan-kawan pada dua pertandingan tersebut tidak akan mempengaruhi tim yang sudah pasti terkena degradasi pada musim kompetisi tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tim Mahesa Jenar berada pada urutan terbawah klasemen sementara Liga Super dengan nilai 21, yaitu dari 32 kali main, empat kali menang, sembilan kali seri, dan 19 kali kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sudah waktunya klub-klub sepakbola di Tanah Air hidup dengan cara mandiri. Dana dicari sendiri tanpa mengandalkan APBD. Ciri mandiri menunjukkan kesanggupan mereka masuk ke dalam kancah sepakbola profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ketergantungan terus kepada APBD, sulit sepakbola kita akan maju. Persoalan seperti ini pun akan terus terulang.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4429226028979243190?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4429226028979243190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4429226028979243190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4429226028979243190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4429226028979243190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/05/pemain-psis-belum-terima-gaji.html' title='Pemain PSIS Belum Terima Gaji'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5120700698617558984</id><published>2009-05-27T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T09:38:20.885-07:00</updated><title type='text'>Hendrawan Tinggalkan Pelatnas Cipayung</title><content type='html'>Berita ini bersumber dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih bulu tangkis, Hendrawan, Rabu (27/5) ini, resmi meninggalkan pelatnas Cipayung. Ia akan mulai melatih timnas Malaysia pada 1 Juli mendatang.&lt;p&gt;"Sebenarnya saya terikat kontrak untuk mulai melatih pada 1 Juni mendatang. Namun karena waktu antara saya keluar pelatnas dengan 1 Juni terlalu pendek, saya minta penundaan selama satu bulan, untuk mempersiapkan diri," kata Hendrawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hendrawan memang telah terikat janji dengan Ketua Umum PBSI Djoko Santoso untuk bertahan hingga usai pelaksanaan turnamen Piala Sudirman di Guangzhou, 10-17 Mei lalu. "Rabu ini saya mengikuti rapat evaluasi Piala Sudirman. Ini janji saya ke Pak Djoko," kata Hendrawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hendrawan mengaku ini pilihan yang berat, tetapi sudah dipertimbangkan masak-masak. "Saya harus mempertimbangkan masa depan keluarga," kata Hendrawan yang memiliki dua anak. Putrinya, Yosephine Sevilla (8), lahir saat ia menjadi juara dunia di Sevilla, Spanyol, pada 2001. Sementara putranya, Alexander Thomas (7), lahir saat Hendrawan membantu Indonesia mempertahankan Piala Thomas pada 2002.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua buah hatinya inilah yang membuat Hendrawan mengambil keputusan untuk menjadi pelatih profesional murni. Menurut Hendrawan, sistem  yang ada di Pelatnas Cipayung sekarang membuatnya merasa tidak pasti dengan masa depannya. "Kami memang digaji bulanan, tetapi tanpa kontrak yang jelas. Jadi setiap saat saya dapat kehilangan pekerjaan," lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara tawaran untuk melatih di Malaysia sudah diterimanya sejak 2005 lalu. Ia mengaku, bantuan terbesar datang dari mantan rekannya sesama pelatnas, Rexy Mainaky, yang kini juga melatih di sana. "Namun saat itu saya sudah terikat janji untuk menangani pelatnas hingga Olimpiade (Beijing) 2008," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama menangani para pemain di pelatnas, Hendrawan mengaku telah berusaha meningkatkan kemampuan para pemain yang ada. "Para pemain putri kita kan sekarang kembali diperhitungkan. Sementara Sony dan Simon yang sempat menurun, juga mulai menemukan kepercayaan diri lagi," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, menurut juara dunia 2001 ini, proses regenerasi kini memang jauh lebih sulit dibandingkan saat dia masih aktif bermain. "Dulu pasokan pemain yunior lebih mudah karena pelatda-pelatda aktif mengadakan kejuaraan," katanya. Namun kini dengan minimnya dana, pengda justru mengandalkan aliran dana dari pusat. "Mungkin yang aktif kini hanya pelatda di Jawa."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski baru berangkat ke Malaysia pada 30 Juni mendatang, Hendrawan akan mulai bekerja mengamati para pemain Malaysia di Indonesia Open, Juni mendatang. Untuk satu tahun pertama, Hendrawan akan tinggal di mess pemusatan latihan di Malaysia dan meninggalkan keluarga di Cibubur, Jakarta. "Kalau memang memungkinkan, baru keluarga akan saya boyong ke Malaysia."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Salah satu bukti lagi kalau bulutangkis kita pencetak pelatih-pelatih andal. Bukan hanya pelatih, pemain-pemain berdarah Indonesia juga banyak bertebaran di seantero dunia. Yang tinggal kini adalah pembinaan di dalam negeri dan berharap gelar-gelar jangan berhenti datang. Jangan pula kepergian para pelatih maupun pemain justru menampar muka negara karena mereka memiliki prestasi lebih tinggi dibanding ketika mereka melatih di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepakbola, Brasil dikenal sebagai negeri pengekspor pemain. Tapi prestasi tim nasionalnya tetap hebat di muka bumi ini. Indonesia semestinya bisa mengembalikan kejayaan bulutangkis dengan merebut kembali gelar-gelar bergengsi di Piala Thomas, Piala Uber, Piala Sudirman, Olimpiade, dan banyak lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5120700698617558984?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5120700698617558984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5120700698617558984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5120700698617558984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5120700698617558984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/05/hendrawan-tinggalkan-pelatnas-cipayung.html' title='Hendrawan Tinggalkan Pelatnas Cipayung'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7002076426497830557</id><published>2009-05-24T09:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T09:07:50.633-07:00</updated><title type='text'>Tanding Ulang Chris John-Rocky Juarez di Los Angeles</title><content type='html'>Berita soal Chris John bersumber dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara dunia kelas bulu WBA Chris John, Minggu (24/5) malam iji dijadwalkan tiba di Jakarta untuk selanjutnya akan bertemu engan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault, Selasa lusa. &lt;p&gt;"Saya mau berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput Chris John dari Australia," kata Asisten Manajer Herry’s Gym, Toni Priatna ketika dihubungi dari Semarang, Minggu malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, Chris John akan bertemu Menegpora Selasa siang pukul 13.30 WIB kemudian bertemu dengan wartawan dan para sponsor. "Sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu Chris John pada pertarungan mendatang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti diwartakan sebelumnya, Indonesia akan mengerahkan 5.000 warganya yang bermukim di Los Angeles, AS untuk menonton langsung pertandingan ulang Chris John melawan petinju AS Rocky Juarez.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami minta kepada Oscar de la Hoya dari Golden Boy Promotion untuk memindahkan pertarungan itu dari Texas ke Los Angeles dengan pertimbangan di Los Angeles sangat memungkinkan pertarungan Chris John bisa didukung langsung oleh warga Indonesia yang berada di sana," kata Menpora Adhyaksa Dault di Jakarta, Rabu lalu, ketika menerima beberapa pihak sponsor yang akan mendanai para warga Indonesia di Los Angeles yang akan menonton langsung pertarungan tinju tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau pertarungan berlangsung di Texas akan tidak ada dukungan untuk Chris John, karena di daerah tersebut hanya sedikit warga Indonesia," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Para sponsor penyandang dana ini akan membiayai 5.000 warga Indonesia di Los Angeles yang akan menonton Chris John, jadi mereka gratis menonton langsung di pentas tinju bertarif sekitar 25-50 dolar per tiket itu, tapi mereka juga diharuskan mengenakan atribut sponsor misalnya memakai kaos sponsor," tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di samping itu, kata dia, Chris John akan bertemu Menegpora untuk mohon restu untuk menjalani tarung ulang melawan petinju tuan rumah, Rocky Juarez di Staples Center, Los Angeles Amerika Serikat, 27 Juni 2009.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, petinju kelahiran Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut direncanakan bertolak ke Amerika Serikat, Rabu (27/5), sehingga memiliki waktu sekitar satu bulan untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca di sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Usaha untuk memindahkan tempat pertarungan sekaligus berharap pendukung banyak, patut dipuji. Namun, kalau dikaitkan dengan kaos sponsor dan embel-embel lain menyangkut sponsor, perlu dicermati. Apalagi ini pertarungan di bawah label profesional sejati. Mungkinkah membawa rombongan sponsor sebanyak itu diizinkan atau malah nanti di sana menimbulkan problema?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Untuk Chris John, jangan hanya melihat kelemahan lawan tapi juga koreksi kekurangan sendiri pada lagak pertama. Yang paling mencolok adalah stamina dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;killing punch&lt;/span&gt;. Maju terus, Sang Naga!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7002076426497830557?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7002076426497830557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7002076426497830557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7002076426497830557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7002076426497830557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/05/tanding-ulang-chris-john-rocky-juarez.html' title='Tanding Ulang Chris John-Rocky Juarez di Los Angeles'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5549071743111976496</id><published>2009-05-20T08:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T09:13:40.091-07:00</updated><title type='text'>Djarum Super Soccer Luncurkan "Mana Lagu Sepak Bola Kamu"</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djarum Super Soccer (DSS) meluncurkan program "Mana Lagu Sepak Bola Kamu" di Jakarta, Selasa (19/5). Melalui program ini, pemusik dan penggemar sepak bola berkesempatan membuat dan mengirimkan lagu bertema sepak bola. Lagu yang lolos seleksi akan dipopulerkan oleh DSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan sepak bola dan musik sudah semakin rekat. Buktinya adalah, nyaris tak ada pertandingan sepak bola yang tidak diiringi yel-yel atau tabuhan genderang suporter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diamat-amati, selain lagu mars suatu tim, suporter juga menciptakan lagu-lagu sendiri. Entah dengan tema kritik atau sanjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kreatif itulah yang ingin ditangkap dan dikembangkan DSS dalam program "Mana Lagu Sepak Bola Kamu". Melalui ajang ini, pemusik dan pecinta bola berkesempatan mempopulerkan lagu bertema sepak bola ciptannya. Ajang ini menjadi saluran positif penyaluran emosi pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui program ini, DSS ingin menunjukkan totalitasnya membangun sepak bola nasional. Artinya, semua aspek sepak bola, selain pertandingan mendapat perhatian serius. Bila tergarap dengan baik, kesatuan semua elemen sepak bola diharapkan akan meningkatkan prestasi sepak bola nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Business Development Digital Media PT Djarum, Daniel Tumiwa, DSS telah menyediakan situs &lt;a href="http://www.djarum-super.com/"&gt;www.djarum-super.com&lt;/a&gt; sebagai sarana interaksi penggemar sepak bola. Salah satunya adalah untuk program "Mana Lagu Sepak Bola Kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ciptaan bisa diunggah ke situs itu. Kemudian, lagu akan diseleksi. Lagu-lagu yang lolos akan dipoles dan disempurnakan kualitasnya teknisnya oleh perusahaan digital, NuBuzz Network. Setelah itu, lagu bisa diunduh secara gratis di situs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semakin banyak orang mencipta dan mengirim lagu, akan semakin kaya pula khasanah lagu untuk dinyanyikan suporter saat menyaksikan langsung pertandingan sepak bola. Mudah-mudahan juga, sepak bola Indonesia juga semakin maju karenanya.&lt;p&gt;Salah satu yang sudah bisa diunduh adalah Spak Bola karya The Nunung CS (TNCS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Komentar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Djarum telah banyak berbuat untuk sepakbola Indonesia. Kegiatan itu merupakan kreativitas yang lain. Tapi menarik juga disimak komentar yang dikirimkan pembaca Kompas soal berita ini:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;riant @ Selasa, 19 Mei 2009 | 20:50 WIB&lt;br /&gt;lagu yang cocok.. MANA TANGGUNG JAWABMU PSSI&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5549071743111976496?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5549071743111976496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5549071743111976496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5549071743111976496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5549071743111976496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/05/djarum-super-soccer-luncurkan-mana-lagu.html' title='Djarum Super Soccer Luncurkan &quot;Mana Lagu Sepak Bola Kamu&quot;'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8989667365936261460</id><published>2009-05-19T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:38:51.180-07:00</updated><title type='text'>Gelar Kehormatan buat Muhammad Ali</title><content type='html'>Berita Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petinju legendaris Muhammad Ali memperoleh gelar doktor kehormatan dari Muhlenberg College di Allentown, Pennsylvania, Minggu (17/5).&lt;p&gt;Penghargaan tersebut diberikan atas jasa-jasa Muhammad Ali dalam sumbangsihnya pada kemanusiaan. Ali merupakan juara dunia tinju kelas berat 1965-1967 serta 1974-1979. Pada masa-masa itu, ia mengembangkan pemikiran yang sangat berguna bagi perkembangan persamaan hak manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gelar doktor kehormatan tersebut diberikan oleh Presiden Muhlenberg College, Peyton Helm, Minggu. Dalam kesempatan itu, Helm mengungkapkan saat-saat bersejarah Ali di dalam dan di luar ring tinju. "Hari ini kami merayakan Anda sebagai juara sejati, pemimpin, dan seorang pencinta hak asasi manusia," kata Helm.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kehidupan dan karier Anda telah membawa Anda melampaui dunia tinju.  Anda pernah menjadi simbol dari kebanggaan kaum kulit hitam," ia melanjutkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Helm juga menyebutkan bahwa Ali menggunakan gelar juara yang disandangnya untuk menyiarkan hal-hal yang baik ke seluruh dunia. Ia berkampanye melawan kemiskinan dan mempromosikan pendidikan di Afganistan, Korea Utara, Kuba, Irak, dan Amerika Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ali (67) yang telah puluhan tahun melawan penyakit Parkinson tidak mengatakan apa-apa. Ia menerima penghargaan tersebut dengan didampingi istrinya, Lonnie atau Yolanda.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hebat untuk Amerika Serikat, terpujilah Muhammad Ali. Dia memang pantas mendapatkannya. Mungkinkah itu terjadi di Indonesia? Tapi petinju siapa yang pantas diberikan gelar itu? Atau ada dari cabang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari tinju rasanya belum ada, tapi kalau dari cabang lain saya calonkan Rudy Hartono, mantan pebulutangkis kita yang pernah menjadi juara All-England 7 kali berurutan, dan setumpuk gelar lagi di Piala Thomas dan kejuaraan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas mana yang mau?&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8989667365936261460?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8989667365936261460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8989667365936261460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8989667365936261460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8989667365936261460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/05/gelar-kehormatan-buat-muhammad-ali.html' title='Gelar Kehormatan buat Muhammad Ali'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3794630343537057015</id><published>2009-03-15T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T09:53:15.460-07:00</updated><title type='text'>Selama Kampanye Sepak Bola Dilarang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Berita ini dikutip dari Kompas.com :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia d&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;an level di bawahnya dipastikan harus berhenti selama masa kampanye hingga pelaksanaan pemilihan umum legislatif, menyusul keluarnya larangan dari kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar penghentian kompetisi itu diungkapkan Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Timur, Haruna Soemitro kepada wartawan, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Polda Jatim, Komisi Pemilihan Umum dan perwakilan klub di Surabaya, Kamis (12/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut, Kasi Yanmin Direktorat Intelkam Polda Jatim, Kompol Harisih Pinujih menunjukkan surat telegram dari Mabes Polri soal larangan kegiatan yang mengerahkan massa dalam jumlah besar di luar acara kampanye pada 16 Maret hingga 9 April 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penghentian kompetisi ini jelas membawa dampak bagi klub dan BLI (Badan Liga&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; Indonesia). Pengeluaran klub jelas membengkak karena kompetisi pasti akan molor. Belum lagi masalah kontrak pemain yang harus diperpanjang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara bagi BLI, larangan ini ibaratnya sudah jatuh masih tertimpa tangga. Jadwal molor akan membuat biaya kompetisi membengkak dan BLI juga akan terkena penalti dari sponsor," tambah Haruna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, keluarnya larangan itu sangat di luar dugaan, karena sebelumnya masih ada celah dan peluang yang diberikan oleh kepolisian untuk melanjutkan kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu celah itu adalah menggelar pertandingan sepak bola tanpa penonton dan jadwalnya disesuaikan dengan kegiatan kampanye agar tidak berbenturan. Sebagian besar klub di Jatim juga setuju menggelar laga tanpa penonton, kendati dengan risiko rugi karena tidak mendapatkan pemasukan. Klub berharap kompetisi bisa selesai sesuai jadwal sekitar Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekan lalu kami sudah bertemu Kapolda dan membicarakan masalah ini. Kalau sekarang ada surat telegram dari Mabes Polri, PSSI Jatim tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah kontak Ketua BLI dan PSSI untuk menindaklanjuti telegram Mabes Polri tersebut, barangkali ada kemungkinan melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Kalau memang dihentikan, harus semuanya dan tidak boleh ada daerah lain yang diizinkan," kata Haruna menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLI sendiri berencana mengundang klub-klub untuk membicarakan jadwal kompetisi di masa kampanye pada Sabtu (14/3) di Surabaya. Namun, pertemuan itu kemungkinan besar dibatalkan karena keluarnya larangan dari Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra Buruk&lt;br /&gt;Haruna Soemitro juga mengatakan bahwa keluarnya larangan Mabes Polri itu makin memperburuk citra sepak bola Indonesia yang saat sedang berjuang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Ini juga sindiran buat Indonesia. Untuk mengamankan kompetisi nasional tidak bisa, bagaimana mau menggelar Piala Dunia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI ini, semestinya ada pertimbangan-pertimbangan yang lebih baik dan matang dari sekadar menghentikan pertandingan sepak bola karena aspek keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah semestinya perlu mencontoh Thailand yang tidak melarang kompetisi sepak bola dihentikan, kendati pada saat bersamaan di negara tersebut sedang terjadi demo besar-besaran beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah Thailand memiliki itikad baik dan sangat paham bahwa sepak bola juga punya dampak terhadap citra suatu negara," ujar Haruna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, anggota Divisi Teknis KPU Jatim, Andry Dewanto Achmad usai pertemuan dengan Pengprov PSSI Jatim mengatakan bahwa pada prinsipnya KPU tidak mempermasalahkan kegiatan kompetisi sepak bola tetap berjalan selama masa kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepanjang mekanisme perizinan ada dan jadwalnya tidak berbenturan dengan zona kampanye, tidak jadi masalah sepak bola tetap jalan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola Indonesia mirip dengan keadaan para elit politik maupun perpolitikan di Tanah Air: tidak saling percaya. Sehingga pihak Polisi pun tidak percaya kalau sepakbola di sini murni olahraga. Kita melihatnya sederhana saja. Sumber dana klub-klub sepakbola kebanyakan dari APBD yang disetujui oleh kepala daerah. Nah si penguasa itu kebanyakan menitipkan embel-embel politik kepada sepakbola. Maka takutlah kita melihat sepakbola menjadi kancah kampanye umpamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kalau klub tanpa APBD, pihak kepolisian baru akan melihat lain sepakbola di negerinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3794630343537057015?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3794630343537057015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3794630343537057015' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3794630343537057015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3794630343537057015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/03/selama-kampanye-sepak-bola-dilarang.html' title='Selama Kampanye Sepak Bola Dilarang'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3123894002338204393</id><published>2009-03-11T08:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T15:38:00.174-07:00</updated><title type='text'>Sekian Buat Simon Santoso</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggal putera Indonesia, Simon Santoso langsung tersingkir di babak pertama turnamen bulu tangkis Super Series Swiss Terbuka, Rabu (11/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simon yang tidak diunggulkan di turnamen yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel ini disingkirkan  oleh pemain veteran Malaysia, Wong Choong Hann. Pemain tunggal kedua Indonesia ini menyerah dalam rubber game 12-21 21-14 21-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggal kedua Indonesia ini menyerah dalam waktu 53 menit. Dengan kalahnya Simon, di nomor tunggal putera harapan tinggal tertumpu pada Taufik Hidayat. Unggulan 7 ini akan menghadapi pemain Finlandia, Ville Lang. Sebelumnya, pemain utama Sony Dwi Kuncoro memutuskan menarik diri karena mengalami cedera di turnamen Siuper Series All England.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di turnamen Super Series All England pekan lalu, Simon juga tersingkir di babak awal. Ia dikalahkan unggulan 4 dari Denmark, Peter Hoeg Gade. Pemain Denmark ini kemudian disingkirkan di babak perempatfinal oleh Taufik Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memang ini merupakan cermin kualitas bulutangkis kita sekarang. Miskin gelar bukan hanya terjadi di golongan putri tapi juga tingkat putra. Ada yang salah dalam pembinaan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3123894002338204393?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3123894002338204393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3123894002338204393' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3123894002338204393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3123894002338204393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/03/sekian-buat-simon-santoso.html' title='Sekian Buat Simon Santoso'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2232623919222907708</id><published>2009-03-08T11:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T12:24:33.083-07:00</updated><title type='text'>Daud Yordan Sobek Mata Kanan Guerrero!</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petinju Indonesia Daud "Cino" Yordan mencatat hasil no decision dalam pertarungan menghadapi juara dunia dua kali, Robert Guerrero, dalam pertarungan kelas ringan yunior NABO, Sabtu (Minggu WIB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan kedua petinju terpaksa dihentikan dan dinyatakan tanpa hasil (no decision) pada ronde kedua dalam pertemuan di HP Pavilion, San Jose, California. Wasit terpaksa menghentikan pertarungan karena mata kanan Guerrero sobek akibat benturan kepala kedua petinju pada ronde kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memeriksa cedera Guerreo, wasit menyatakan petinju mantan juara dunia kelas bulu IBF tersebut tidak mungkin meneruskan pertarungan saat ronde kedua tersisa 1 menit 47 detik. Karena baru berlangsung dua ronde, pertarungan dinyatakan berakhir tanpa hasil atau no decision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil ini, Yordan memperpanjang rekor bertandingnya yang belum terkalahkan dalam 17 pertandingan dengan 12 kemenangan KO. Sementara itu, Guerrero, petinju asal Gilrtoy, California, memiliki rekor bertarung 23-1-1 dengan 16 KO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam partai puncak lainnya di kelas welter yunior, Victor Ortiz (24-1-1, 19 KO) memukul TKO Mike Arnauotis (21-3-1, 10 KO) pada ronde kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Chris John memang pantas ditemani lagi setelah M. Rahman menghilang entah kemana. Maju terus, Daud Yordan! Kalau sekarang pertandingan tak dihitung, &lt;em&gt;next time&lt;/em&gt; KO!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2232623919222907708?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2232623919222907708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2232623919222907708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2232623919222907708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2232623919222907708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/03/daud-yordan-sobek-mata-kanan-guerrero.html' title='Daud Yordan Sobek Mata Kanan Guerrero!'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-644251428446999557</id><published>2009-03-01T08:48:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T08:52:36.994-08:00</updated><title type='text'>Juarez Akui Chris John Lebih Cerdik</title><content type='html'>Berita dari kompas.com tentang hasil pertarungan petinju kita, Chris John dengan Ricardo Rocky Juarez:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petinju AS, Ricardo Rocky Juarez, mengaku bahwa lawannya, Chris John, tampil cerdik dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu WBA yang berakhir seri di Toyota Center, Houston, Texas, Sabtu atau Minggu (1/3) WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira saya yang menang," kata Juarez. "Saya memang kalah pada ronde-ronde pertengahan. Namun, kami tampil dengan baik." Ketiga juri memberi angka sama 114-114 buat kedua petinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin merebut gelar juara di hadapan para pendukung. Saya sempat mengalami cedera, tetapi bukan masalah. Saya mampu merebut ronde-ronde akhir dan saya kira saya telah menang. Ia bertarung dengan cerdik. Namun, semuanya ini salah saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil ini, Juarez mencatat rekor bertarung 28-4-1 dengan 20 KO. Adapun Chris John tetap belum terkalahkan dengan rekor bertanding 42-0-2 dengan 22 KO. "Saya kira saya menang dengan mudah," kata Chris John. "Saya mampu mendominasi pertarungan. &lt;em&gt;He was a tough fighter, but what can I say&lt;/em&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar&lt;br /&gt;Selamatlah Chris. &lt;em&gt;You are the best&lt;/em&gt;. Hasil pertarungan boleh diaggap obyektif. Lawan mengakui itu, itulah sportivitas.&lt;br /&gt;Kalau ada pertarungan kedua, bakal lebih seru!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-644251428446999557?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/644251428446999557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=644251428446999557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/644251428446999557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/644251428446999557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/03/juarez-akui-chris-john-lebih-cerdik.html' title='Juarez Akui Chris John Lebih Cerdik'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7279937848732672069</id><published>2009-02-25T09:47:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T12:25:43.256-07:00</updated><title type='text'>PSSI Wajib Gelar Munas</title><content type='html'>Berita dari Kompas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Hubungan Luar Negeri PSSI Dali Taher menegaskan, seusai melaksanakan agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), PSSI diwajibkan menggelar Munas (Musyawarah Nasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah PSSI mengadakan extraordinary congress (Munaslub), maka Munas (kongres) wajib digelar sebelum batas waktu FIFA, 30 Juni 2009. Jika tidak, maka pencalonan&lt;br /&gt;Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 akan mendapatkan blacklist FIFA," kata Dali yang juga menjabat Komite Eksekutif (Exco) AFC dan Anggota Kode Etik FIFA kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, PSSI menggelar Munaslub sebagai kelanjutan atas revisi Pedoman Dasar (PD) PSSI yang telah disetujui AFC dan FIFA. PSSI sendiri telah menggelar Rapat Paripurna Nasional (Raparnas), pada 22-23 Februari untuk membahas persiapan Munaslub pada 18-20 April mendatang yang bertepatan dengan HUT ke-79 PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid malah menyatakan tidak ada pemilihan ulang terhadap kepengurusan PSSI. Dali menyatakan, setelah FIFA mengetahui PD PSSI yang baru, FIFA baru akan memutuskan apakah akan dilakukan Munas atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak, artinya pengurus PSSI yang sekarang tidak mengalami perubahan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSI sendiri belum mengirim formulir daftar ulang pencalonan Indonesia ke FIFA. Formulir tersebut paling lambat dikirim pada 20 Maret mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi inilah Indonesia. Sesama pengurus PSSI saja berbeda pendapat. Jadi, apa lagi yang diharapkan dari para pengurus tipe ini? Munas memang jalan terbaik, tapi apa ada yang mau jadi ketua umum PSSI selainmereka yang masih menjabat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7279937848732672069?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7279937848732672069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7279937848732672069' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7279937848732672069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7279937848732672069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/pssi-wajib-gelar-munas.html' title='PSSI Wajib Gelar Munas'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6244650461412957591</id><published>2009-02-22T14:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T15:03:29.036-08:00</updated><title type='text'>Presiden AFC Terkesan Presentasi Indonesia</title><content type='html'>Berita dari Kompas.com, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) Mohammed bin Hammam menyatakan kagum atas presentasi Indonesia yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan Hamman usai membuka secara resmi Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI ke-11 tahun 2009, yang berlangsung Minggu (22/2) hingga Selasa (24/2) di Jakarta."Saya yakin sukses untuk Indonesia tidak lama lagi akan tiba," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menegaskan, pihaknya akan membantu terselenggaranya Piala Dunia di Asia dan tentunya PSSI dan Indonesia memiliki potensi untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung apakah kunjungan ke Indonesia berkaitan pencalonan dirinya sebagai anggota Exco FIFA termasuk ada juga yang menjegalnya, ia menyatakan bahwa itu adalah demokrasi yang ada di organisasi FIFA. Ia juga menyatakan, kunjungannya juga untuk mencari dukungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menyatakan pekan depan, PSSI mengagendakan bertemu dengan Mensekneg soal persiapan PSSI untuk Piala Dunia ini. Menurutnya, ini adalah pekerjaan besar yang perlu dukungan semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam manajemen melakukan segala sesuatu dengan fokus sangat penting. Sebab itu kita berharap PSSI juga fokus dalam menjalankan program-programnya. Ketimbang harus banyak konsentrasi dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022, yakni persiapan menjadi penyelenggara dan membentuk tim nasional yang kuat, lebih baik pilih saja dulu fokus kepada pembentukan timnas yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita bisa berharap ikut Piala Dunia sebelum akhirnya menjadi tuan rumah. Nurdin memang sedang mencari sesuatu untuk menebus dosa-dosanya di masa lalu. Tapi, tetap saja kerja fokus tidak boleh ditinggalkan. Apalagi dalam menjalankan roda organisasi sebesar PSSI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6244650461412957591?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6244650461412957591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6244650461412957591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6244650461412957591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6244650461412957591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/presiden-afc-terkesan-presentasi.html' title='Presiden AFC Terkesan Presentasi Indonesia'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8476220440152764265</id><published>2009-02-18T10:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T10:23:30.686-08:00</updated><title type='text'>Pebalap Zahir Ali Gantikan Satrio Hermanto</title><content type='html'>Berita ini dikutip dari koran Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas menghampiri Zahir Ali. Ia menggantikan Satrio Hermanto untuk mewakili Indonesia pada seri kelima kejuaraan balap mobil formula A1GP di Afrika Selatan, 20-22 Februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satrio menjadi pebalap utama tim A1 Indonesia sejak musim 2007/2008. Ia mendapat pendamping, Zahir Ali, mulai musim 2008/2009. Sebagai pendatang baru, Zahir hanya mendapat kesempatan menjajal mobil dalam sesi latihan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim A1 Indonesia hingga seri keempat musim 2008/2009 masih belum mampu meraih poin. Mereka pun melakukan evaluasi menyeluruh, meliputi aspek teknis dan pebalap. Tim A1 Indonesia yang dikomandani Bagoes Hermanto—kakak Satrio—lantas memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Zahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini akan menjadi kesempatan pertama saya mengikuti lomba A1. Saya tidak mau memikirkan tekanan dari publik yang begitu menginginkan tim Indonesia mendapat poin. Saya akan fokus kepada usaha pengembangan mobil agar bisa tampil maksimal,” ujar Zahir yang tengah berada di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagoes menegaskan, keputusan merotasi pebalap dilandasi visi jangka panjang tim A1 Indonesia untuk selalu mendukung pebalap muda. Satrio menghargai keputusan tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya juga siap jika dipanggil kembali untuk membela Indonesia,” ujarnya, dikutip siaran pers tim A1 Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahir memiliki karier yang lengkap. Ia adalah mantan juara nasional karting. Setelah itu, Zahir mengikuti Formula BMW Asia, kejuaraan yang khusus didesain bagi pebalap yang baru naik kelas dari karting. Setelah dua musim mengikuti Formula BMW Asia, Zahir mengikuti satu musim penuh F3 Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dunia balap Indonesia baru ramai di luar sirkuit. Terlebih kalau melihat kasus Ananda Mikola yang ikut terlibat dalam kasus penyekapan seseorang dan perkaranya masih ditangani polisi. Di arena, sebenarnya kita mampu melakukan lebih baik. Tentulah ada yang keliru dalam pembinaan sejak dini hingga menceburkan diri ke arena internasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8476220440152764265?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8476220440152764265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8476220440152764265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8476220440152764265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8476220440152764265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/pebalap-zahir-ali-gantikan-satrio.html' title='Pebalap Zahir Ali Gantikan Satrio Hermanto'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4088048371783829462</id><published>2009-02-15T11:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T11:11:01.561-08:00</updated><title type='text'>Kapolda Jateng: Kekerasan di Lapangan akan Ditindak</title><content type='html'>Berita ini dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengingatkan kepada pemain, ofisial tim, dan penonton sepak bola supaya jangan melakukan tindakan kekerasan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada yang terbukti melakukan tindakan kekerasan tentunya akan kita proses sesuai hukum yang berlaku baik untuk penonton, pemain, dan ofisial tim," katanya sebelum pertandingan PSIS melawan Persijap Jepara di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (15/2) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, untuk penonton diimbau untuk bersikap tertib dan damai selama pertandingan berlangsung. "Kalau ada yang melakukan tindak kekerasan, akan saya tangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kata jenderal bintang dua tersebut, juga diingatkan agar jangan melakukan tindakan kekerasan selama bola mati. "Kami juga akan menangkap pemain jika melakukan kekerasan saat bola mati," katanya menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda menambahkan, di sini juga ada pemain asing dan tentunya juga harus bermain dengan baik. "Jangan sampai peristiwa di Solo menimpa kalian. Bermainlah dengan baik dan jaga sportivitas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengingatkan wasit untuk memimpin pertandingan ini dengan adil supaya pertandingan sepak bola ini bisa ditonton dan menjadi hiburan bagi masyarakat."Jika kami mencurigai wasit bertindak tidak adil tentunya akan kita periksa dan kalau memang terbukti juga akan ditindak sesuai dengan hukum," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan Divisi Utama antara tuan rumah Persis melawan Gresik United, dua pemain Nova Zaenal (Persis) dan Mamadaou (Gresik United) ditangkap polisi dan kini menjalani proses pemeriksaan di Poltabes Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pertandingan PSIS melawan Persijap Jepara, Kapolda Jateng didampingi Kapolwiltabes Semarang, Kombes Pol. Masjhudi keliling lapangan untuk melihat situasi penonton yang memadati stadion ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inilah akibat pelaku-pelaku sepakbola tidak bisa menangani diri sendiri. Bagaimana dengan pengurus PSSI yang secara tidak langsung menjadi salah satu penyebab kerusuhan, misalnya dengan tidak melakukan aturan main yang semestinya? Apakah juga harus ditangkap Polisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, Pak Polisi, cobalah cari pasal-pasal penangkapannya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4088048371783829462?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4088048371783829462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4088048371783829462' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4088048371783829462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4088048371783829462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/kapolda-jateng-kekerasan-di-lapangan.html' title='Kapolda Jateng: Kekerasan di Lapangan akan Ditindak'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5198959923623337244</id><published>2009-02-11T01:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T07:58:43.493-08:00</updated><title type='text'>Vita Ajukan Surat Pengunduran Diri</title><content type='html'>Berita soal bulutangkis yang dikutip dari Kompas.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia kembali pulih setelah Markis Kido kembali bergabung dengan Pelatnas. Namun, di sektor ganda putri dipastikan bakal pincang karena Vita Marissa sudah membulatkan tekadnya untuk mundur. &lt;p&gt;Pemain yang biasa berpasangan dengan Liliyana Natsir tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri. Ini dilakukan karena dia tetap menolak kesepakatan kontrak dengan PB PBSI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya, hari ini saya sudah mengajukan surat pengunduran diri," ujar Vita, Selasa (10/2).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, pemain yang juga menjadi andalan Indonesia di nomor ganda campuran itu mengaku kemungkinan untuk kembali ke Cipayung masih tetap terbuka. Hanya saja, dia masih menunggu jika ada pihak yang mau menjadi penengah dirinya dengan PBSI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, pelatih ganda campuran Richard Mainaky menyayangkan PBSI yang tidak melibatkannya dalam masalah kontrak pemain. Menurutnya, pelatih lebih tahu soal pemain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Khususnya tentang Vita, harusnya pelatih dilibatkan. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan," ujar Richard tanpa merinci lebih jauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ditanya rencana selanjutnya termasuk mengikuti All England yang akan berlangsung 3-8 Maret, Vita yang saat ini berperingkat 20 dunia bersama Muhammad Rijal pada ganda campuran, dan peringkat lima bersama Liliyana pada ganda putri, belum dapat memastikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya masih menunggu surat pengunduran diri saya disetujui dulu. Tetapi latihan jalan terus, bisa sama Taufik (Hidayat) atau siapa saja," kata Vita yang masuk pelatnas pada 6 November 1996.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama di pelatnas, Vita pernah menjadi ganda campuran terbaik bersama Nova Widianto dan mewakili Indonesia di Olimpiade Athena, meski tersingkir di perempat final karena cedera bahu. Seusai cedera itu, dia berpasangan dengan Flandy Limpele pada 2006 dan berhasil meraih lima gelar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terakhir, mereka sampai semifinal Olimpiade Beijing sebelum Vita dipasangkan dengan Muhammad Rijal dan memenangi Jepang Terbuka pada September 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berpasangan dengan Liliyana sejak 2007, Vita juga menjadi ganda putri Indonesia yang berperingkat dunia tertinggi (5 dunia), setelah meraih gelar China Masters 2007 dan Indonesia Super Series 2008,&lt;em&gt; runner-up&lt;/em&gt; di Taiwan Terbuka dan semifinalis di tiga turnamen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Vita, menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI, Lius Pongoh, Alvent Yulianto dan Hendra AG juga sudah secara resmi sudah mengajukan surat pengunduran diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya, kemarin (Senin, 9/2) saya sudah mengajukan surat pengunduran diri. Tetapi rencana mengikuti All England jalan terus," kata Alvent saat dikonfirmasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Komentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini persoalan lama yang selalu berulang. Persoalan fulus selalu menjadi pemicu emosi seseorang menjadi tidak terkontrol. Di sini bisa saja emosi pengurus atau emosi pemain. Seyogyanya keduabelah pihak melihat lebih luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Era berpikir hanya untuk kepentingan negara sudah mulai ditinggalkan. Tapi tidak semata menjunjung tinggi nilai-nilai individiual. Yang cocok adalah paduan antara nasionalis dan individualis. Repotnya, nilai itu sulit ditemukan. Sementara itu, waktu dan kejuaraan tidak bisa ditunda, datang silih berganti. Ancamannya adalah prestasi bisa merosot.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5198959923623337244?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5198959923623337244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5198959923623337244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5198959923623337244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5198959923623337244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/vita-ajukan-surat-pengunduran-diri.html' title='Vita Ajukan Surat Pengunduran Diri'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8172140883443015470</id><published>2009-02-07T23:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T23:43:21.147-08:00</updated><title type='text'>Sepang Menggandeng Lippo</title><content type='html'>Ribut-ribut soal sirkuit Karawaci yang gagal menjadi ajang balap mobil A-1, berita dari koran Kompas menyebut kalau sirkuit tersebut akan melakukan kerja sama dengan sirkuit Sepang. Lengkapnya berita tersebut sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengelola Sirkuit Sepang, Malaysia, Sirkuit Jalan Raya Lippo Karawaci memiliki daya tarik khas. Mereka menyatakan dalam waktu dekat akan membuat nota kerja sama dengan Lippo.&lt;p&gt;CEO Sirkuit Sepang Razlan Razali datang ke Sirkuit Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu (7/2). Selain menyaksikan kualifikasi seri pertama Indonesia GT Car, ia juga memerhatikan hiburan keluarga yang digelar di sela-sela balapan. ”Ada hal baru di sini, yakni konsep hiburan keluarga. Selain balapan, Lippo juga menyediakan hiburan keluarga, seperti aneka permainan anak. Kami ingin mempelajarinya,” ujar Razlan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Proyek Sirkuit Lippo Karawaci Toto Bartholomeus mengakui, Lippo belum berpengalaman mengurus sirkuit. ”Untuk itu kami ingin menjalin kerja sama dengan Sepang dalam hal race management,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdiri sejak 11 tahun silam, Sepang rutin menggelar balap mobil F1 dan kejuaraan formula lainnya, seperti A1GP. Mereka juga menggelar balap touring yang berbasis di Jepang, Super GT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepang adalah satu-satunya sirkuit penyelenggara Super GT yang tidak berada di Jepang. Pada 2010, Sepang dan Lippo mencoba agar Super GT digelar di Karawaci. ”Lobi yang dilakukan dua negara (Indonesia dan Malaysia) lebih kuat ketimbang dilakukan satu negara,” tegas Razlan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rama dan Alvin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pebalap Ramadanindro dari tim Honda Jakarta Center-Petronas tampil terkencang dalam kualifikasi Indonesia GT Car dengan waktu lap terbaik 1 menit 54,619 detik. Ia unggul atas Alvin Bahar dari tim Honda Racing Indonesia (posisi kedua).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alvin akan menghadapi tekanan besar dalam lomba karena posisi start ketiga dihuni rekan satu tim Rama, Sunny TS. Alvin memakai Honda All New Jazz, sedangkan Rama serta Sunny memakai Honda Jazz VTech.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar 50 pebalap mobil berlaga di Lippo Karawaci, Minggu (8/2). Mereka mengikuti kejuaraan GT Car, Super Touring, dan Honda Jazz One Make Race.&lt;/p&gt;Peresmian Sirkuit Lippo Karawaci juga dilakukan hari ini. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault rencananya mendapat kehormatan mewakili Presiden RI untuk meresmikan sirkuit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pihak yang berpengalaman wajar-wajar saja. Hanya memang belajar untuk menjadi lebih baik. Sepang sudah dikenal di mana-mana bahkan mengalah sirkuit Sentul yang lebih dulu berdiri. Seyogyanya kita bercermin diri, terkadang kita memabngun tapi lupa untuk apa kegunaannya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkuit Karawaci dibuat jangan melupakan Sentul. Justru kita semakin kaya setelah Karawaci ini berdiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8172140883443015470?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8172140883443015470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8172140883443015470' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8172140883443015470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8172140883443015470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/02/sepang-menggandeng-lippo.html' title='Sepang Menggandeng Lippo'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-440020838767647658</id><published>2009-01-08T23:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T23:35:01.570-08:00</updated><title type='text'>Nama Ditunggu sampai 14 Januari</title><content type='html'>KONI Pusat jalan terus, tanpa mempedulikan Porgam Atlet Andalan (PAL) dalam mempersiapkan atlet untuk ke berbagai event tahun ini. Koran Kompas memberitakan soal keteguhan KONI terhadap rencana menggelar Pelatnas. Lengkapnya berita tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat Mulyana menegaskan, KONI menunggu nama atlet yang dipersiapkan untuk pelatnas oleh induk cabang olahraga hingga 14 Januari. Pelatnas terpadu yang digelar mulai awal Februari itu akan berakhir hingga pelaksanaan Olimpiade London 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampai sekarang baru dua-tiga cabang yang sudah memasukkan nama atlet dan pelatih, voli, sepak takraw, dan selam. Khusus untuk selam, masih mungkin ada perubahan karena menunggu hasil seleksi nasional pada 24 Januari di Senayan,” ungkap Mulyana di Jakarta, Kamis (8/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal Januari, KONI melakukan konsultasi dan konsolidasi dengan semua induk cabang olahraga. Konsultasi tersebut bertujuan menyiapkan perangkat lunak, seperti program, kepelatihan, dan periodisasi latihan. ”Ini penting agar semua cabang nantinya bisa mencapai puncak di arena SEA Games Laos,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tambah Mulyana, pelatnas ini tidak hanya berorientasi pada SEA Games. ”Itu jangka menengah, tetapi jangka panjangnya Olimpiade London. Oleh karena itu, seluruh program pelatihan yang dibuat akan mengacu ke sana,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyana mencontohkan, Indonesia akan ikut serta pada Asian Youth Games di Singapura pada Juni 2009. ”Setahun kemudian, di Singapura juga digelar Olimpiade Pemuda yang melombakan 26 cabang. Babak kualifikasi Olimpiade Pemuda sudah mulai digelar bulan ini,” kata Mulyana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo mengatakan, KONI berupaya dapat memberangkatkan sedikitnya 50 atlet ke Olimpiade London 2012. ”Kalau bisa, kita tidak akan menggunakan wild card sehingga mereka yang tampil betul-betul masuk kualifikasi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dua cara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian cabang, kata Mulyana, akan menggelar pelatnas secara sentralisasi dan sebagian lainnya desentralisasi. ”Kalau seperti cabang voli, saya kira lebih baik di Jatim, wushu di Medan. Tetapi, untuk beberapa cabang dipusatkan di Jakarta,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatnas terpadu, kata Mulyana, akan dipimpin Direktur Pelatnas yang langsung bertanggung jawab kepada Ketua Umum KONI Pusat. ”Siapa orangnya, kita masih menunggu surat keputusan Ketua Umum. Di bawah Direktur Pelatnas, ada komandan pelatnas yang akan fokus pada satu dari enam multievent yang akan kita ikuti,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Asian Martial Art Games 2009 di Thailand, 25 April-3 Mei, Mulyana menyatakan, Indonesia akan mengirim atlet lima cabang, taekwondo, judo, karate, wushu, dan pencak silat. ”Oleh karena itu, kami berharap atlet yang didaftarkan ke pelatnas benar-benar siap tanding,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima multievent lain yang menjadi target KONI adalah Asian Youth Games, 29 Juni-7 Juli; Islamic Solidarity Games, 15-29 Oktober di Iran; AsianIndoor Games, 2-12 November di Vietnam; serta SEA Games dan Paragames, Desember di Laos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maju terus KONI Pusat. Memang seharusnya yang berurusan dengan olahraga prestasi berada di tangan KONI Pusat. Yang punya anggota (PB/PP) adalah KONI pusat. Jadi, Pelatnas memang pantas diadakan oleh KONI Pusat. Tapi, Pelatnas jangan seperti dulu-dulu, harus melahirkan prestasi tinggi. Kuncinya ada pada program di PB dan KONI agar bersinergi dan berkesinambungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-440020838767647658?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/440020838767647658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=440020838767647658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/440020838767647658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/440020838767647658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2009/01/nama-ditunggu-sampai-14-januari.html' title='Nama Ditunggu sampai 14 Januari'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5796953683315762167</id><published>2008-12-28T11:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T11:56:17.010-08:00</updated><title type='text'>Vietnam Juara Piala AFF</title><content type='html'>Hasil yang luar biasa ditoreh oleh Vietnam. Pelajaran berharga buat persepakbolaan kita. Lengkapnya berita dari Kompas.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vietnam membuat sejarah fantastis sekaligus dramatis. Memanfaatkan injury time, mereka untuk pertama kalinya menjuarai Piala AFF Suzuki 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat tertinggal 0-1, Vietnam akhirnya mampu menyamakan kedudukan 1-1 pada pertandingan leg kedua final Piala AFF Suzuki 20008, Minggu (28/12). Hasil itu sudah cukup untuk membuat seluruh negeri Vietnam berpesta, karena mereka memastikan juara Piala AFF Suzuki 2008. Sebab, sebelumnya Vietnam menang 2--1 di kandang Thailand. Secara agregat, Vietnam menang 3-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee Cong Vinh menjadi pahlawan Vietnam. Dia mencetak gol pada menit ke-94 melalui sundulan, sekaligus menentukan sukses Vietnam mencetak sejarah kompetisi sepak bola terakbar di Asia Tenggara.Vietnam mengawali pertandingan dengan baik. Mereka menerapkan strategi bertahan dan baru menyerang di saat ada kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sempat membuat Thailand frustrasi. Apalagi, serangan balik Vietnam juga sangat membahayakan. Namun, Thailand kemudian berhasil mencuri keunggulan setelah mendapat tendangan bebas lewat Teerasil Dangda di menit ke-21.Ketinggalan 0-1, Vietnam baru tampil menyerang lebih banyak. Mereka mengerahkan segala tenaga dan semangatnya untuk terus menekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Thailand mampu meladeni dan sesekali mengancam gawang Vietnam, namun amukan tuan rumah semakin sulit dibendung. Sayangnya, serangan Vietnam sering terburu-buru, sehingga sering gagal.Meski begitu, Vietnam tetap ngotot dan pantas mendapat pujian. Permainan penuh semangat mereka akhirnya mendatangkan hasil juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat memasuki injury time, para pemain Thailand agak kehilangan konsentrasi. Sebuah tendangan bebas Vietnam pun mampu disundul Lee Cong Vinh yang tak terkawal, kemudian merobek gawang Kosim.Ini seperti tembakan salto mengawali pesta besar di Vietnam. Sebab, gol Vinh menentukan gelar juara. Sebaliknya, bagi Thailand gol itu seperti godam yang meremukkan harapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan pertandingan ini di layar kaca, cukup mempesona. Kekuatan Asia Tenggara pantas diwakili oleh dua kesebelasan di final. Apalagi dua tim banyak pula didukung pemain-pemain muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai penonton menjadi terpana dibuat oleh kemajuan Vietnam tersebut. Negeri mereka belum lama merdeka. Belajar sepakbolanya pun belum lama dibandingkan Indonesia. Kalau tidak pernah belajar, kesebelasan kita akan begini-begini terus. Dan akan terus ditinggalkan oleh Vietnam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5796953683315762167?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5796953683315762167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5796953683315762167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5796953683315762167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5796953683315762167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/12/vietnam-juara-piala-aff.html' title='Vietnam Juara Piala AFF'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7543786588556157926</id><published>2008-12-23T07:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T07:16:24.948-08:00</updated><title type='text'>Ditunggu, Kerja Cepat PBSI</title><content type='html'>Koran Kompas menyoroti kegagalan tim bulutangkis kita dalam turnamen tutup tahun Final Super Series Masters. Tentu dengan diembel-embeli masukan yang patut disimak. Lengkapnya berita-opini koran nasional tersebut sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final Super Series Masters di Kota Kinabalu, Malaysia, yang menjadi penutup rangkaian turnamen super series tahun ini telah berakhir. Turnamen yang tidak menghasilkan gelar juara bagi Merah Putih ini menjadi turnamen pertama pada masa kepengurusan PB PBSI 2008-2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbeda dari pemain-pemain pelatnas Cipayung pada turnamen yang memperebutkan hadiah total 500.000 dollar AS itu. Beberapa pemain, seperti Sony Dwi Kuncoro, Nova Widianto, Flandy Limpele, Liliyana Natsir, dan Vita Marissa, tidak memakai apparel Yonex, yang selama ini mereka pakai. Sony memakai produk Apacs, sementara Nova, Liliyana, dan Vita memakai merek Fly Power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini terjadi seiring dengan habisnya masa kontrak Yonex dengan PB PBSI pada akhir Oktober lalu dan belum diperpanjang hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kondisi ini pula, keberangkatan tim Indonesia ke Kota Kinabalu tidak dibiayai PBSI, termasuk satu-satunya pelatih yang berangkat, yaitu Hendrawan. Hendrawan bertolak ke kota yang berada di negara bagian Sabah ini dengan biaya dari sponsor yang dia cari sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanding dengan biaya sendiri, yang terjadi sejak Hongkong Terbuka Super Series, November lalu, bisa berlanjut hingga Malaysia dan Korea Terbuka Super Series 2009 yang berlangsung Januari. Apalagi, mencari sponsor untuk kelangsungan pelatnas bukan perkara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain, yaitu dengan memberlakukan kontrak individu, sama sulitnya, terutama bagi pemain-pemain yang belum memiliki prestasi. Lagi pula, kontrak individu membuat pemain tidak lagi berhak menikmati fasilitas pelatnas karena berstatus sebagai pemain profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Promosi-degradasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Memulai lagi pelatnas yang telah dibubarkan sejak 13 November juga tidak bisa langsung dijalankan langsung setelah PB PBSI menandatangani kontrak dengan sponsor. Ini terkait dengan rencana bidang pembinaan prestasi yang akan menyeleksi pelatih dan pemain untuk memanggil mereka ke pelatnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat PB PBSI mengumumkan susunan kepengurusan di kediaman Ketua Umum Djoko Santoso, 12 Desember, Lius Pongoh yang kembali menjadi Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi mengatakan, dia telah menyusun program kerja untuk menyeleksi anggota pelatnas. Lius mengakui, programnya tidak akan mudah dijalankan karena bisa menimbulkan pro-kontra, terutama saat memilih pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direncanakan pula, pemain harus menandatangani kontrak kerja yang lebih detail kali ini. Selain memiliki kewajiban hadir dalam latihan, pemain juga akan memiliki target yang harus dicapai dalam setiap turnamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kerja seperti yang direncanakan ini memang sudah seharusnya diterapkan jika PB PBSI ingin menyelenggarakan pelatnas dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kontrak kerja yang disepakati kedua pihak, kewajiban pelatih dan pemain dapat disusun lebih detail sehingga evaluasi lebih mudah dilakukan, baik oleh PB PBSI maupun oleh pelatih/pemain sendiri. Berdasarkan target dan pencapaiannya, promosi dan degradasi pemain yang selama ini hanya menjadi teori bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jangan lupakan pula hak pemain dan pelatih. Besaran kontrak dan bonus juga bisa ditentukan berdasarkan kinerja mereka, termasuk kontrak dan bonus untuk pelatih yang selama ini tidak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin dekatnya musim kompetisi 2009, pengurus PB PBSI 2008-2012 harus bekerja lebih cepat, terutama untuk menggelar pelatnas sebagai tugas yang paling penting. Apalagi, Djoko pernah berjanji bahwa tugas pemain pada masa kepengurusannya hanyalah berlatih dan bermain. Urusan lain, termasuk mencari dana, menjadi urusan pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya memang PBSI berlaku cepat. Untuk ke depan selayaknya pula tidak terjadi lagi kondisi seperti ini. Sepertinya ganti pengurus ganti pula kebijakan. Pengurus memang bisa begitu karena masa tugasnya terbatas, tapi pemain tidak bisa diputus-putus pembinaannya. Pemain harus berada dalam kondisi prima dalam pembinaan yang tiada henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di era sekarang, selain oleh induk organisasi juga diperlukan kemauan individu sehingga mampu berlaku profesional. Tapi untuk menuju ke sana diperlukan pula pengurus yang kapabel dan memiliki integritas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tunggu saja apa yang dilakukan pengurus, karena kepengurusan PB PBSI yang baru belum dilantik. Hanya saja perlu diingat, pekerjaan rumah sudah menumpuk. Bukan saja memelihara sekaligus meningkatkan prestasi pemain utama tetapi juga melahirkan pemain-pemain muda berbakat sebagai pelapis para senior.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7543786588556157926?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7543786588556157926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7543786588556157926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7543786588556157926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7543786588556157926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/12/ditunggu-kerja-cepat-pbsi.html' title='Ditunggu, Kerja Cepat PBSI'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8492018211074031444</id><published>2008-12-21T13:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:43:49.098-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Pulang Tanpa Gelar</title><content type='html'>Akhir tahun 2008 ini tampaknya menjadi tahun yang pahir buat olahraga Indonesia. Setelah kesebelasan nasional kita gagal di Piala AFF karena dua kali kalah dari Thailand (0-1 dan 1-2) di babak semifinal, giliran pebulutangkis kita gagal membawa pulang gelar. Wartawan Kompas memberitakan langsung dari arena pertandingan, World Super Series di Kinabalu, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa gelar juara. Itu adalah hasil maksimal tim bulu tangkis Indonesia selama empat hari bertanding di turnamen tutup tahun 2008, Yonex-Sunrise World Super Series Masters 2008 di GOR Likas, Kota Kinabalu, Malaysia. Tuan rumah memborong tiga gelar, tunggal dan ganda putra serta ganda putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua wakil Indonesia di final, Minggu (21/12), ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir dan ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir, gagal mengalahkan lawan-lawannya. Nova/Liliyana takluk 19-21, 21-18, 20-22 dari pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.Adapun Vita/Liliyana harus mengakui keunggulan duet tuan rumah, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, dengan dua game saja, 15-21, 20-22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara tunggal putra menjadi milik Lee Chong Wei, yang di final ”menghabisi” perlawanan Peter Hoeg Gade (Denmark) dengan 21-8, 21-16. Sementara di ganda putra, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong melibas pasangan Korea, Jung Jae-sung/Lee Young-dae, dengan 21-18, 21-14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar tunggal putri jatuh ke tangan atlet Hong Kong, Zhou Mi. Pada final sesama pemain Hong Kong, Zhou Mi tampil tanpa cela untuk membabat Wang Chen, 21-14 dan 21-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gratis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan Nova/Lili terasa menyakitkan karena mereka sudah mencapai game point 20-17 pada game ketiga. Namun, Nova/Lily memberi lima angka gratis hingga lawan mampu menyamakan skor 20-20. Dua angka pamungkas didapat Laybourn/Juhl dari pukulan Lily dan Nova yang menyangkut di net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nova mengaku sangat kecewa dengan kegagalan mereka menjadi kampiun di turnamen tutup tahun tersebut. ”Rasanya sebentar lagi sudah menang, tetapi kami malah lengah. Ini catatan kami untuk tahun depan supaya tidak lengah lagi pada saat-saat genting,” kata Nova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Wahyu Agung Setiawan yang mendampingi Nova/Lily mengatakan, mereka ingin segera mengakhiri pertandingan pada skor 20-17. ”Tetapi, itu justru menjadi bumerang karena malah tidak berkonsentrasi,” kata Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari masa persiapan yang kurang bagus --pergantian pengurus membuat para pemain juga tidak terurus-- kekalahan ini menjadi cermin untuk dunia bulutangkis kita. Cina tidak ada mestinya pemain-pemain kita bisa berjaya, tapi tetap tanpa daya. Kekalahan menyakitkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya memang berbeda dengan kekalahan kesebelasan kita dari Thailand di babak semifinal. Walau sempat unggul 1-0 dalam pertandingan &lt;em&gt;away&lt;/em&gt;, tapi dalam permainan dikuasai penuh oleh Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim kita sudah kalah kelas dari mereka. Sangat memprihatinkan karena Thailand telah sukses melakukan regenerasi dengan tampilnya pemain-pemain muda di dalam tim. Kemampuan mereka sangat menjanjikan. Sangat rasional kalau mereka dengan mendatangkan pelatih asal Inggris, Peter Reid menargetkan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kita di dalam maupun di luar arena sama-sama terpuruknya. Sudahlah para pengurus PSSI, akhiri sepak terjang Anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8492018211074031444?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8492018211074031444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8492018211074031444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8492018211074031444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8492018211074031444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/12/indonesia-pulang-tanpa-gelar.html' title='Indonesia Pulang Tanpa Gelar'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5733048907376359585</id><published>2008-12-14T14:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T14:35:54.885-08:00</updated><title type='text'>Thailand Tiba di Jakarta</title><content type='html'>Semifinal Piala AFF antara Indonesia dan Thailand bakal ramai. Semifinal pertama yang akan berlangsung di Jakarta pada Selasa, 16/12, sedangkan semifinal kedua berlangsung di Bangkok, 20 Desember mendatang. Kompas memberitakan kedatangan lawan Merah Putih tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim nasional sepak bola Thailand tiba di Jakarta, Minggu (14/12) siang, untuk tampil pada semifinal leg pertama Piala AFF Suzuki 2008 melawan Indonesia di Gelora Bung Karno, Selasa besok. Tim asuhan Pelatih Peter Reid itu membawa 22 pemain yang sama saat berlaga di babak penyisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ofisial tim, Thara Pluckcha Oom, kemarin mereka belum menggelar latihan dan hanya beristirahat setelah menempuh penerbangan 3,5 jam. Thailand lolos ke semifinal sebagai juara Grup B, sementara Indonesia lolos sebagai &lt;em&gt;runner-up&lt;/em&gt; Grup A. Semifinal leg kedua akan digelar di Bangkok, Thailand, 20 Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ayo datang ramai-ramai ke Senayan. Anda bersama teman-teman akan menjadi kekuatan ke-12 bagi tim kita yang kurang diunggulkan menghadapi Thailand. Setelah gagal menumbangkan Singapura sehingga harus menjadi &lt;em&gt;runner-up&lt;/em&gt; grup dan menghadapi Thailand, memang Bambang Pamungkas dkk. harus bekerja keras. Persoalan lain adalah pertandingan kedua di kandang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemain harus memiliki motivasi untuk menang. Modal ini sangat penting dalam menghadapi tim yang diunggulkan. Bukan berarti teknik pemain diragukan, namun dengan suntikan semangat, setidaknya akan meredam lawan mengeluarkan seluruh kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kemungkinkan memang Thailand akan bermain aman. Ini merupakan keuntungan bagi Indonesia untuk menekan sepanjang pertandingan. Modal kemenangan bakal berharga untuk menghadapi pertandingan &lt;em&gt;away&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5733048907376359585?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5733048907376359585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5733048907376359585' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5733048907376359585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5733048907376359585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/12/thailand-tiba-di-jakarta.html' title='Thailand Tiba di Jakarta'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7491763492110501631</id><published>2008-12-07T10:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T10:53:02.091-08:00</updated><title type='text'>Budi Hat-trick, Indonesia ke Semifinal</title><content type='html'>Kompas.com melaporkan dengan cepat keberhasilan Indonesia di turnamen sepakbola se Asia Tenggara, Piala AFF Suzuki. Berita selengkapnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia berhasil menyusul Singapura ke semifinal Piala AFF Suzuki 2008, setelah menghajar Kamboja 4-0 pada pertandingan Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan terakhir Grup A, Selasa (9/12), Indonesia akan berhadapan dengan Singapura. Partai itu akan menjadi penentu siapa yang bakal menjadi juara grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Sudarsono menjadi bintang utama pada pertandingan lawan Kamboja. Dia mencetak hat-trick dengan gol pada menit ke-15, 54, dan 71. Satu gol lagi disumbangkan Bambang Pamungkas pada menit ke-77.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tampil lebih tenang dan langsung menyerang. Namun, Kamboja juga bermain terbuka dan sering melancarkan serangan-serangan balik. Pada menit ke-8, Kamboja malah punya peluang emas. Ini akibat kesalahan Charis Yulianto yang gagal mengontrol bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Kouch Sokumpheak yang mengammbil bola dan tinggal berhadapan dengan Markus Horison, melakukan tendangan terlalu lemah. Markus pun dengan mudah menangkap bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Indonesia tetap dominan dan lebih banyak melakukan serangan. Gol pun terjadi pada menit ke-15 melalui Budi Sudarsono.Gol tersebut berawal dari tendangan bebas dari sektor kanan pertahanan Kamboja yang dilakukan Isnan Ali. Tendangan silangnya mampu dihalau pemain Kamboja. Namun, bola rebound mengarah ke Ponaryo Astaman yang langsung menendangnya ke arah gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola membentur kaki pemain Kamboja dan bergulir ke arah Budi Sudarsono. Tanpa ampun, Budi pun menendangkan bola ke gawang dan gol.Memasuki babak kedua, Indonesia semakin dominan. Sebaliknya, Kamboja mulai kehilangan kepercayaan diri. Sehingga, tim Merah Putih pun makin leluasa menekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Sudarsono menambah gol pada menit ke-54. Dia mendapat umpan jauh dari ismed Sofyan. Sekali kontrol, dia langsung melesakkan bola ke gawang Kamboja dengan kaki kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semakin membuat Indonesia mampu mengontrol permainan dengan baik. Apalagi, Kamboja semakin frustrasi dan fisiknya mulai menurun.Pada menit ke-71, Budi Sudarsono mencetak hat-trick. Sebuah penetrasi Firman Utina dari sisi kanan pertahanan Kamboja, gagal dihentikan. Dia pun dengan leluasa bisa mengirim umpan silang ke depan gawang. Budi yang tak terkawal, dengan baik menyundulnya dan membuahkan gol ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berselang enam menit kemudian, Bambang Pamungkas melengkapi kemenangan Indonesia. Lagi-lagi, Firman Utina memberi assist dengan baik. Dia menelusup ke sisi kanan pertahanan lawan, kemudian mengirim umpan silang ke depan gawang Kamboja. Bambang dengan mudah menanduk bola dan menaklukkan kiper pengganti, Ouk Mic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh bergembira, tapi jangan puas dulu. Baru ke semifinal, belum juara. Ke final juga masih harus dilalui dengan terjal. Karena di grup lain yang bertanding di Thailand, tuan rumah dan Malaysia sudah hampir pasti lolos juga ke semifinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Indonesia sendiri pada dua pertandingan di grup terbilang lumayan, terutama tentu ketika melawan Myanmar yang ditelan 3-0. Kerja sama sudah mulai kelihatan. Keterampilan individu juga sering diperlihatkan. Serangan dari lini tengah juga mulai terbangun. Dua bomber walau masih kurang kompak, tapi masih mencerminkan pemain-pemain yang haus gol, salah satu ciri seorang striker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain-pemain kita bakal lebih teruji karena menghadapi Singapura ada pemain-pemain bertubuh tinggi. Tinggal kini peran barisan belakang yang harus mampu bersaing mengatasi bola-bola atas. Kiper Markus Horison memang piawai dalam bola atas, namun waspada juga terjadap bola-bola datar nan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majulah terus Indonesiaku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7491763492110501631?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7491763492110501631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7491763492110501631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7491763492110501631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7491763492110501631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/12/budi-hat-trick-indonesia-ke-semifinal.html' title='Budi Hat-trick, Indonesia ke Semifinal'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1386874335169811860</id><published>2008-11-23T08:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T08:23:33.844-08:00</updated><title type='text'>Hadapi Piala AFF, Thailand Pertajam Serangan</title><content type='html'>Jelang dua pekan berlangsungnya AFF Suzuki Cup 2008, pelatih kepala timnas sepak bola Thailand, Peter Reid, terus mengasah ketajaman timnya jelang laga pembuka melawan Vietnam, 6 Desember di Stadion Rajamangala.Thailand terus bergerak dalam persiapan akhir mereka untuk tampil di Grup B kejuaraan ini yang juga bergabung dengan Malaysia dan Laos, seperti dikutip dari situs resmi sepak bola ASEAN, aseanfootball.com, Minggu (23/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Thailand di ajang "T&amp;amp;T Cup" pekan lalu, memberikan kepercayaan penuh bagi pelatih Peter Reid yang baru dikontrak sebagai pelatih kepala beberapa bulan lalu, walaupun hasil imbang 2-2 lawan Vietnam di turnamen itu."Kami perlu itu (latihan fisik) karena hasil imbang 2-2 lawan Vietnam pekan lalu, para pemain kurang memiliki stamina dan fisik mereka tidak bagus," kata Reid. "Setelah dua pekan ke depan. Saya yakin semua pemain akan fit 100 persen," tegasnya.Timnas Thailand akan masuk pemusatan latihan dengan latihan berat di propinsi Nakhon Ratchasima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang pelatih Singapura Radojko "Raddy" Avramovic bersiap untuk mempertahankan gelar AFF Cup ini yang direbut tahun 2006.Radojko adalah mantan kiper klub Notts County dan Coventry City yang berasal dari Serbia ini menangani Timnas Singapura sejak 2003 lalu.Disinggung Timnas Singapura yang tampil cemerlang pada beberapa tahun ini dibanding Timnas Thailand dan Indonesia, Radojko menegaskan bahwa hal itu sesuai harapan dan kerja lebih keras termasuk juga harapan Singapura naik level dari tingkat ASEAN ke tingkat Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Timnas Indonesia yang hanya puas merebut peringkat kedua di Grand Royal Chalengge Myanmar 2008 setelah kalah 1-2 lawan tuan rumah Myanmar, akan kembali masuk pemusatan latihan di Sawangan Depok. Charis Yulianto dkk.  tiba di Jakarta pada Minggu malam. Badan Timnas (BTN) PSSI sudah memanggil 30 pemain untuk Pelatnas tersebut.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri menjadi tuan rumah grup A turnamen sepak bola tingkat Asia Tenggara ini sedang Thailand untuk Grup B. Grup A bercokol Indonesia, Singapura, Myanmar dan Kamboja sedang Grup B terdiri atas Thailand, Malaysia, Vietnam dan Laos. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal dengan pertandingan yang dilaksanakan "home dan away".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita tunggu turnamen itu dengan berdebar. Berdebar karena kita tidak ingin sebagai tuan rumah gagal lagi merebut gelar. Sementara ini, prakiraan gagal lebih besar dari berhasil. Semoga saja mereka bisa membalikkan keadaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1386874335169811860?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1386874335169811860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1386874335169811860' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1386874335169811860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1386874335169811860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/11/hadapi-piala-aff-thailand-pertajam.html' title='Hadapi Piala AFF, Thailand Pertajam Serangan'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4759097226020859496</id><published>2008-11-17T23:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T00:31:51.025-08:00</updated><title type='text'>Tim A1 Indonesia Dapat "Amunisi" Baru</title><content type='html'>Ini berita tentang tim balap mobil A1 Indonesia. Meski belum punya prestasi tapi persiapan dan sambutan cukup besar. Berikut berita selengkapnya yang dikutip dari koran Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim A1 Indonesia kini mendapat ”amunisi” baru untuk menjalani musim 2008/2009. Mereka berhasil memperbarui kontrak kerja sama dengan perusahaan migas nasional, Pertamina. Kontrak berjangka satu musim itu memiliki nilai 1,25 juta dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vice President Corporate Communication Pertamina Anang Rizkani Noor, Senin (17/11) di Jakarta, mengatakan, kesediaan Pertamina kembali menjalin kerja sama dengan tim A1 Indonesia merupakan bukti komitmen perusahaan itu untuk membina pebalap Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia menggeluti kejuaraan balap mobil formula A1GP sejak musim 2005/2006 atau pada musim perdana A1GP. Sejak itu sampai sekarang atau selama empat musim Pertamina tidak pernah absen mensponsori tim A1 Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 2007/2008 perubahan cukup penting terjadi di dalam tubuh tim A1 Indonesia. Bagoes Hermanto tampil sebagai pemilik tim A1 Indonesia, yang pada masa sebelumnya dimiliki pihak asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mendongkrak kinerja tim dilakukan Bagoes, antara lain dengan mempekerjakan kru tek- nik di bawah komando Bobby Issazadhe. Pria Swedia-Iran ini sekitar satu dekade terakhir aktif mengurusi tim balap di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi manajemen, A1 Indonesia juga berusaha bekerja lebih profesional, sebagaimana layaknya perusahaan bisnis. Mereka merekrut tenaga-tenaga profesional khusus yang mengurusi bagian komersial, keuangan, dan kehumasan tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perubahan itu rupanya diawasi dengan cermat oleh Pertamina. ”Kami memerhatikan perubahan yang terjadi di dalam tim selama dua musim terakhir,” ujar Anang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran tim A1 Indonesia hingga sekarang melewati jalan terjal. Pada 2007/2008 upaya mempertahankan eksistensi tim A1 Indonesia mendapat tentangan dari sejumlah pihak. Mereka yang menentang umumnya menilai tidak ada gunanya Indonesia mengikuti A1GP karena selalu berada di papan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Akan tetapi, Bagoes menyatakan, tim A1 Indonesia merupakan proyek jangka panjang. ”Saat ini bisa dikatakan masih merupakan fase formasi,” ujar mantan pebalap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bagoes, hasil cemerlang tim A1 Indonesia baru bisa dicapai pada jangka bertahun-tahun ke depan. Ia menyebutkan, kehadiran pendatang baru, Zahir Ali, cukup memberi harapan positif pada masa mendatang. Pada sesi latihan khusus bagi pendatang baru pada seri kedua di China, Zahir berhasil menyodok ke papan tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini memberi indikasi bahwa pada masa mendatang, pebalap muda yang mengisi kursi tim A1 Indonesia akan lebih baik dari pendahulunya,” ujar Bagoes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim 2007/2008 dan 2008/2009 pebalap utama tim A1 Indonesia adalah Satrio Hermanto, adik Bagoes. Mulai 2008/2009, Satrio ditemani pendatang baru, Zahir Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Zahir rasanya akan mampu tampil lebih baik. Demikian pula penerus Zahir nanti, mungkin Rio Haryanto, rasanya akan tampil dengan kualitas lebih baik dari seniornya, ” tutur Bagoes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim A1 Indonesia, menurut Bagoes, bakal sangat dirasakan manfaatnya oleh pebalap muda Indonesia pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gile bener&lt;/em&gt;! Kalau dirupiahkan bantuan sponsor itu jadi berapa ya? Ya sekitar 14 miliar rupiah. Itu hanya untuk satu cabang lho. Maklum memang karena olahraga ini memerlukan dana tinggi, tapi kalau dibandingkan cabang lain kenapa Pertamina kurang partisipasinya? Toh Pertamina juga perusahaan milik negara. Atau dia bikin &lt;em&gt;link&lt;/em&gt; ke perusahaan-perusahaan negara lain untuk membantu cabang-cabang lain? Sehingga cabang lain juga kecipratan bantuan perusahaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan karena prestasi pembalap-pembalap kita begitu-begitu saja. Dari era Ananda Mikola sampai sekarang ini, tim A1 belum berprestasi tinggi. Lepas dari itu kita sambut momen balapan ini di dalam negeri yang menurut rencana akan digelar di Lippo Karawaci Februari tahun depan. Dari pada &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; sama sekali lebih baik ada walau harus mengelus dada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4759097226020859496?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4759097226020859496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4759097226020859496' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4759097226020859496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4759097226020859496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/11/mantan-gadis-bond-terancam-pincang.html' title='Tim A1 Indonesia Dapat &quot;Amunisi&quot; Baru'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4030515412148060160</id><published>2008-11-16T14:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T14:53:43.319-08:00</updated><title type='text'>Tim Putri Indonesia Gulingkan Yunani</title><content type='html'>Salah satu cabang yang dianggap berhasil dalam pembinaan adalah catur. Inilah berita yang &lt;em&gt;up to date &lt;/em&gt;dipetik dari koran Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim catur putri Indonesia melanjutkan sensasinya dengan menggulingkan Yunani 2,5-1,5 pada babak ketiga Olimpiade Catur Ke-38 di Dresden, Jerman, Minggu (16/11). Pada dua babak sebelumnya Indonesia menahan imbang Kazakhstan dan mengalahkan Makau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain diunggulkan di tempat ke-19 (Indonesia unggulan ke-67), Yunani diperkuat dua grandmaster dan dua master internasionalnya. Di tim Indonesia hanya Irene Kharisma Sukandar yang bergelar master internasional. Namun, dengan kemenangan itu, pada babak keempat Indonesia harus melawan unggulan pertama, Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irene yang bermain di papan pertama bermain remis melawan MIW Yelena Dembo, sedangkan Citra Dewi kalah dari GMW Marina Makropoulo. Dua kemenangan diraih Evi Lindiawati atas GMW Anna-Maria Botsari dan Iin Dwijayanti Kadek menang atas MIW Alexandra Stiri. Evi menjadi bintang Indonesia setelah berhasil menggulingkan pecatur bergelar grandmaster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan juga diraih para pecatur putra. GM Susanto Megaranto dan kawan-kawan mengakhiri perlawanan Afghanistan 3,5-0,5. Hanya Farid Firmansyah di papan empat yang bermain remis saat melawan Sharify Aziz. Adapun tiga pecatur Indonesia lainnya, Susanto, Yohanes Simbolon, dan Tirta Chandra Purnawa, menang atas lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selamatlah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4030515412148060160?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4030515412148060160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4030515412148060160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4030515412148060160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4030515412148060160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/11/tim-putri-indonesia-gulingkan-yunani.html' title='Tim Putri Indonesia Gulingkan Yunani'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5990745424378274277</id><published>2008-11-13T17:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T18:05:33.916-08:00</updated><title type='text'>Timnas ke Semifinal</title><content type='html'>Berita dari Myanmar ini menggembirakan sekaligus mengharukan. Menggembirakan, kemenangan sekecil apapun namanya tetap kemenangan. Mengharukan, sambutan yang luar biasa dari televisi Indonesia hingga ada siaran langsung terhadap turnamen yang kurang berbobot ini. Sambutannya terasa demikian besar. Untuk lengkapnya baca saja berita dari Kompas edisi Jumat (14/11) ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim nasional Indonesia langsung lolos ke semifinal Piala Grand Royal Challenge 2008 setelah menyikat Banglades 2-0 (2-0) pada penyisihan Grup A di Stadion Thuwunna Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Kamis (13/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Striker debutan, Talaohu Abdul Musafri, mencetak gol perdana di timnas. Striker Persiba Balikpapan itu tampil sejak menit awal, mengisi posisi Bambang Pamungkas yang cedera, berduet dengan Aliyudin. Laga itu adalah penampilan perdana Musafri di timnas, dan tampil kompak dengan rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelandang serang Firman Utina membuka kemenangan skuad Merah Putih pada menit ke-11, memanfaatkan bola muntah dari hadangan kiper Banglades, Mohammad Aminul Haq. Menjelang turun minum, Musafri menggandakan kemenangan menjadi 2-0. Ia menyambut umpan gelandang Arif Suyono dari sayap kanan dengan hanya sekali kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia bermain bagus dan membuktikan punya kemauan kuat. Namun, dia masih labil dan butuh pengalaman tanding lebih banyak,” kata Daniel Roekito, Pelatih Persiba. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia lolos ke semifinal mengingat Grup A hanya berisi tiga tim, termasuk tuan rumah Myanmar. Indonesia lolos karena laga Myanmar versus Banglades, Selasa lalu, berakhir 0-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Benny Dollo menerapkan pola 4-4-2 dengan lini tengah ditempati Firman Utina, Ponaryo Astaman, M Ilham, dan Arif Suyono. Di lini belakang, jantung pertahanan dijaga duet bek tengah Charis Yulianto-M Robby, Isnan Ali di kiri, dan Ismed Sofyan di kanan. Mistar dijaga kiper Markus Horison. Indonesia tampil dominan, bahkan sejak menit-menit awal mereka leluasa memainkan bola antarlini dan menekan lawan. Mereka menciptakan beberapa peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Daniel, pemain Indonesia telah menjalankan skema permainan sebagaimana mestinya. Namun, ia memberi catatan bahwa penampilan mereka melawan Banglades belum bisa dijadikan ukuran mengingat kelas sepak bola negara Asia Selatan itu di bawah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka main cukup bagus, tetapi belum teruji karena kualitas lawan lebih rendah,” kata pelatih yang mengantarkan Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006. Dalam peringkat terbaru FIFA per 12 November 2008, Indonesia berada di peringkat ke-132 dan Banglades di peringkat ke-181.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selain itu, masih banyak peluang yang terbuang sia-sia. Mereka belum bisa bermain konsisten 90 menit,” lanjut Daniel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat peluang tercipta di babak kedua, melalui Musafri, Aliyudin, M Ilham, dan Ismed. Seperti di babak pertama, tendangan Ismed dari luar kotak penalti pada menit ke-85 membentur mistar gawang lawan. Beberapa peluang terbuang sia-sia akibat tendangan atau umpan pemain Indonesia yang tanpa arah. Begitu juga saat mendapat serangan balik, pasukan Benny Dollo itu tidak memiliki visi gempuran yang mematikan. Serangan balik hanya bisa mereka lakukan lewat gerakan solo Aliyudin, seperti terlihat pada menit ke-66.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlu dicoba 4-3-3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu mendapat perhatian Benny Dollo dari laga tersebut adalah cara bertahan tim Merah Putih yang kadang sulit membaca serangan lawan. Charis beberapa kali gagal mengantisipasi gerakan striker Banglades dan ceroboh memberikan umpan. Daniel menambahkan, tim Indonesia perlu mencoba skema 4-3-3 jika melihat kecepatan para striker mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hal itu bisa dilakukan, misalnya, dengan memasang Bambang Pamungkas sebagai ujung tombak, diapit Musafri dan Aliyudin,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny Dollo memiliki dua striker lain yang tidak dibawa ke Myanmar, Budi Sudarsono dan Boaz Solossa. Sabtu besok, Indonesia melawan tuan rumah Myanmar. Turnamen ini adalah ajang persiapan Indonesia menjelang Piala AFF 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat turnamen ini tidak begitu besar tapi sambutan media sepertinya besar sekali. Bahkan siaran langsung bukan hanya dilakukan pada pertandingan Indonesia saja tapi juga peserta lain dalam turnamen ini. Menandakan memang kita atau media haus pada pertandingan-pertandingan tim nasional. Padahal biaya siaran tidaklah sedikit. Ini yang membuat kita bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja kita menyambutnya biasa, sebenarnya tak salah sehingga biaya siaran bisa saja untuk kepentingan pembinaan dan sebagainya. Ini juga membuktikan timnas kita jarang tampil di luar dan melahirkan prestasi bagus. Pada era dulu, timnas Indonesia langganan sebagai tamu turnamen besar di Asia, seperti Merdeka Games, King's Cup, dan banyak lagi. Prestasi pun bergantian muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita menjadi tim yang diseleksi ketat untuk ikut turnamen itu. Tidak heran memang kalau turnamen di Myanmar ini menjadi santapan pemirsa televisi. Tapi, sebagai warga negara yang baik apapun bentuknya kita ambil positifnya saja, ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5990745424378274277?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5990745424378274277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5990745424378274277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5990745424378274277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5990745424378274277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/11/timnas-ke-semifinal.html' title='Timnas ke Semifinal'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3947670498760580539</id><published>2008-10-22T13:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T13:15:39.494-07:00</updated><title type='text'>PSSI Hanya Punya 5 Wasit FIFA</title><content type='html'>Berita ini diambil dari Kompas.com walau sumber utamanya berasal dari Antara. Beginilah bunyi beritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama musim kompetisi sepakbola 2008, PSSI baru memiliki lima wasit dengan lisensi badan sepakbola dunia (FIFA) untuk memimpin pertandingan nasional.Wasit dengan lisensi FIFA tercatat ada lima orang, kata Ketua Badan Wasit Indonesia (BWSI) Bernhad Limbong didampingi Direktur Penugasan Wasit Bambang Irianto di Jakarta, Rabu (22/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data badan wasit mengungkapkan, ada lima wasit dan tujuh hakim garis berlisensi FIFA, sedang sebanyak 43 wasit dan 50 hakim garis yang masuk daftar memimpin Liga Super atau kompetisi bergengsi tertinggi di Indonesia.Idealnya, menurut Bambang, ada 15 wasit FIFA yang harus ada di Indonesia. "Kita akan mendapat satu wasit yang akan mendapat lisensi FIFA," kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara soal pembinaan terhadap wasit, Limbong menegaskan bahwa jika dalam pembinaan wasit yang bersangkutan dievaluasi baik, maka dia dapat ditugaskan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BWSI menetapkan ada lima perangkat pertandingan yang masuk pembinaan badan wasit yakni Piator Ambarita selama tiga bulan, Jumadi Effendi (5 bulan), Sunarjo Joko (satu musim), Heriyanto (6 bulan) dan Pengawas Pertandingan (PP) Andy Buchari (satu musim). Sedang PP Muhamadiah dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap ke depan wasit dapat memimpin pertandingan dengan baik sehingga tak perlu masuk dalam pembinaan. Ia juga mengingatkan semua pihak agar profesional untuk menghormati keputusan wasit yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara wasit Jimmy Napitupulu menyatakan agar wasit yang telah menjalankan tugas dengan baik agar mendapat penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus terus diperbanyak lahirnya wasit-wasit FIFA. Yang jadi persoalan event internasional di sini juga sangat minim. Sementara itu, PSSI juga perlu memberitahukan daftar sesungguhnya wasit berlisensi FIFA. Lima memang untuk musim 2008, tapi sebelumnya bagaimana? Dan, akhirnya berapa semua yang kita miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan wasit berstandar internasional sangat penting di sini. Apalagi melihat perkembangan sepakbola akhir-akhir ini, wasit menjadi tumpuan kemarahan pemain maupun ofisial tim yang kalah. Wibawa wasit, bukan hanya dari&lt;em&gt; skill&lt;/em&gt; tapi juga &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; yang dimilikinya. Di Indonesia masih jarang ya wasit berlatarbelakang berlawanan dari profesinya, misalnya pengacara, bankir, dokter, dan banyak lagi. &lt;em&gt;Abis, nggak&lt;/em&gt; menjanjikan &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;masa depannya. Miskinnya penghasilan ini sering membuat wasit gelap mata, mau saja menerima suap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu dari wasit-wasit FIFA itu ada yang memiliki karir meningkat. Jam terbangnya bukan haya di tingkat nasional, tapi juga pertandingan internasional di manca negara. Jangan berhenti belajar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3947670498760580539?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3947670498760580539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3947670498760580539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3947670498760580539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3947670498760580539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/10/pssi-hanya-punya-5-wasit-fifa.html' title='PSSI Hanya Punya 5 Wasit FIFA'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6181489411643199070</id><published>2008-10-19T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T09:55:42.251-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Rebut Emas dan Perak Selancar ABG</title><content type='html'>Berikut adalah berita lajutan soal pesta olahraga-pariwisata Asian Beach Games (ABG) yang telah dibuka oleh Presiden Yudhoyono, Sabtu (18/10). Beritanya soal keberhasilan kontingen Indonesia merebut medali emas. Lengkapnya berita di Kompas.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan kontingen Indonesia merebut medali emas dan perak pada cabang selancar, Minggu ( 19/10), di Pantai Kuta, Badung, Bali, patut diacungi jempol. Dua atlet Indonesia, I Made Garut Widiarta dan I Made Raditya Rondi, yang turun di kelas shortboard menyuguhkan sejumlah aksi menawan hingga saat mereka saling berhadapan di babak final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan babak final yang digelar dengan cuaca sangat cerah dan disaksikan sekitar 1.000 penonton, termasuk Komandan Pelatnas Djoko Purnomo, Garut akhirnya berhasil mengungguli Rondi yang sebenarnya tampil lebih konsisten sejak babak kualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Garut sangat fantastis karena dia meraih dua nilai tertinggi, masing-masing 9,10 dan 9,40, ketika waktu pertandingan tinggal menyisakan lima menit terakhir dari waktu 30 menit yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, keunggulan yang sempat dibukukan Rondi dengan dua nilai tertinggi sebelumnya, masing-masing 8,90 dan 8,30, menjadi sia-sia. Garut tak terbendung untuk mempersembahkan emas kelima bagi kontingen Indonesia atau yang pertama dari cabang selancar di hari kedua penyelenggaraan Asian Beach Games (ABG) I, sementara Rondi harus puas dengan medali perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya langsung dielu-elukan seluruh official tim Indonesia dan penonton yang memadati Pantai Kuta. Secara khusus, keduanya juga mendapat ucapan selamat dari Djoko Pramono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, medali perunggu dalam kelas ini direbut peselancar Jepang, Shinegori Suzuki.&lt;br /&gt;Sempat grogi pada awal pertandingan dan babak final. Tapi, syukur akhirnya menemukan ombak yang pas dengan cuaca yang sangat baik. "Kemenangan ini saya persembahkan untuk kontingen Indonesia," kata Garut yang mengaku sudah biasa berselancar di Pantai Kuta sejak berusia 9 tahun. Garut kini menginjak usia 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rondi mengakui keunggulan lawannya di babak final. Ia mengaku sudah berusaha maksimal untuk mencetak poin setinggi mungkin. Kali ini Garut tampil sangat fantastis. Merebut medali perak di kejuaraan tingkat Asia sa ma sekali bukan hasil yang buruk, kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat keberhasilan atlet-atlet kita bolehlah kita berikan selamat. Namun, kalau melihat penyelenggaraan pesta ini secara besar-besaran, kritikan keras layak dikeluarkan. Semestinya Pemerintah harus memilah konsentrasi antara olahraga prestasi (Olimpiade) dengan olahraga rekreasi seperti ini. Sumber utama dari KONI Pusat juga membuktikan kalau KONI telah lari dari priotas kerja untuk membina olahraga prestasi. Kenapa ABG harus dibesarkan dengan biaya ratusan miliar rupiah? Sementara itu, dalam membina olahraga prestasi dana yang dikucurkan tidak sampai 100 miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi miris melihatnya, apalagi dengan acara pembukaan yang besar pula. Kita dijanjikan bahwa tuan rumah, Bali, akan kedatangan banyak kepala negara atau pemerintahan untuk menyaksikan upacara pembukaan, ternyata hanya Presiden kita, Presiden IOC, dan Presiden Olimpiade Asia yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah pantas merasa "dibohongi" oleh pembisik-pembisiknya yang dalam hal ini tentu bersumber dari KONI Pusat. Untunglah ada krisis ekonomi global sehingga bisa dijadikan kambing hitam alasan kenapa tamu negara banyak yang tidak datang dan perhatian negara Asia kepada pesta yang baru pertama kali diselenggarakan itu menjadi sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya, berani taruh. Jika tidak ada krisis global pun pesta ini tetap akan sepi perhatian. Semestinya pesta ini ditangani secara proporsional, misalnya olah Departemen Pariwisata sebagai penyelenggara utamanya bekerja sama dengan Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) yang sudah ada itu. KONI ikut mengambil bagian, tapi tidak pada porsi yang besar seperti sekarang ini. KONI seharusnya lebih memfokuskan pada program melahirkan atlet-atlet andalan olahraga prestasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6181489411643199070?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6181489411643199070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6181489411643199070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6181489411643199070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6181489411643199070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/10/indonesia-rebut-emas-dan-perak-selancar.html' title='Indonesia Rebut Emas dan Perak Selancar ABG'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-439394581548615093</id><published>2008-10-05T13:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T14:07:56.256-07:00</updated><title type='text'>Taufik Juara di Macau</title><content type='html'>Situs BBC memberitakan dengan cepat kalau Taufik Hidayat, tunggal putra kita juara di turnamen bulutangkis Macau Terbuka. Berita menggembirakan karena sebelumnya pebulutangkis lain, Sony Dwi Kuncoro menjadi juara di Cina. Memang di Macau tidak ada pemain tangguh Cina yang ikut, tapi prestasi tetap saja prestasi. Lengkapnya berita pada Minggu (5/10) tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan juara Olimpiade dan dunia Taufik Hidayat merebut gelar pertamanya tahun ini dengan menjuarai Macau Terbuka. . Dalam pertandingan final hari Minggu, Taufik yang diunggulkan di tempat keempat mengalahkan finalis Olimpiade Beijing, Lee Chong Wei dari Malaysia dalam pertandingan dua set, 21-19, 21-15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam empat rangkaian seri turnamen dalam sebulan terakhir, Taiwan, Jepang, Cina dan Macau, semua gelar tunggal putra direbut pemain-pemain Indonesia.&lt;br /&gt;Di Taiwan, Simon Santoso yang menjadi juara, sedangkan Sony Dwi Kuncoro merebut gelar di Jepang dan Cina Masters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Taufik, walau Macau merupakan turnamen yang lebih kecil dibandingkan Jepang dan Cina Masters, namun lawan yang dikalahkannya adalah pemain tangguh, Lee Chong Wei, yang juga maju ke final di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan ini juga diharapkan memberikan motivasi bagi Taufik, yang belakangan ini tidak berprestasi memuaskan di berbagai turnamen termasuk Olimpiade Beijing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi rata-rata yang dicapai Taufik dalam setahun terakhir adalah perempat final.&lt;br /&gt;Pertandingan di Macau ini juga tidak diramaikan dengan pemain-pemain tangguh dari Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Taufik termasuk pemain yang unik. Kalau lagi bagus, pemain manapun sulit mengalahkannya. Tapi, kalau lagi buruk, pemain dari antahberantah pun bisa mengalahkannya. Kita berharap kemenangan di Macau meneruskan kemenangan-kemenangan lagi. Apalagi rentetatan kemenangan dibuat oleh pebulutangkis-pebulutangkis lain sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan buat pengurus yang bulan depan akan melakukan musyawarah nasional, agar peningkatan grafik ini jangan dibuat menurun. Malah sebaliknya, kondisi yang kondusif ini ditingkatkan hingga menuju gelar-gelar dunia lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-439394581548615093?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/439394581548615093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=439394581548615093' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/439394581548615093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/439394581548615093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/10/taufik-juara-di-macau.html' title='Taufik Juara di Macau'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4239994562238508908</id><published>2008-09-28T11:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T12:39:00.498-07:00</updated><title type='text'>Sony Juara di Kandang Naga</title><content type='html'>Di tengah gonjang-ganjing perebutan kursi ketua umum PBSI di dalam negeri, pebulutangkis-pebulutangkis kita tidak terpengaruh saat bertanding di luar negeri. Kompas memberitakan perjuangan pemain-pemain kita di Cina. Berikut petikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggal utama Indonesia, Sony Dwi Kuncoro membuat prestasi gemilang dengan menjuarai China Masters Super Series, Minggu (28/9). Di final di Chanzhou Sports Center, Sony yang diunggulkan di tempat kelima mengalahkan pemain tuan rumah, Chen Jin yang merupakan unggulan empat. Sony menang dalam dua game 21-19 21-18. Sony mengalahkan Chen Jin dalam 51 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan ini di China ini sekaligus membuktikan keberhasilan Sony untuk bangkit setelah kegagalan menyakitkan di perempat-final Olimpiade Beijing, Agustus lalu. Berlatih selama tiga pekan setelah kembali dari Beijing, Sony berhasil mebnjadi juara di Jepang Super Series, pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, Sony bukan hanya menjaid juara, namun juga mampu mengatasi traumanya dengan mengalahkan peringkat satu dunia, Lee Chong Wei dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Guangzhou China ini, Sony juga menjadi juara dengan mengalahkan beberapa pemain yang memiliki peringkat di atas diirnya. Di semifinal, Sabtu (27/9) ia menyisihkan unggulan 3, Bao Chunlai 21-12 12-21 21-15. Kemudian di final ia mengalahkan Chen Jin yang merupakan unggulan empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Sony dengan Chen Jin di final China Masters ini merupakan pertemuan keempat. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Chen Jin unggul di Hongkong Super Series Desember 2007 dan All England Super Series, Maret 2008. Sementara Sony baru sekali mengalahkan Chen saat keduanya bertemu di Asian Championships, April 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas juga diraih lewat ganda putra atas nama unggulan pertama, Markis Kido/Hendra Setiawan. Di final, peringkat satu dunia ganda campuran ini mengalahkan pasangan non-unggulan dari China, Sun Junjie/Xu Chen dalam dua game 21-17 24-22. Markis/Hendra bermain tanpa cela dan menang dalam 31 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 lalu, kemenangan di China ini menjadi semacam pencucian nama setelah kegagalan mereka di Jepang Terbuka Super Series pekan lalu. Di Jepang, Markis/Hendra disingkirkan di babak perempat-final oleh pemain yunior mereka, Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China sementara merebut dua gelar melalui ganda puteri mereka, Cheng Shu/Zhao Yunlei yang menjadi juara dnegan mengalahkan rekan pasangan Makao, Zhang dan/Zhang Zhibo 21-14 21-11 dalam 29 menit. Smenetara ganda campuran Xie Zhongbo/Zhang Yawen emngahalkan ganda campuran Indonesia, Nova Wudianto/Liliyana Natsir 21-17 21-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di nomor tunggal puteri, pemain Hong Kong, Zhou Mi menjadi juara dengan mengalahkan pemain tuan rumah, Wang Lin. Zhou Mi yang diunggulkan di tempat keenam ini mengalahkan lawannya 21-19 19-21 21-16 dalam 1 jam 6 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang patut diacungi jempol, walau memang tidak terasa lengkap bagi Sonny yang gagal di Olimpiade Beijing. Ini juga membuktikan pemain telah terpacu dari evaluasi yang telah dilakukan dan tentu hadiah yang diberikan. Bisa juga terpacu oleh kondisi di Tanah Air dengan melihat calon ketua umum yang berbobot. Siapa ya? Bisa ditebak adalah Panglima TNI, Jendral TNI Joko Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan seorang panglima menjadi ketua umum induk cabang olahraga memang terasa. Di PBSI, setelah Pangab Try Sutrisno, tidak ada lagi Panglima (sekarang Panglima TNI) yang menjadi ketua umum PBSI. Lawan Panglima sekarang ini adalah mantan pebulutangkis nasional yang kontrovesial, Icuk Sugiarto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4239994562238508908?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4239994562238508908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4239994562238508908' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4239994562238508908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4239994562238508908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/09/sony-juara-di-kandang-naga.html' title='Sony Juara di Kandang Naga'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7871062429741766251</id><published>2008-09-24T09:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T10:23:47.604-07:00</updated><title type='text'>Pendukung Icuk Siap Beberkan Politik Uang</title><content type='html'>Entah apa yang ada di garis tangan Icuk Sugiarto. Ia selalu menjadi berita. Ketika masih bermain, beritanya bagus melulu hingga ia menjadi juara dunia dengan heroik pada 1983 itu. Setelah berhenti dan menjadi pelatih hingga pengurus, suasana panas mulai muncul dan terus melingkari perjalanannya. Bacalah berita dari Kompas.com Rabu (24/9) yang tersaji dalam rangka menyambut musyawarah nasional PBSI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh jelang musyawarah nasional (munas) PBSI terus berlanjut. Kini, pendukung Icuk Sugiarto yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengda PBSI akan membeberkan praktek politik uang yang dilakukan oknum tertentu menjelang Munas tersebut pada November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Harian Pengda PBSI Sumbar, Basril Basyar, yang berbicara atas nama Forum di Jakarta, Rabu (24/9), mengatakan bahwa salah satu dari pengurus daerah mengaku telah menerima Rp50 juta dari sumber yang tidak jelas asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami yakin bahwa uang tersebut dimaksudkan untuk memengaruhi sikap kami pada Munas nanti. Dalam berita pengiriman disebutkan bahwa uang itu untuk bantuan kejurda, padahal kejurda sudah selesai Juli lalu," kata Basril yang didampingi Kurnati, wakil ketua umum Pengda PBSI Sumsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basril yang juga Ketua PWI Sumbar itu juga mengatakan bahwa Pengda yang bersangkutan akan mengembalikan uang tersebut setelah diketahui pengirimnya. "Kalau kami tidak bisa melacak pengirimnya, uang tersebut akan disumbangkan kepada daerah lain yang akan menggelar kejurda," kata Basril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurnati dan Basril menegaskan bahwa sebanyak 23 Pengda yang mengadakan rapat konsolidasi di Ancol pada 19 September lalu masih tetap solid dalam mendukung Icuk sebagai Ketua Umum PB PBSI 2008-2012 menggantikan Sutiyoso, yang tidak bersedia dipilih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Sutiyoso yang merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta dan akan mencalonkan diri sebagai Presiden RI itu, menginginkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso sebagai penggantinya. Namun sampai saat ini, Djoko belum pernah memberikan penjelasan secara resmi perihal pencalonan dirinya oleh Sutiyoso dan Pengda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas PBSI yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum periode 2008-2012 akan digelar di Jakarta pada 15 November 2008 mendatang. Hingga saat ini, hanya Icuk Sugiarto dan Djoko Santoso yang disebut-sebut sebagai calon ketua umum organisasi olahraga penyumbang emas Olimpiade itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sebenarnya mempunyai hak untuk maju sebagai pemimpin organisasi. Untuk menjadi pemimpin suatu daerah saja sekarang sudah boleh lewat jalur independen, kenapa untuk organisasi "swasta" semacam PBSI tidak boleh? Tentu memang kebebasan dalam arti sesuai dengan aturan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icuk sebagai warga negara dijamin haknya. Namun, sebagai pengurus bulutangkis ia etrikat oleh aturan yang ada di PBSI. Bisakah dipakai jalan tengah? Tentu saja bisa, karena persoalan ini bukan merupakan pelanggaran undang-undang. Di sinilah harus ada uji kelayakan atau judicial review atau barangkali lewat PTUN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang menjadi persoalan, gonjang-ganjing ini jangan diselimuti oleh persoalan politik. Apalagi Icuk sekarang ini sedang diajukan oleh PPP sebagai calon legislatif. Ia juga berada di lingkungan Menegpora karena kedekatannya dengan sang menteri. Kebetulan pula si menteri juga mendukung langkah Icuk maju dalam munas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal kini semuanya kita serahkan kepada masyarakat bulutangkis. Silakan pilih jalan terbaik untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7871062429741766251?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7871062429741766251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7871062429741766251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7871062429741766251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7871062429741766251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/09/pendukung-icuk-siap-beberkan-politik.html' title='Pendukung Icuk Siap Beberkan Politik Uang'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4520158582489175189</id><published>2008-09-21T11:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T11:15:41.606-07:00</updated><title type='text'>Indonesia dan Cina Rebut Dua Gelar, Malaysia Nihil</title><content type='html'>Berita menggembirakan dari cabang bulutangkis. Dua gelar juara diraih oleh para pemain Indonesia. Tepatnya Kompas memberitakan kegembiraan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim bulu tangkis Indonesia merebut dua gelar juara turnamen Jepang Terbuka Super Series, Minggu (21/9) melalui Sony Dwi Kuncoro serta ganda campuran Muhammad Rijal/Vita Marissa.Pada partai final yang berlangsung Minggu (21/9) di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Sony mengalahkan unggulan pertama dari Malaysia, Lee Chong-Wei dalam dua game langsung, 21-17, 21-11, dalam waktu 40 menit. Ini merupakan gelar kedua Sony setelah meraihnya di Indonesia terbuka Super Series, Juni lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara gelar juara lainnya direbut oleh ganda campuran baru, Muhammad Rijal/Vita Marissa. Tidak tanggung-tanggung, Rijal/Vita yang diunggulkan di tempat kelima mengalahkan pasangan peringkat satu dunia, Nova Widianto/Liliyana Natsir 14-21 21-15 21-19 dalam 43 menit.Sayangnya, ganda putera lapisan kedua pelatnas, Bona Septano/Muhammad Ahsan gagal meraih gelar ketiga. Pasangan kejuatan ini dikalahkan unggulan kedua dari Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen 17-21 21-15 13-21 dalam waktu 53 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tim China juga merebut dua gelar juara yaitu tunggal puteri saat Wang Yihan mengalahkan unggulan 7 dari Hong Kong Zhou Mi 21-19 17-21 21-15, serta ganda puteri melalui Cheng Shu/Zhao Yunlei yang mengalahkan ganda puteri Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty 21-19 5-21 21-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang patut dicatat adalah prestasi para pendatang baru tersebut. Ternyata bibit unggul masih banyak di Tanah Air. Ini merupakan aset buat masa depan. Yang tinggal adalah bagaimana supaya mutiara itu jangan berubah menjadi tak berguna. Maju terus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4520158582489175189?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4520158582489175189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4520158582489175189' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4520158582489175189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4520158582489175189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/09/indonesia-dan-cina-rebut-dua-gelar.html' title='Indonesia dan Cina Rebut Dua Gelar, Malaysia Nihil'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-8588530684040935674</id><published>2008-07-14T23:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T00:08:33.181-07:00</updated><title type='text'>Beasiswa Atlet: UI Beri 20 Kursi, KONI Hanya 10</title><content type='html'>Berita menggembirakan dan patut diberikan acungan jempol. Walau bukan barang baru karena beberapa waktu lalu pernah dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung namun kurang berhasil, kini Universitas Indonesia bekerja sama dengan KONI Pusat memberikan beasiswa atlet. Hanya sayangnya, UI menyediakan 20 kursi untuk musim kuliah 2008-2009, KONI hanya mendapatkan 10 atlet. Kurang peminat atau gagal seleksi? Lengkapnya berita di Kompas.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penandatanganan nota kerja sama antara Universitas Indonesia (UI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang membuka kesempatan bagi para atlet nasional untuk berkuliah di UI langsung diminati oleh para atlet. Tercatat ada 18 atlet yang sudah mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa tersebut. Jumlah ini tidak mencapai kuota yang diharapkan KONI Pusat. UI sebetulnya bersedia memberikan 20 kursi untuk atlet-atlet berprestasi. Sayangnya, KONI hanya mampu membiayai beasiswa untuk 10 orang. Dengan demikian, KONI akan menyeleksi atlet-atlet yang sudah mendaftarkan diri tadi menjadi 10 peserta. "Gimana, ya? UI kan sebenarnya memberi kuota 20, tapi KONI cuma mampu 10," ujar Wakil Kepala Humas UI Devi Rahmasari di Depok, Selasa (15/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan terbuka untuk berkuliah di UI seperti yang dituturkan oleh Rektor UI sebelumnya, atas biaya KONI Pusat. Para atlet ini pun nantinya harus belajar sambil terus berlatih sebagai tanggung jawabnya sebagai atlet nasional. "Ya, mereka harus bisa membagi waktu. Habis latihan misalnya, harus sempatkan baca-baca bahan kuliah lagi," ujar Rektor UI Prof der Soz Gumilar Soemantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain biaya kuliah, KONI Pusat nantinya juga akan menanggung biaya, misalnya biaya rumah tinggal di wilayah kampus. Sementara itu, UI hanya menyediakan tempat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun sistem beasiswanya, sebuah kemajuan bagi usaha KONI Pusat yang bukan saja bertanggungjawab soal prestasi tapi juga masa depan atlet. Bagi atlet, manfaatkanlah sebaik mungkin kesempatan ini. Anda termasuk beruntung, karena banyak orangtua mendambakan anaknya bersekolah di universitas kebanggaan kita itu. Mereka tidak segan-segan mengorbankan materi agar anaknya bisa diterima di UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menimba ilmu sambil meraih prestasi di bidang olahraga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-8588530684040935674?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/8588530684040935674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=8588530684040935674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8588530684040935674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/8588530684040935674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/07/beasiswa-atlet-ui-beri-20-kursi-koni.html' title='Beasiswa Atlet: UI Beri 20 Kursi, KONI Hanya 10'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5885446850495753748</id><published>2008-07-02T00:32:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T00:41:36.638-07:00</updated><title type='text'>Harga Mati, DKI Jakarta Juara Umum PON XVII</title><content type='html'>Setelah siaran &lt;em&gt;Euro 2008&lt;/em&gt; di televisi, peristiwa olahraga di dalam negeri diramaikan oleh Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang akan dilaksanakan di Kalimantan Timur, 5-18 Juli. Setelah diguncang oleh kasus korupsi yang menimpa Gubernur Kaltim dan salah satu Bupati di Kaltim, PON itu siap juga digelar dan akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari pesta olahraga terbesar kita itu? Prestasi jangan diharap &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;. Barangkali yang bisa dilihat adalah persaingan antardaerah. Untuk ini kita bisa tengok persiapan tim Ibukota DKI Jakarta. Koran Kompas memberi judul "Harga Mati, DKI Jakarta Juara Umum PON XVII". Lengkapnya berita tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Provinsi DKI Jakarta, Pekan Olahraga Nasional adalah ajang yang sangat penting untuk membuktikan supremasinya di olahraga nasional. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVII di Kalimantan Timur, 5-18 Juli, DKI Jakarta memasang target menjadi juara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak ada kamus kata kalah bagi atlet DKI Jakarta. Juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII adalah sebuah harga mati,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam upacara peresmian kontingen PON XVII DKI Jakarta di halaman Balaikota DKI, Selasa (1/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total anggota kontingen PON XVII DKI Jakarta berjumlah 1.123 orang, terdiri dari 947 atlet dan pelatih serta 176 ofisial. Namun, upacara kemarin tidak diikuti seluruh anggota kontingen karena sebagian dari mereka sudah lebih dulu berangkat ke Kalimantan Timur untuk mengikuti pertandingan yang digelar sebelum upacara pembukaan dan untuk kepentingan uji coba alat dan tempat laga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah anggota kontingen itu, antara lain dari cabang layar, selancar angin, sepak bola, basket, catur, dan berkuda. Pada PON XVI di Palembang tahun 2004 DKI menjadi juara umum dengan meraih 144 medali emas, 110 perak, dan 113 perunggu. Namun, provinsi yang dikenal sebagai gudangnya atlet nasional ini pernah mengalami kenyataan pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada PON XV tahun 2000 di Surabaya, Jawa Timur, kontingen DKI Jakarta harus puas berada di peringkat kedua dengan 116 emas, 85 perak, dan 96 perunggu. Atlet Ibu Kota waktu itu kalah bersaing dengan provinsi tuan rumah, yang berjaya dengan perolehan 132 emas, 107 perak, dan 115 perunggu. Keberhasilan Jawa Timur mencoreng sejarah gemilang kontingen DKI Jakarta, yang sejak penyelenggaraan PON VII tahun 1969 di Surabaya hingga PON XIV Jakarta 1996 selalu menjadi juara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada PON XVII ini target perolehan emas kontingen Jakarta berkisar 140 hingga 160 buah dari total 749 medali emas yang diperebutkan. Kontingen DKI akan bertanding di 42 dari total 43 cabang yang dipertandingkan. Satu-satunya cabang yang tidak diikuti DKI, karena tidak lolos kualifikasi, adalah cabang drum band. Selain Jawa Timur dan Jawa Barat, saingan utama Jakarta adalah tuan rumah Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi Bowo menyatakan, atas nama masyarakat Jakarta, dirinya berharap seluruh anggota kontingen dapat berjuang maksimal, bertanggung jawab, dan disiplin. Terkait dengan adanya laporan perihal kekurangnyamanan tempat pertandingan dan penginapan kontingen di Kalimantan Timur, Fauzi Bowo meminta kontingen DKI tidak berkecil hati. Bahkan, dia berjanji siap mengunjungi dan melihat sendiri kondisi para atletnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya berjanji akan melihat sendiri. Bahkan, saya tidak akan menginap di hotel, tetapi di tempat penginapan atlet,” kata Fauzi Bowo, disambut tepuk tangan seluruh peserta upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pers seusai upacara, Fauzi Bowo menyatakan, pihaknya menjanjikan bonus kepada semua peraih medali. Namun, ia menolak menyebutkan wujud bonus tersebut. ”Yang jelas, bonus itu akan lebih besar daripada nilai bonus pada PON sebelumnya, karena harga-harga barang kan sekarang sudah lebih tinggi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cabang Andalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat Humaid, Ketua Bidang Teknik Kontingen DKI, mengungkapkan, DKI berpeluang untuk mendulang emas dari semua cabang yang dipertandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terdapat sejumlah cabang yang menjadi andalan sebagai tambang emas. Cabang-cabang itu, antara lain, terbang layang, karate, pencak silat, wushu, menembak, dan senam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di terbang layang kita optimis mampu mendulang emas lebih dari 15 keping, sementara menembak tujuh sampai delapan, serta di atletik lima sampai tujuh keping,” kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hidayat, selain berlatih secara simultan di pusat pelatihan daerah sebelumnya, beberapa cabang secara rutin beruji coba di luar negeri, di antaranya senam di Malaysia, wushu di China, judo di Korea Selatan, dan anggar di China. Kondisi seperti itu telah menambah rasa percaya diri para atlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercapai atau tidak target DKI Jaya? Rasa-rasanya terpenuhi. Mereka hanya bisa tumbang kalau PON diadakan di daerah-daerah pesaing DKI, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di luar itu, DKI bakal mulus muncul sebagai juara umu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5885446850495753748?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5885446850495753748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5885446850495753748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5885446850495753748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5885446850495753748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/07/harga-mati-dki-jakarta-juara-umum-pon.html' title='Harga Mati, DKI Jakarta Juara Umum PON XVII'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1639835557561052872</id><published>2008-05-12T22:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T22:40:22.798-07:00</updated><title type='text'>Suporter Bersatu Menuntut Nurdin Halid Segera Diganti</title><content type='html'>Marak massa berdemo, unjuk rasa para suporter sepakbola ternyata masih mencuri banyak perhatian. Tidak kalah oleh para pendemo meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM. Itulah yang terlihat dalam pemberitaan di Kompas, Selasa (13/5). Demo para suporter pun mendapat perhatian besar. Berikut beritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti saat mendukung klub kebanggaan mereka bertanding, para suporter perwakilan sejumlah klub sepak bola Indonesia bersatu-padu menuntut reformasi PSSI dalam unjuk rasa di tiga tempat di Jakarta, Senin (12/5). Mereka menuntut segera digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa PSSI dengan agenda utama melengserkan Nurdin Halid dari jabatan Ketua Umum PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa suporter yang tergabung dalam Komunitas Suporter Indonesia (KSI) berawal di depan Istana Merdeka, ke KONI Pusat, dan terakhir di depan kantor PSSI. Mereka mewakili beberapa suporter klub, seperti Persija Jakarta, Arema Malang, Persis Solo, Persikota Tangerang, PSS Sleman, dan Persikabo Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berorasi mengkritik keras pengurus PSSI, mereka juga membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman kepada pengurus PSSI, seperti ”Revolusi PSSI”, ”Bebaskan PSSI dari Koruptor”, ”Munaslub PSSI Harga Mati”. ”Sebelum sepak bola Indonesia dihukum FIFA, kami menuntut segera digelar Munaslub PSSI dengan agenda mengganti Nurdin Halid dan revisi Pedoman Dasar PSSI,” kata M Faisyal Abdullah, Koordinator Lapangan KSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kantor PSSI mereka sempat ditemui Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Sarana dan Prasarana Timmy Setiawan di luar pagar. Namun, suporter menolak berdialog setelah Timmy dianggap tidak memberi jawaban memuaskan atas pertanyaan soal dukungan pada aksi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Secara pribadi, apakah Anda setuju jika Nurdin Halid mundur?” tanya suporter. ”Saya setuju dia (Nurdin Halid) mundur dalam konteks yang konstitusional,” jawab Timmy. Jawaban itu tidak memuaskan suporter yang kemudian mengusir Timmy dari hadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa para suporter muncul di tengah sikap acuh tak acuh sebagian besar klub sepakbola di Tanah Air. Klub-klub itu memiliki hak suara dan wewenang meminta secara resmi kepada PSSI untuk menggelar munaslub. Namun, hingga kini hal itu tidak dilakukan klub-klub itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang berada di depan sebagai ujung tombak perubahan di PSSI adalah suporter. Mereka memang layak mendapatkannya karena suara mereka muncul dari nurani sebagai pecinta sepakbola.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1639835557561052872?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1639835557561052872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1639835557561052872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1639835557561052872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1639835557561052872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/05/suporter-bersatu-menuntut-nurdin-halid.html' title='Suporter Bersatu Menuntut Nurdin Halid Segera Diganti'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6882202561773612199</id><published>2008-05-09T01:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T01:51:56.194-07:00</updated><title type='text'>Presiden AFC: Korupsi Harus Dibasmi dari Sepakbola</title><content type='html'>Suratkabar Kompas, Jumat (9/5) menurunkan berita yang membikin kita semakin mencibirkan kepengurusan PSSI. Begini bunyi berita selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC Mohamed Hammam melancarkan perang atas korupsi dalam pesan hari ulang tahun ke-54 AFC, Kamis (8/5). Sepakbola Indonesia, yang masih dipimpin terpidana kasus korupsi Nurdin Halid dari balik penjara, menjadi sasaran tembak pesan tersebut meski tidak disebutkan secara tegas oleh Hammam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Korupsi dan pengaturan skor pada laga sepak bola Asia masih menjadi keprihatinan utama dan AFC akan melakukan segala hal lewat kewenangannya membasmi akar kesengsaraan itu,” kata Hammam dalam situs resmi AFC (www.the-AFC.com). ”Integritas laga sepakbola adalah prioritas utama dan kami akan terus berperang melawan korupsi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hammam, yang Kamis kemarin berulang tahun ke-59, juga meminta asosiasi sepakbola anggota AFC mengadopsi Standar Statuta FIFA secara independen, transparan, dan demokratis. ”Kepentingan-kepentingan politik dan tersembunyi harus dihilangkan sepenuhnya dari statuta seluruh asosiasi anggota AFC,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesan tersebut, ia tidak menyebut dengan tegas negara anggota AFC yang dimaksud sebagai pelaku korupsi. Dalam laporan soal pesan Presiden AFC itu, Reuters menyoroti Indonesia sebagai negara yang federasi sepak bolanya masih dipimpin politisi terpidana Nurdin Halid dari balik sel penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan Hammam soal keharusan seluruh asosiasi anggota AFC untuk mengadopsi Standar Statuta FIFA mengingatkan pada revisi Pedoman Dasar (PD) PSSI yang hingga kini belum jelas. AFC telah dua kali menolak draf revisi PD PSSI. Penolakan pertama soal jumlah pemegang hak suara dalam kongres atau musyawarah luar biasa (munaslub).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan kedua seputar penjabaran ”pelaku kriminal” yang dilarang tampil dalam pemilihan ketua umum PSSI sebagai ”pelaku kriminal yang dihukum di atas lima tahun”. AFC menolak rumusan itu dan menyerahkan masalah tersebut kepada FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah enam bulan terakhir Indonesia berada di bawah pengawasan AFC dan FIFA terkait pemilihan Nurdin sebagai Ketua Umum PSSI di Munaslub PSSI, Makassar, April 2007. FIFA tidak mengakui pemilihan itu dan dalam situsnya mencoret Nurdin dari jabatan Ketua Umum PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suporter Akan Demo&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Air, setelah Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur mendesak agar Munaslub PSSI segera dilaksanakan, suporter klub sepak bola akan kembali berdemo menuntut reformasi di PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kelompok Suporter Persija Jakarta Danang Ismartani mengatakan, demo suporter yang tergabung dalam Kelompok Suporter Indonesia (KSI) digelar Senin mendatang sekitar pukul 12.00 di depan Istana Merdeka, Kantor KONI Pusat, dan Kantor PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga langkah suporter yang semakin ke depan ini mengakhiri kepemimpinan terpidana PSSI. Suporter adalah pahlawan sepakbola tanpa pamrih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6882202561773612199?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6882202561773612199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6882202561773612199' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6882202561773612199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6882202561773612199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/05/presiden-afc-korupsi-harus-dibasmi-dari.html' title='Presiden AFC: Korupsi Harus Dibasmi dari Sepakbola'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7507769756716337554</id><published>2008-05-07T01:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T01:40:30.177-07:00</updated><title type='text'>Tim Indonesia Mulai Berlatih di Istora</title><content type='html'>Posisi sebagai tuan rumah tidak disia-siakan tim Indonesia. Sejak Selasa (6/5), Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan mulai menggunakan Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sebagai tempat berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran nasional Kompas memberitakan hal itu pada edisi Rabu (7/5). Lebih jauhn diberitakan, program latihan untuk berkompetisi di BRI 2008 Thomas Cup dan Uber Cup kemarin dilakukan dalam tiga sesi, masing-masing selama dua hingga tiga jam. Untuk hari perdana tersebut, tim Thomas berlatih di dua sesi, pagi dan sore hari, sementara tim Uber hanya berlatih di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sehari sebelumnya Istora dibenahi untuk pertandingan 11-18 Mei, latihan tim Indonesia sudah dilakukan di atas lapangan berkarpet dengan ruangan yang dilengkapi lampu. Namun, pendingin udara belum terpasang hingga pemain belum bisa menyesuaikan diri dengan arah embusan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan soal belum bisa diketahuinya arah angin akibat pendingin udara yang belum dinyalakan, diutarakan sebagian besar pemain. Setidaknya Candra Wijaya, Hendra Setiawan, Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido, bahkan Manajer Tim Uber Susy Susanti pun mengeluhkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berpendapat serupa adaptasi lapangan adalah perhatian utama saat ini. Butuh waktu dua hingga tiga hari bagi pemain untuk percaya diri dengan lapangan laganya kelak.&lt;br /&gt;Mengawali sesi latihan pada pagi hari, pemain-pemain tim Thomas saling berhadapan dalam simulasi pertandingan. Sony misalnya, yang menjadi tunggal pertama, melawan Taufik Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan melawan Candra Wijaya/Nova Widianto. Selain dengan pasangan tetap, mereka juga saling bertukar pasangan, seperti ketika Candra berpasangan dengan Kido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertukar pasangan di latihan juga dilakukan ganda putri di tim Uber. Vita Marissa yang biasanya berpasangan dengan Lilyana Natsir, bermain dengan Greysia Polii. Adapun Lilyana sendiri berpasangan dengan Rani Mundiasti. Di lapangan lainnya, pasangan tetap Greysia, Jo Novita, bermain dengan Endang Nursugianti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir sesi, semua pemain mendapat program latihan bertahan dari pelatih masing-masing. Setiap pemain tunggal dan ganda bermain melawan dua hingga empat pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih ganda putra, Sigit Pamungkas, mengatakan, di samping menyesuaikan diri dengan tempat latihan, programnya difokuskan untuk meningkatkan mental bertanding. Peningkatan mental itu dilakukan dengan membahas kekuatan dan kelemahan pemain setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Panitia Tolak Jadwal Lama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, penolakan terhadap seluruh jadwal dinyatakan panitia pertandingan jika Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak memenuhi permintaan perubahan jadwal. Perubahan diminta panitia terkait dengan jadwal yang mengharuskan tim Uber Indonesia bermain dua kali dalam sehari di babak penyisihan grup, Senin (12/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sejak rapat dengan BWF bulan Februari, kami sudah mengajukan beberapa permintaan, di antaranya agar Indonesia bermain setiap hari, bergantian antara tim Thomas dan Uber,” kata ketua panitia G Sulistiyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak panitia meminta perubahan jadwal pekan lalu, BWF belum meresponsnya. Pertemuan BWF dengan panitia pun direncanakan berlangsung hari ini untuk membahas hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dukung tim Merah Putih. Ayo maju terus! Kuncinya: persiapan matang, mental juara, dan jangan lupa berdoa sebelum tampil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7507769756716337554?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7507769756716337554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7507769756716337554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7507769756716337554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7507769756716337554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/05/tim-indonesia-mulai-berlatih-di-istora.html' title='Tim Indonesia Mulai Berlatih di Istora'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7312936441757466543</id><published>2008-04-30T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-04-30T02:24:44.242-07:00</updated><title type='text'>Strategi Tim Uber Tergantung Jadwal</title><content type='html'>Meski di atas kertas tidak mungkin meraih gelar juara, namanya usaha bolehlah. Itulah kondisi tim Piala Uber kita yang akan terjun di kejuaraan bulutangkis beregu Piala Thomas dan Uber 11-18 Mei mendatang. Walau sebagai turan rumah, putri-putri Indonesia sulit sekali merebut gelar terhormat. Target lain adalah mencapai hasil maksimal. Bagaimana caranya? Ada berita di koran Kompas, Rabu (30/4), di halaman olahraganya. Sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi tim Uber Indonesia untuk bisa mencapai hasil maksimal di kejuaraan beregu putri Piala Uber tergantung jadwal pertandingan. Untuk dapat menghindar dari juara bertahan China di perempat final, posisi pertama dan ketiga di babak penyisihan grup bisa menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di Grup Z, Indonesia akan bersaing dengan Belanda dan unggulan kedua, Jepang. Berdasarkan sistem pertandingan yang digunakan sejak Kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2004, setiap tim memiliki peluang yang sama untuk lolos, minimal, ke perempat final meski tak bisa menjadi juara grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, seperti dikatakan pelatih ganda putri, Aryono Miranat, di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (29/4), berada di posisi ketiga di bawah Jepang dan Belanda bisa menjadi strategi. Namun, Aryono mengatakan, hal itu masih harus didiskusikan dengan pelatih lain di bagian putri dan manajer, serta disesuaikan dengan jadwal pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Akan lebih mudah untuk menentukan strategi jika melawan Jepang terlebih dulu karena mereka lebih kuat dari Belanda. Jika bisa mengalahkan Jepang, Indonesia punya peluang menjadi juara grup karena kesempatan mengalahkan Belanda lebih besar,” kata Aryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, berdasarkan jadwal yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kemarin, tim Uber Indonesia harus berhadapan dengan Belanda pada penampilan perdana yang digelar 12 Mei. Tak hanya itu, Maria Kristin dan kawan-kawan juga akan melawan Belanda pada malam harinya. Jadwal tersebut berlangsung sehari setelah Jepang bertemu Belanda lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya baru tahu ada jadwal seperti itu. Secara fisik, tidak ada masalah jika harus bermain dua kali dalam sehari, tetapi mungkin akan berpengaruh terhadap faktor mental karena ketegangan bermain di beregu berbeda dengan bermain di turnamen perorangan,” kata Aryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Aryono mengatakan, strategi yang akan dipilih jika memang harus bermain dua kali dalam sehari akan didiskusikan terlebih dulu dengan pelatih tunggal, pelatih kepala, dan manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama mengenai strategi yang menguntungkan Indonesia juga dikatakan pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky. Marleve mengatakan, mental pemain juga harus diperhatikan jika Indonesia memilih strategi menjadi nomor tiga di grup. ”Jika mau menjadi nomor tiga, berarti harus mengalah dua kali. Ini harus diperhatikan karena akan memengaruhi mental pemain,” kata Marleve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Uber akan diperkuat Maria Kristin Yulianti, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah, dan Fransisca Ratnasari di tunggal. Adapun di nomor ganda, Vita Marissa/Lilyana Natsir akan menjadi andalan bersama Jo Novita/Greysia Polii dan Rani Mundiasti/Endang Nursugianti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya tim Uber yang perlu strategi dan kerja keras, tapi juga tim Thomas. Sebagai warga negara Indonesia, kita mesti dukung perhelatan yang akan berlangsung di Istora Senayan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7312936441757466543?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7312936441757466543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7312936441757466543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7312936441757466543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7312936441757466543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/04/biar-di-atas-kertas-tidak-mungkin.html' title='Strategi Tim Uber Tergantung Jadwal'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6176712254829390806</id><published>2008-04-15T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T00:36:54.543-07:00</updated><title type='text'>PSSI ke Markas AFC</title><content type='html'>Berikut ini adalah cuplikan berita olahraga di Kompas, Selasa (15/4). Judul utamanya adalah "PSSI Harus Direformasi". Judul ini sebenarnya sudah "kuno", sudah biasa dikumandangkan oleh banyak koran maupun tokoh tentang kondisi PSSI yang sudah diultimatum FIFA dan AFC untuk mengubah Pedoman Dasar dan pemilihan ulang Ketua Umum dan eksko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik justru anak berita dengan sub judul "PSSI ke Markas AFC". Inilah cuplikan berita koran terbesar nasional itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Selasa ini, Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes dijadwalkan bertolak ke markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk membahas revisi Pedoman Dasar PSSI. ”Sekjen dan NDB (inisial Nirwan D Bakrie) yang akan berangkat ke Kuala Lumpur,” kata Hamka B Kady, Deputi Sekjen PSSI di Kantor PSSI, Senin petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogyakarta, Besoes menyatakan, pengurus PSSI saat ini hanya fokus pada revisi PD PSSI. ”Bagaimana PSSI mau take-off jika landasan (PD) untuk menentukan pergerakan belum selesai,” katanya di Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentarnya sederhana, &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt; bolak balik ke Kuala Lumpur? Itu kan memakan waktu dan biaya? Soal Pedoman Dasar, teksnya bisa dikirim dengan memakai email. Inti dasarnya adalah penerjemahan sekaligus menyesuaikan dengan kondisi di Tanah Air. Kegiatan di era moderen bisa kan dikomunikasikan dengan memakai internet dan sejenisnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lagi cara kerja PSSI yang tidak efisien dan efektif. Pertemuan dengan AFC di Kuala Lumpur maupun Jakarta sudah sering dilakukan. Tapi, sepertinya kemajuan menyajikan perubahan Pedoman Dasar belum kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau PSSI mau bikin kejutan, kerja diam-diam, datang ke AFC, begitu pulang Pedoman Dasar sudah terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tandanya &lt;em&gt;sih nggak kesitu&lt;/em&gt; ya. Yang terkesan justru mereka ingin memperpanjang waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6176712254829390806?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6176712254829390806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6176712254829390806' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6176712254829390806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6176712254829390806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/04/pssi-ke-markas-afc.html' title='PSSI ke Markas AFC'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3450741328174886068</id><published>2008-04-08T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T23:49:01.066-07:00</updated><title type='text'>Belum Ada Pencoretan Cabang di PON</title><content type='html'>Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional atau PB PON XVII di Kalimantan Timur menyatakan, belum ada cabang yang batal dipertandingkan. Hingga saat ini mereka masih bertahan dengan 43 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON bulan Juli mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampai kini masih tetap 43 cabang,” kata Wakil Ketua I PB PON Syaiful Bachri di Samarinda, Selasa (8/4) seperti dimuat di suratkabar Kompas, Rabu (9/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Bachri mengakui sejumlah kalangan khawatir akan kemungkinan adanya cabang yang batal dipertandingkan. Masalahnya, pembangunan sarana mungkin ada yang tak selesai tepat waktu, seperti lokasi perlombaan dayung, menembak, dan berkuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bachri, pembangunan harus selesai akhir Mei. Setelah itu, PB PON XVII akan mengevaluasi dan menentukan ada tidaknya cabang yang akan dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi, sangat bergantung pada hasil evaluasi nanti,” kata Bachri yang membawahi Bidang Sarana dan Prasarana, Pertandingan, dan Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan Harbiansyah Hanafiyah menegaskan, jika ada sarana yang tak selesai, cabang yang berkaitan bisa saja tak jadi dipertandingkan atau dipindahkan ke tempat lain, tetapi masih di wilayah di Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mau bagaimana lagi?” ujar Harbiansyah setengah bertanya, seusai pertemuan dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keputusan KONI Pusat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kompas menjelaskan dalam beritanya, bahwa menurut Pelaksana Harian Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Zuhdi Yahya, PB PON XVII menjadi pihak yang berwenang untuk memberikan pertimbangan apakah sebuah cabang olahraga tetap akan dipertandingkan atau tidak, atau bahkan dipindahkan ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun, yang memutuskan apakah batal atau tetap dipertandingkan ialah KONI Pusat, berdasarkan usul PB PON,” kata Zuhdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PON XVII akan dilaksanakan 6-17 Juli 2008. Pertandingan akan dilaksanakan di tujuh dari 14 kabupaten dan kota di Kaltim, yaitu Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tarakan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini belum ada rencana pemunduran jadwal atau pemindahan ke provinsi lain. ”Dimundurkan atau dipindahkan bukan urusan PB PON, melainkan pemerintah pusat,” kata Wakil Ketua Harian PB PON Hermain Okol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nah, beginilah cara kerja bangsa kita, saling lempar urusan. Pemerintah dan DPR berharap ada pengurangan cabang jika sarana belum selesai. Sementara itu, untuk penyelenggara tidak memiliki jiwa satria dengan menyatakan tidak sanggup. Malah melemparkan lagi kepada pihak lain (KONI Pusat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau dari awal sudah mengetahui kalau pekerjaan tidak bisa selesai, kenapa tidak dikatakan pada saat itu? Di era moderen seperti sekarang ini perencanaan waktu sangat mudah ditentukan. Artinya, sebenarnya kita bisa menentukan sejak awal kesanggupan diri kita. Memaksakan diri untuk menjaga gengsi tapi membuat pihak lain dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja dihitung kerugian yang diderita oleh daerah-daerah yang telah mempersiapkan diri untuk cabang-cabang yang akan ditiadakan. Pastilah sangat besar. Kerugian bukan hanya dari sisi materi tapi juga tenaga dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pelaksanaan PON selalu mengundang masalah. Pastilah ada persoalan yang sampai sekarang tidak bisa diselesaikan. Yang menonjol tentu cabang yang dipertandingkan, terlalu banyak. PON bukan lagi ajang unjuk prestasi, tapi unjuk gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah penderitaan bangsa ini di segala bidang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3450741328174886068?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3450741328174886068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3450741328174886068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3450741328174886068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3450741328174886068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/04/belum-ada-pencoretan-cabang-di-pon.html' title='Belum Ada Pencoretan Cabang di PON'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1206806997317459821</id><published>2008-04-07T23:43:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T23:48:00.443-07:00</updated><title type='text'>Gerakan Mendukung Munaslub</title><content type='html'>Bagai lagu perjuangan “Maju Tak Gentar” yang dikumandangkan guna menggelorakan semangat untuk meraih kemenangan, beberapa pihak yang berkepentingan dengan sepakbola nasional sudah mulai bergerak mengusung pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa daerah, seperti Solo, Surabaya, dan Bandung menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Munaslub. Sementara itu kelompok-kelompok supporter sudah melakukan aksi demo ke kantor PSSI menuntut pelaksanan Munaslub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu adalah yang berurusan langsung dengan sepakbola di Tanah Air. Sementara itu, yang tidak langsung pun sudah buka mulut sekaligus mendesak agar deadline yang diberikan oleh FIFA pada bulan Juli 2008 untuk melaksanakan munaslub mengganti Ketua Umum dipenuhi. Tokoh yang paling kencang mendorong pelaksanaan di antaranya adalah Tondo Widodo, mantan pengurus PSSI yang kini lebih banyak mengurusi media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu adalah gerakan Indonesian Sports Watch (ISW) yang sudah lebih sistematis. Lembaga swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan Lumbung Informasi Rakyat dan kedua lembaga itu diketuai oleh tokoh yang sama, Jusuf Rizal, sudah mengirim lembaran dukungan untuk melaksanakan Munaslub ke klub, pengda, dan Pengcab seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya lembaran dukungan itu diharapkan untuk memperkuat gerakan penyelenggaraan Munaslub. “Kami bukan ingin mengambil alih, tapi mempercepat sekaligus membuat lancer pembinaan sepakboal di Tanah Air. Penyelenggara Munaslub tetaplah mereka-mereka yang berkepentingan,” ujar Jusuf Rizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja, tokoh dan lembaga itu berkehendak melakukan gerakan mendukung Munaslub sekaligus mereformasi kepengurusan. Sebab, yang terlihat di lapangan, PSSI yang katanya mempunyai kewajiban membina sepakbola nasional, sepertinya adem ayem saja. Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) yang belum lama diselenggarakan justru dipakai sebagai sarana tutup mulut bagi para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan memang, Raparnas yang dihadiri oleh para anggota PSSI itu tidak jelas arahnya. Padahal FIFA sudah jelas-jelas berharap kalau gerakan PSSI ke depan adalah menyelenggarakan Munaslub untuk memilih Ketua Umum dan Exco yang sebelumnya tentu mengesahkan Pedoman Dasar yang berafilisasi ke statuta FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diancam Pidana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah banyak diduga, pengurus PSSI sekarang memang enggan menyelenggarakan Munaslub yang berpedoman kepada statuta FIFA. Ultimatum dari berbagai pihak telah dilontarkan. Bahkan Menegpora Adhyaksa Dault mengancam akan memidanakan pengurus PSSI jika mereka berbohong. Di depan sang menteri, para pengurus memang menyebut kalau Indonesia tidak diskorsing(dibekukan) jika ketentuan FIFA tidak dipenuhi pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh bin ajaib memang kalau seorang Menteri percaya begitu saja dengan omongan itu. Lepas dari adanya ancamannya, semestinya Adhyaksa melihat kepada kemandirian dan keutuhan organisasi sebesar FIFA. Kalau ketentuannya diindahkan, apakah FIFA akan diam saja? Jelaslah tidak mungkin. Mereka juga tentu akan bergerak lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah gerakan sebagian Pengda, suporter, tokoh sepakbola, dan ISW akan ampuh meruntuhkan aroganisme Nurdin Halid dkk. untuk memenuhi ketentuan FIFA? Kita berharap gerakan ini paling ampuh. Kalau tidak bisa jadi ada sesuatu yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik seperti yang ditulis oleh Ari Murdimanto dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, di rubrik ”Halo PSSI” tabloid BOLA edisi Jumat, 4 April. Melihat kondisi chaos sepakbola nasional, ia sepertinya mengajak kepada insan sepakbola yang peduli untuk melakukan aksi dengan membentuk organisasi sepakbola baru, lepas dari PSSI dan kroni-kroninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masalah apakah organisasi baru ini akan diakui FIFA atau tidak, itu butuh waktu. Jika FIFA tidak melihat itikad baik dari PSSI, mungkin saja organisasi baru itu akan diakui FIFA dengan catatan semua aturan main FIFA diikuti,” tulis Ari di akhir suratnya. Kondisi itu dapat saja terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saja dengan perkembangan futsal yang kurang terespons dengan baik, sudah ada Asosiasi Futsal Seluruh Indonesia (Asofsi). Bukan tidak mungkin akan ada PSSI yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah mereka? Tentu tidak. Di tengah-tengah kepengurusan PSSI di bawah Ketua Umum Nurdin Halid tidak diakui FIFA, dan di tengah itikad tidak baik yang dimiliki oleh mereka, keberadaan organisasi baru sah-sah saja sepanjang seperti yang dituturkan Ari, semua aturan FIFA diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah bisa saja organisasi baru itu lebih baik dari yang sekarang ini. Apalagi para pencentus ide-ide brilian ini adalah orang-orang muda yang memiliki tenaga dan pemikiran yang lebih reformis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau peluang kecil, harapan untuk mengajak pengurus PSSI yang sekarang legowo mundur dan melaksanakan Munaslub, masih pantas untuk dilayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah berjalan ke depan memajukan sepakbola Indonesia, Bung!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1206806997317459821?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1206806997317459821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1206806997317459821' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1206806997317459821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1206806997317459821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/04/gerakan-mendukung-munaslub.html' title='Gerakan Mendukung Munaslub'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3044128483179220020</id><published>2008-04-01T02:19:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T02:35:21.008-07:00</updated><title type='text'>Cina Sambut Obor Olimpiade, Bagaimana Indonesia?</title><content type='html'>Pesta dan sambutan meriah rakyat China menandai tibanya api olimpiade di Beijing, Senin (31/3). Namun, ancaman protes masalah Tibet masih membayangi momen kebanggaan nasional yang mengawali perjalanan obor itu keliling dunia. Kompas memberitakan peristiwa ini pada Selasa, 1 April, komplet dengan fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Kompas memberitakan. Keamanan sangat ketat saat Presiden China Hu Jintao menyalakan kaldron beralas karpet merah di Lapangan Tiananmen. Hu kemudian menyerahkan obor itu kepada peraih emas nomor lari gawang 110 meter Olimpiade Athena 2004, Liu Xiang, yang secara simbolis mengawali perjalanan 130 hari keliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mimpi rakyat China selama satu abad untuk menjadi tuan rumah olimpiade kini menjadi kenyataan,” ujar Xi Jinping, yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Hu Jintao, yang mengawasi persiapan olimpiade. ”Pawai obor akan menyatukan kekuatan seluruh bangsa untuk bekerja keras menyajikan olimpiade yang unik dan sukses.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, pawai obor bertema ”Perjalanan Harmoni” yang menggambarkan persatuan menjelang pembukaan olimpiade, 8 Agustus, malah menjadi pemicu serangkaian unjuk rasa.&lt;br /&gt;Proses penyalaan obor di Olympia, Yunani, pekan lalu, diramaikan sejumlah poster yang isinya mengecam pelanggaran hak asasi manusia di China. Tiga orang aktivis organisasi Reporters Without Borders ditangkap meski kemudian dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai dibawa keliling Yunani, Minggu (30/3), sekelompok kecil pengunjuk rasa mengganggu dan berusaha menghalangi upacara serah terima obor pada panitia Olimpiade Beijing 2008.&lt;br /&gt;Api itu kemudian diterbangkan dari Athena ke Beijing dalam sebuah lentera dengan penerbangan khusus dan dibawa ke Lapangan Tiananmen, pusat aksi unjuk rasa menuntut demokrasi di China tahun 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan di Indonesia yang akan disinggahi api Olimpiade pada 22 April mendatang dan atlet-atlet Indonesia juga akan beraksi di Olimpiade nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya memang persoalan politik tidak dibawa-bawa ke dalam lingkup olahraga. Protes soal pelanggaran hak asasi manusia di Cina dan Tibet yang dilakukan juga oleh pemerintah Cina, sah-sah saja. Tapi, kalau sampai kepada penghancuran pesta olahraga dunia ini, masalah bisa lain. Justru seharusnya kita berjuang agar Olimpiade ini dapat meruntuhkan rasa ego penguasa Cina terhadap pelanggaran-pelanggaran itu. Para atlet bisa bersama-sama bersatu menghadapi hal ini dengan memanfaatkan momentum Olimpiade yang berlangsung di kandang "pelanggar hak asasi manusia" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dukunglah Olimpiade, sambutlah api Olimpiade. Pada saat penyelenggaraan nanti, barulah kita bisa bersama-sama bersatu menyuarakan pentingnya sikap &lt;em&gt;fairplay&lt;/em&gt;, sportivitas, kepada masyarakat dunia, termasuk Cina di dalamnya. Sambil kita berdoa, dengan semangat olahraga di muka sendiri membuat penguasa Cina malu melakukan pelanggaran-pelanggaran. Kita telah memberikan yang terbaik buat Cina, giliran mereka juga nantinya memberikan yang terbaik kepada kita dengan cara bersikap sportiv di dalam negeri dan Tibet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3044128483179220020?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3044128483179220020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3044128483179220020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3044128483179220020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3044128483179220020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/04/cina-sambut-obor-olimpiade-bagaimana.html' title='Cina Sambut Obor Olimpiade, Bagaimana Indonesia?'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-5635297803743369972</id><published>2008-03-24T18:38:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T18:43:45.086-07:00</updated><title type='text'>Program Timnas Kacau</title><content type='html'>Judul di atas diambil dari halaman olahraga koran Kompas, Selasa (25/3). Kacau? Baca saja lanjutan beritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi belum lagi dimulai, tetapi program tim nasional sudah kacau. Pemusatan latihan tim nasional senior kembali batal digelar Senin (24/3) dan ditunda hingga waktu yang belum jelas. Ini pembatalan kedua setelah pekan lalu pelatnas tidak jadi digelar karena bertubrukan dengan Raparnas PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatalan pelatnas timnas senior itu diumumkan Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Saat dihubungi, Wakil Ketua BTN Hamka B Kady tidak mau menjelaskan alasan pembatalan dan meminta agar membuka situs resmi PSSI (&lt;a href="http://www.pssi-football.com/"&gt;http://www.pssi-football.com/&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs tersebut, BTN menyatakan, pelatnas tim senior ditunda berdasarkan masukan para manajer klub-klub Liga Indonesia. ”Pemain timnas yang akan dipanggil masih mengikuti proses seleksi di klub-klub yang berminat merekrutnya dan sekaligus memastikan kontraknya,” demikian pernyataan BTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beberapa klub sudah mulai membentuk kerangka tim sehingga pemain yang akan masuk seleksi timnas masih fokus pada uji coba di klub-klub,” lanjut BTN. Penundaan pelatnas itu berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Pelatih Benny Dollo telah memanggil 35 pemain untuk mengikuti pelatnas yang awalnya dijadwalkan mulai 17 Maret hingga 9 Juni.&lt;br /&gt;BTN membatalkan jadwal pelatnas 17 Maret lalu dengan alasan yang terkesan naif, yakni bertubrukan dengan Rapat Paripurna Nasional PSSI di Bali pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak Terganggu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terkait pembatalan pelatnas itu, Benny Dollo tidak merasa terganggu. Ia tidak mempersalahkan hal itu meski harus merombak program yang telah disusunnya. ”Kami kembalikan pemain pada klub. Kami akan meminta laporan klub soal kondisi pemain: kecepatan, VO&gt;sub&lt;2&gt;res&lt;&gt;res&lt; Max, HB, dan tes medis,” tutur pria yang akrab dipanggil Bendol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program yang disiapkan Benny, hari pertama pelatnas akan diisi dengan tes fisik dan kesehatan pemain. Dengan penundaan jadwal pelatnas yang tidak jelas itu, praktis ia telah kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk mendapat gambaran para pemain timnas.&lt;br /&gt;”Tidak ada masalah. Target kami masih lama, bulan Desember,” kata mantan Pelatih Persita itu. Benny, yang dikontrak dua tahun di timnas, ditarget membawa tim Merah-Putih juara Piala AFF 2008 Desember mendatang di Indonesia dan Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini agenda pelatnas sering kali bermasalah dengan jadwal kompetisi. Namun, masalah itu telah muncul jauh hari sebelum kompetisi dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar yang keluar setelah membaca berita ini hanya singkat: "Inilah kerja PSSI yang lagi-lagi buruk!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-5635297803743369972?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/5635297803743369972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=5635297803743369972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5635297803743369972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/5635297803743369972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/03/program-timnas-kacau.html' title='Program Timnas Kacau'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2045792457111332077</id><published>2008-03-17T20:27:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T20:33:16.629-07:00</updated><title type='text'>Produk Ilegal</title><content type='html'>Susu formula dan makanan bayi yang mengandung bakteri &lt;em&gt;entrobacter sakazakii&lt;/em&gt; dianggap sebagai produk bermasalah. Masyarakat berharap produk-produk itu ditarik dari peredaran. Bagaimana dengan produk Musyawarah Nasional (Munas) PSSI 2007 yang melahirkan Ketua Umum Nurdin Halid dan rentetannya? Haruskah ditarik dari peredaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk legal adalah produk yang dihasilkan oleh forum, organisasi atau perusahaan yang sah. Kebalikannya, kalau forum itu tidak sah maka produk yang dihasilkan pun illegal. Sah kah Munas PSSI 2007?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bahan perbincangan yang menarik. Tapi, kalau mengacu keputusan FIFA yang berharap pemilihan ulang ketua umum dilakukan berdasarkan statuta FIFA, maka hasil dari Munas itu ilegal atau tidak sah. Rentetannya adalah produk-produk yang dihasilkan pun mengikuti ketidaksahan statusnya. FIFA telah membuktikan sebagian keputusannya dengan mengosongkan nama ketua umum PSSI dalam struktur kepungurusan organisasi sepakbola Indonesia dalam situsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIFA hanya mencoret ketua umumnya. Tapi, kalau kita mau urutkan produk-produk yang dihasilkan oleh ketua umum menjadi panjang. Bukan hanya ketua umum yang dicoret, tapi juga produk-produk yang dihasilkan selama ketua umum menjabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita urutkan saja rangkaiannya. Munas menelorkan Ketua Umum Nurdin Halid. Dari ketua umum melahirkan keputusan para eksekutif komite (exco) dan kepengurusan PSSI lainnya. Dari exco dan kepengurusan PSSI, muncul produk-produk, seperti kompetisi Liga Indonesia dan kompetisi-kompetisi lainnya. Ironisnya, produk-produk itu dijalankan dengan pesertanya mengetahui secara sadar kondisi yang dijalaninya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;FIFA telah mengambil langkah bijaksana dengan hanya mencoret ketua umum PSSI ke dalam struktur PSSI. Organsiasi besar itu masih menghargai keputusan-keputusan yang dibuat oleh Nurdin sejak ia memangku jabatan usai Munas 2007. Padahal bisa saja mereka mengharamkan produk-produk yang dihasilkan oleh Nurdin dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, situasi di dalam negeri sepertinya menutup mata melihat keadaan ini. Para pengurus ”ilegal” itu semakin membabi buta, misalnya dengan semakin kencang meluncurkan Liga Super. Padahal banyak orang menilai keinginan itu bagai mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saja, baru satu stadion yang dianggap layak menjadi kandang peserta, yaitu Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Stadion ini menjadi markas klub Sriwijaya FC.Liga Super seperti kompetisi-kompetisi utama di negara-negara Eropa, mensyaratkan klub memiliki stadion dan tempat latihan. Syarat ini begitu berat di tengah himpitan terlarangnya dana APBD ke klub-klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum adanya Liga Super, sebelum adanya pencoretan nama Nurdin di situs FIFA, banyak suara menghendaki agar kompetisi Liga Indonesia di Tanah Air dihentikan dulu. PSSI diharapkan bebenah dulu, sebelum menggulirkan kompetisi yang prima, baik organisasi maupun suasana di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau ditambah dengan kejadian-kejadian di seputar kompetisi sampai kepada tewasnya seorang suporter Persija ketika semifinal Liga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya seluruh kejadian dan pendapat bermuara ke satu tempat, hentikan kompetisi. Tarik peredaran kompetisi yang merupakan produk ilegal itu. Selanjutnya adalah kita berbuat sesuai dengan standard FIFA. Wujudkan Pedoman Dasar sesuai statuta FIFA. Selenggarakan Munas, pilih Ketua Umum, dan Eksekutif Komite. Dari sini mereka akan melahirkan produk-produk yang legal berupa kompetisi sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kita, kita tidak mendengar atau membaca sumpah serapah dari masyarakat lagi soal sepakbola Tanah Air yang kita cintai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2045792457111332077?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2045792457111332077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2045792457111332077' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2045792457111332077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2045792457111332077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/03/produk-ilegal.html' title='Produk Ilegal'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4430798522338051882</id><published>2008-03-16T19:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T21:10:13.958-07:00</updated><title type='text'>PT. Persija Jaya, Apaan Tuh?</title><content type='html'>Ketika membawakan sebuah acara dangdut di TPI, artis Jaja Miharja punya kata-kata jitu untuk menutup acara. "Apaan Tuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kata-kata itu pantas ditujukan kepada pendirian perusahaan bernama PT. Persija Jaya. &lt;em&gt;Apaan tuh&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan Kompas, Senin, 17 Maret 2008, pendirian PT. Persija Jaya dinilai inkonstitusional oleh puluhan klub anggota Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija) Pusat. Pengurus klub-klub Persija merasa tidak pernah dimintai pendapat oleh pribadi-pribadi yang kini menduduki posisi di PT Persija Jaya, seperti Direktur Utama Benny Erwin dan Direktur Umum Bambang Sucipto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PS Mahasiswa Jakarta Biner Tobing menuturkan, satu-satunya pemberitahuan soal pendirian PT Persija Jaya adalah pertemuan pada Selasa (11/3). ”Dalam pertemuan itu kami diberi tahu PT Persija Jaya sudah terbentuk, padahal sebelumnya tak pernah diajak bicara. Kok semua serba tiba-tiba? Siapa yang menunjuk direktur-direktur itu? Di mana posisi klub anggota jika untuk hal penting seperti pembentukan PT ternyata diabaikan?” kata Biner, Minggu (16/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Biner, klub anggota bisa saja setuju dengan agenda pendirian PT. Namun, etika organisasi harus dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kata Biner yang juga eks Ketua Umum Persija itu, belakangan juga dibentuk Pengurus Cabang PSSI Jakarta Pusat dan Pengurus Cabang PSSI Jakarta Utara. ”Kalau ada Pengcab PSSI Jakarta Pusat, artinya Persija sudah bubar dong. Kedua lembaga itu, kan, sama dan sebangun? Kalau Persija bubar, bagaimana klub-klub anggota,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat senada diungkapkan Ketua Umum PS Hercules Alvin J Marsinih. Hercules yang berdiri sejak 1900 termasuk salah satu pendiri Persija.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perkembangan yang tidak demokratis itu, Alvin menyatakan, klub-klub anggota mendesak agar PT Persija Jaya dibubarkan. Jika akan didirikan kembali, pembentukan PT harus melalui aspirasi klub-klub anggota Persija.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain PS Hercules dan PS Mahasiswa, klub lain yang menyuarakan protes senada antara lain Metros, Tunas Jaya, UMS 80, Angkasa, Pos Indonesia, RPM, Gunjati, Putra Nusa, Mabes ABRI, Jayakarta, dan RIC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, sejumlah kecil klub bersikap berbeda karena pengurus mereka menempati posisi penting di PT Persija Jaya, seperti pengurus klub PS Trisakti, yang menempatkan Benny Erwin sebagai direktur utama, dan PS Gumarang, ”asal muasal” Bambang Sucipto, direktur umum.&lt;br /&gt;Benny Erwin ketika dimintai konfirmasi menjelaskan, hari Senin ini akan diadakan rapat untuk membahas masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang beginilah cara kerja kebanyakan "orang sepakbola" di Tanah Air. Seperti induk semangnya, PSSI, cara kerja mereka kurang fair dan buntut-buntutnya diprotes. Semestinya memang pembentukan perusahaan guna memenuhi syarat menjadi peserta Liga Super, dibicarakan dulu oleh seluruh anggota. Tidak main petak umpet seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku bagi klub-klub lainnya. Para anggota yang perserikatan itu adalah cikal bakal adanya klub-klub super berbendera perserikatan. Atau, kalau mau berdiri sendiri, kondisi nama juga pantas diperdebatkan. Klub yang baik selain dikelola profesional juga memiliki perangkat yang komplet. Memiliki stadion dan tempat latihan. Memiliki regenerasi dengan ditandai oleh adanya tim-tim junior dan di bawahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau asal main tembak, kita pun bertanya. &lt;em&gt;Apaan tuh&lt;/em&gt;?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4430798522338051882?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4430798522338051882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4430798522338051882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4430798522338051882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4430798522338051882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/03/pt-persija-jaya-apaan-tuh.html' title='PT. Persija Jaya, Apaan Tuh?'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-191170250949266110</id><published>2008-03-09T18:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-09T22:15:26.935-07:00</updated><title type='text'>Gagal Lagi di All England</title><content type='html'>Kompas, Senin (10/3) memberitakan di halaman olahraganya. Dalam waktu lima tahun berturut-turut, daftar peraih gelar juara All England tak juga bertambah dengan nama pemain Indonesia. Harapan meraih gelar dari Nova Widianto/Lilyana Natsir kandas setelah menyerah dari pasangan China, Zheng Bo/Gao Ling, di final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi satu-satunya wakil pada partai puncak yang digelar di National Indoor Arena Birmingham, Minggu (9/3), Nova/Lily kalah dari pesaing terberatnya itu dalam pertarungan tiga game, 21-18, 14-21, 9-21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil tersebut, harapan meraih gelar dari ganda campuran untuk pertama kalinya sejak tahun 1979 sirna. Gelar tersebut diraih pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna. Mereka menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang mencatatkan nama mereka dalam daftar pemegang juara ganda campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, hanya Tri Kusharjanto/Minarti Timur yang bisa menembus babak final, tetapi gagal menjadi yang terbaik karena kalah dari Liu Yong/Ge Fei pada tahun 1997.&lt;br /&gt;Dibandingkan nomor lainnya, final ganda campuran tahun ini menjadi yang terbaik dibandingkan nomor lain karena menampilkan dua ganda berperingkat teratas dunia. Sebelum bertemu di final All England, kekuatan mereka berimbang dengan berbagi tiga kemenangan pada enam pertemuan mereka tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan? &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, pasti! Kejuaraan All England bagi Indonesia adalah turnamen yang punya banyak kenangan. Sebelum banyak muncul turnamen seperti sekarang ini, All England adalah turnamen yang paling bergengsi. Tolok ukur seorang pemain dilihat dari keberhasilannya menjuarai turnamen ini. Kita punya nama-nama yang melegenda, seperti Rudy Hartono (juara tunggal putra 8 kali), dua ganda putra Tjun Tjun/Johan Wahyudi dan Christian/Ade Chandra, Liem Swie King, dan banyak nama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, turnamen ini seperti turnamen-turnamen lainnya. Pemain-pemain Indonesia tenggelam seiring dengan munculnya pemain-pemain Cina dan negara Asia lainnya maupun Eropa menguasai turnamen-turnamen manca negara. Untunglah, bulutangkis di Olimpiade masih memberikan kebanggaan dengan medali emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan peluang di Piala Thomas-Uber yang akan berlangsung pada bulan Mei mendatang di Tanah Air? Sebagai warga bangsa kita tidak boleh pesimis, walau harus menerima kegagalan di All England dengan pahit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-191170250949266110?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/191170250949266110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=191170250949266110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/191170250949266110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/191170250949266110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/03/gagal-lagi-di-all-england.html' title='Gagal Lagi di All England'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-4290996717624839796</id><published>2008-02-25T23:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T00:17:37.285-08:00</updated><title type='text'>Pejabat Publik Harap Mundur! Di PB/PP Juga!</title><content type='html'>Penolakan Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan peninjauan ulang Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional soal pejabat publik yang mamangku jabatan di KONI, dinilai bisa meningkatkan profesionalisme pembinaan olahraga di daerah. Selama ini, pembinaan masih bergantung pada pejabat publik. Sumber pendanaannya juga masih bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita di atas merupakan &lt;em&gt;lead&lt;/em&gt; dari berita olahraga Kompas, Selasa, 26/2. Seperti diketahui, MK mengeluarkan keputusannya setelah ada &lt;em&gt;judicial review&lt;/em&gt; terhadap UU nomor 3 tersebut. Pengaju &lt;em&gt;judicial review&lt;/em&gt; tersebut adalah Saleh Ismail Mukadar yang menjabat sebagai Ketua KONI Surabaya sekaligus Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur. Saleh beranggapan keberadaan Pasal 40 UU SKN yang berbunyi: “Pengurus komite olah raga nasional, komite olah raga propinsi, komite olah raga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik” sangat diskriminatif sehingga bertentangan dengan konstitusi karena membatasi atau melarang pejabat publik untuk duduk menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MK tidak mengabulkan permintaan pemohon. Menurut MK, Pasal 40 UU SKN tidak mengatur mengenai pembatasan HAM tetapi mengatur tentang larangan rangkap jabatan bagi pejabat struktural dan pejabat publik. Dengan larangan rangkap jabatan yang hanya berlaku bagi pejabat struktural dan pejabat publik itu, tidak ada satu pun hak asasi Pemohon selaku orang pribadi (natuurlijke persoon) yang dilanggar. Pemohon tidak terpasung haknya untuk memajukan diri secara kolektif, tidak kehilangan hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta tidak diperlakukan secara diskriminatif dengan berlakunya Pasal 40 UU SKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terima keputusan itu. Namun, masih ada yang janggal. Kenapa larangan rangkap hanya untuk jabatan di KONI dari tingkat Pusat sampai Kabupaten? Kenapa untuk induk organisasi olahraga (PB dan PP) tidak disinggung sama sekali? Sekarang ini ada beberapa pejabat publik yang menjabat sebagai Ketua PB/PP, seperti Kapolri untuk PP PBVSI dan Menpan Taufik Effendi untuk PB Perpani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PB dan PP adalah anggota KONI yang juga memakai APBN maupun APBD. Dua lembaga itu sama-sama mengurusi olahraga. Di dalam keputusannya MK hanya menyinggung hubungan KONI dan PB. Disebutkan oleh MK, bahwa rangkap jabatan di KONI dan PB/PP diatur oleh para pembentuk undang-undang. Kalau ini &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; rangkap jabatan KONI dan PB/PP. Tapi kalau rangkap jabatan pejabat publik dengan PB/PP, bagaimana? Tidak disinggung oleh MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kenapa harus dibedakan antara KONI dengan PB/PP? Barangkali hal ini terjadi karena tidak ada masukan kepada MK bahwa banyak pejabat publik yang menjadi Ketua PB/PP dan undang-undang pun tidak melarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Judicial review&lt;/em&gt; lagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-4290996717624839796?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/4290996717624839796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=4290996717624839796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4290996717624839796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/4290996717624839796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/02/pejabat-publik-harap-mundur.html' title='Pejabat Publik Harap Mundur! Di PB/PP Juga!'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-1548056953168237484</id><published>2008-02-19T17:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T17:39:18.421-08:00</updated><title type='text'>BOM BUNUH DIRI</title><content type='html'>Sosok Nurdin Halid setelah sekian kali diultimatum FIFA bagai bom yang sewaktu-waktu bisa meledak. Karena bom, maka ledakannya akan meluas dan melukai banyak orang. Apalagi kalau dia berjenis bom bunuh diri dan dilakukan bersama para exco dan pengurus PSSI lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya analisis ekstrim dan lahir sudah lama sebelum Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault berucap keras kepada Ketua Umum PSSI itu agar segera mengundurkan diri. Untuk mundur dan melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bukan pekerjaan mudah, khususnya adalah dalam soal mengumpulkan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penyelenggaraan itu dibebankan kepada pengurus sekarang, akan berpikir ribuan kali. Karena adanya Munaslub berarti mereka menyelenggarakan pesta untuk kemunduran ketuanya, mereka sendiri, dan yang lebih memilukan mereka adalah akan memilih ketua baru yang belum tentu sejalan dengan mereka.Maka, dari pada susah-susah mencari dana miliaran rupiah dan menguras tenaga yang belum ketahuan hasilnya buat mereka, lebih baik matikan saja organisasi ini, matikan saja sepakbola Indonesia, toh akan dirasakan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaca mata ini, maka telah terjadi bom bunuh diri. Pelakunya adalah Nurdin Halid bersama jajarannya di kepengurusan PSSI. Bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya bom bunuh diri bersama-sama ini. Untuk bom bunuh diri perorangan saja banyak memakan korban. Apalagi dilakukan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;                                                                             ***&lt;br /&gt;Analisis ini sangat rasional. Untuk menyelenggarakan Munaslub sama saja dengan Musyawarah Nasional. Munas terakhir yang diselenggarakan April tahun lalu dihadiri oleh 700 peserta dari seluruh Indonesia. Seluruh dana transportasi dan akomodasi peserta ditanggung oleh PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam Pedoman Dasar PSSI yang berdasar Statuta FIFA nanti, pengurus cabang tidak lagi terlibat dalam Munas. Hanya Pengda dan klub-klub yang bisa hadir di Munas dan menentukan arah pembinaan sepakbola nasional. Tapi, untuk mengesahkan Pedoman Dasar itu PSSI perlu mengundang peserta Munas gaya lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lebih krusial adalah penyelenggaranya. Secara institusi, penyelenggara Munas adalah PSSI. Tapi, apakah mau pengurus PSSI menjadi penyelenggara? Sinyalemen keengganan di dalam diri mereka terlihat jelas. Sudah ketahuan peringatan dari FIFA muncul tahun lalu, mereka terus memperlambat seolah-olah tidak mengerti aturan organisasi. Mereka tidak lagi memiliki jiwa besar untuk menyelenggarakan Munaslub dengan hasil meruntuhkan ketua mereka yang telah mengangkat mereka ke dalam organisasi tak berwibawa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk dapat terlesenggara Munaslub diperlukan jiwa besar. Untunglah Menpora dalam hal ini adalah Pemerintah yang ikut disurati oleh FIFA soal penyelenggaraan Munaslub dan pemeilihan ketua baru, turun tangan. Artinya, Menpora diuji bukan hanya bisa berucap tapi juga membantu terlaksananya Munaslub dengan memberikan bantuan dana. Dana dari mana? Moga-moga bukan dari APBN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan pun belum selesai. Meski dana Munaslub sudah teratasi, tapi siapa yang mau menjadi Ketua Umum PSSI di tengah ingar-bingar sepakbola nasional sekarang ini?Menjadi Ketua Umum PSSI bakal populer, bakal mampu mendongkrak populeritas seseorang. Bahkan nilainya bisa sama dengan seorang Presiden di negeri ini. Namun, kalau sukses populeritasnya menjadi positif. Kalau gagal prestasi, suporter tewas, pemain-wasit berantem, dana klub dianggap melanggar undang-undang, populer ya populer tapi ngetop negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu bisa terlihat dari sosok seorang Arifin Panigoro. Sikapnya ketika dicalonkan menjadi ketua umum PSSI dalam Munas lalu, seperti penari poco-poco (meminjam istilah mantan Presiden Megawati Soekarnoputri). Maju selangkah, mundur selangkah. Bisa ditebak, keraguan yang ada dalam dirinya menyangkut soal dana dan tentu pembinaan yang amburadul. Ia masih kawatir kalau namanya menjadi bulan-bulanan pers maupun penggemar sepakbola di Tanah Air.&lt;br /&gt;                                                                                 ***&lt;br /&gt;Maka, setelah Menegpora mengintervensi ke dalam persoalan PSSI, langkah berikutnya adalah melempar ke publik siapa yang mau menjadi Ketua Umum PSSI?Kalau yang mau barangkali banyak orang. Namun, setelah diberikan paparan persoalan yang mengkungkung PSSI barangkali orang-orang itu akan mundur satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat, hanya orang-orang yang tebal muka, sikut sana-sikut sini, bergaya ”mafioso” yang mampu masuk ke dalam lingkaran PSSI atau secara keseluruhan sepakbola nasional. Kita tidak boleh terjebak pada idiom seperti itu. Kita perlu tokoh tebal muka, dalam arti berani menghadapi serangan pihak-pihak yang merasa paling benar mengurus PSSI alias para status quo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain: kita perlu tokoh baru dengan wawasan modern, berorganisasi secara efisien dan efektif, transparansi, berjiwa enterpreuner. Syukur-syukur tokoh itu berusia muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwawasan modern, memiliki visi ke depan yang mampu ditangkap secara global. Berorganisasi secara efisien dan efektif menyangkut soal pekerjaan sehari, baik soal administrasi, dana, maupun waktu. Transparansi menyangkut pada keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan, jangan ada yang ditutupi. Berjiwa enterpreuner mampu memandirikan PSSI dengan menciptakan peluang-peluang pemasukan tanpa mengorbankan pembinaan sepakbola nasional.Di atas kertas memang bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau sudah di lapangan menghadapi ulah pemain, wasit, dan suporter, teori-teori itu menjadi buyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kita serahkan saja kepemimpinan PSSI kepada Adhyaksa Dault? &lt;em&gt;Nggak&lt;/em&gt; ada larangan &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; seorang Menteri –sekalipun Menegpora—jadi ketua PB/PP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalian &lt;em&gt;nyebur&lt;/em&gt;, pak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-1548056953168237484?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/1548056953168237484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=1548056953168237484' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1548056953168237484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/1548056953168237484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/02/bom-bunuh-diri.html' title='BOM BUNUH DIRI'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-2661726074691075132</id><published>2008-01-14T16:27:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T23:28:24.542-08:00</updated><title type='text'>Jangan Pecah Hubungan KONI-Mennegpora</title><content type='html'>Ada tiga yang menjadi pemicu persoalan olahraga nasional gencar menjadi bahan pembicaraan. Dua dari sepakbola, sedang yang ketiga dan ini bisa menjadi puncaknya datang dari Menegpora dan KONI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepakbola menyangkut soal yang ramai dibicarakan, yaitu bantuan dana APBD dan Statuta FIFA yang belum juga dilaksanakan oleh PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APBD bisa menjadi bisul, karena si pemberi maupun si penerima masih mengandalkan pasal-pasal karet dalam penerapannya. Dalam peraturan pemerintah hanya disebut dana hibah dan sosial. Bukankah hibah dan sosial menjadi luas maknanya? Bukankah olahraga juga masuk dalam pengertian itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada penjelasan yang tegas dari pemerintah. Apalagi pengawasan dalam sektor ini juga terbilang longgar. Maka hampir dipastikan, APBD hanya terbatas sebagai gangguan di dalam pemikiran saja. Kalau diibaratkan bisul, masih kecil dan efeknya hanya gatal-gatal saja. Belum membawa jera pelaku-pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APBD akan menjadi as roda pemutar kompetisi sepakbola di Tanah Air dalam kurun waktu setahun, dua tahun, bahkan bisa jadi cukup lama. Dan akan meninakbobokan klub-klub hingga pada satu saat kemandirian klub tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisul yang lebih besar ada pada Statuta FIFA. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda PSSI ingin melaksanakan statuta ”komandannya” itu. Mereka sepertinya ingin bunuh diri bersama-sama hingga jika nanti ada sanksi dari FIFA, mereka pun tidak mau repot-repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repot? Pasti. Sebab, kalau ingin melaksanakan Statuta FIFA, misalnya dengan menyelenggarakan Munaslub, pengurus bakal mencari dana untuk mensukseskannya. Dana itu tidak sedikit, dan bagi pengurus sekarang ini, munaslub itu berarti menyerahkan kepengurusan (hasil munaslub) kepada orang lain. Bagi mereka yang berpandangan sempit pastilah ogah menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisul ini akan pecah saat FIFA menagih janji PSSI yang akan melaksanakan Statuta. Deadline tidak dipatuhi, hukuman pun akan jatuh. Kapan? Biasanya saat FIFA bersidang. Menurut rencana, FIFA akan berkongres bulan Juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisul ketiga, dan ini sebenarnya lebih mengerikan bagi dunia olahraga, yakni perseteruan tiada henti antara KONI-KOI dan Menegpora. Dari awal sudah berperang, dari penafsiran yang beraneka ragam tentang produk Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, terbentuknya Satuan Tugas, hingga rencana pengambilalihan peran pembinaan olahraga prestasi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerikan, karena perseteruan terjadi antara dua kubu yang menjadi penentu pembinaan olahraga di Tanah Air. Dampaknya, lagi-lagi ada contoh misalnya Kuwait yang dihukum oleh FIFA karena pemerintahnya terlalu ikut campur dalam pembinaan olahraganya. Memang bukan IOC, tapi FIFA merupakan anggota IOC. Roh organisasi anggota IOC pada dasarnya sama, yaitu Olympic Chartered, yang di dalamnya membatasi peran pemerintah terhadap pengelolaan olahraga di masing-masing negara. Tujuannya untuk mengedepankan bahwa olahraga adalah universal, menyatukan warna kulit, bangsa, dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Menegpora terhadap KONI sudah berlebihan. KONI nggak becus, rasanya semua insan olahraga setuju. Sampai sekarang KONI belum mandiri, khususnya adalah soal dana organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau sampai peran KONI diambil alih, itu adalah pemikiran jangka pendek dan pemborosan. Apalagi kalau sampai melembagakan Satgas, yang identik dengan Komite Olimpaide Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut jangka pendek, karena pasti suatu saat akan berubah lagi. Karena tidak lazim dengan ketentuan IOC. Dianggap pemborosan, berarti ada dua lembaga yang mengurusi olahraga prestasi. KONI perlu biaya, KOI perlu dana, belum lagi Satgas. Pastilah IOC akan menerima kehadiran wakil KOI ketimbang Satgas di arena inetrnasional. Mereka tidak kenal dengan Satgas, yang mereka tahu adalah KOI sebagai anggota mereka di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikawatirkan, Menegpora kita, Adhyaksa Dault, bicara asal jeplak. Sama seperti ketika ia mengumumkan bonus emas SEA Games sebesar 200 juta per kepala yang ternyata keliru. Untuk emas perorangan memang benar, tapi untuk beregu sesuai dengan jumlah atlet yang turun di lapangan. Bukan seluruh anggota tim. Belum lagi ada hal berbeda untuk pelatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pelatih menjadi miris melihat siaran langsung di TVRI waktu pemberian bonus, Sabtu (12/1) lalu. Duduk di kursi depan, berjok empuk adalah para pejabat yang belum tentu sudah lama bergelut di dalam dunia olahraga. Sementara seorang Christian Hadinata dan mantan juara dunia yang lain, duduk entah di mana, tanpa diberi penghargaan duduk bersama para Menteri dan pejabat KONI di deretan paling depan. Acara itu kan acara olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pak Menteri bilang, olahraga di Indonesia seperti tari poco-poco, ramai di arena tapi miskin prestasi, itu berarti menepuk muka sendiri. Bukankah di antara para penari itu Pak menteri berada di dalamnya? Bahkan bisa jadi sebagai pengatur geraknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisul juga begitu. Orang kena bisul ributnya minta ampun, tapi kalau sudah pecah jadi plong. Hanya jangan sampai salah perkiraan. Dikira bisul ternyata tumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2008 ini, kita bakal tahu apakah bisul itu pecah atau justru menjadi tumor. Jujur, kita berharap hubungan KONI-Mennegpora jangan pecah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-2661726074691075132?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/2661726074691075132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=2661726074691075132' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2661726074691075132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/2661726074691075132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2008/01/bisul-olahraga-hampir-pecah.html' title='Jangan Pecah Hubungan KONI-Mennegpora'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-147380368266130038</id><published>2007-12-18T22:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-21T20:29:58.301-08:00</updated><title type='text'>SEA  Games, Selamat Tapi Wapasda</title><content type='html'>Meski meraih 56 emas, tapi kontingen Indonesia sudah cukup berada di peringkat empat klasemen. Para atlet telah berhasil meraih target minimal tersebut. Bagaimana pun mereka layak diberi selamat, akan tetapi olahraga nasional tetap pada posisi waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari prediksi yang dicanangkan sebelum berangkat hanya prediksi dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang mendekati. Adhyaksa Dault bersama jajarannya memperkirakan Indonesia meraih 57 emas, sedangkan Satgas di bawah komandan Ahmad Sucipto 77 emas, sementara BOLA hanya 49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perolehan itu masih kalah dari Vietnam, Malaysia, dan tuan rumah Thailand. Vietnam 64 emas, Malaysia 68 emas, dan Thailand 183. Faktor inilah yang perlu dicari sebab, selain tentu memompa terus cabang-cabang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan dari Thailand tidak mengejutkan, karena tuan rumah ini memang punya kemauan membangun olahraga nasional secara menyeluruh. Tapi tertinggal dari Malaysia dan Vietnam perlu mendapatkan perhatian serius. Persoalannya kita bersama mereka bertanding di negara netral. Artinya kita bersama-sama datang ke Negeri Gajah Putih itu sebagai tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengetahui sedetil mungkin pembinaan di negara-negara itu. Soal dana memang kita kalah, tapi faktor itu bukan satu-satunya kegagalan. Salah satu yang mencolok adalah pembibitan di lawan-lawan kita sudah jauh dilakukan, sementara kita masih banyak mengandalkan muka-muka lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar seperti apa yang diungkap oleh Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, bahwa prestasi kali ini dicapai lewat nomor-nomor bergengsi dan berkualitas. Tapi pencapaiannya kurang merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi luar biasa Suryo Agung Wibowo (24 tahun) di nomor lari jarak pendek patut kita syukuri. Tapi, kita mesti prihatin miskinnya pelari-pelari di bawah usianya. Begitu pula dengan balap sepeda yang masih mengandalkan muka-muka lama sementara jago baru nasional belum nongol juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor-nomor banyak emas, yakni menembak dan renang, atlet-atlet kita benar-benar kering. Hanya satu emas dari loncat indah, itupun atas nama atlet senior, Shenny Ratna Amalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di cabang judo lebih parah lagi, masih mengandalkan pejudo-pejudo senior macam Kresna Bayu dan Peter Taslim, namun tidak mampu lagi unjuk gigi. Hanya satu emas di cabang ini diraih oleh Indonesia atas nama Ira Purnamasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Malaysia dan Vietnam memang menjadi lawan terdekat untuk diwaspadai pada SEA Games mendatang. Selain tentu Singapura yang terus mengintip dengan sistem naturalisasi atletnya. Sementara itu, Thailand untuk SEA Games mendatang di Laos rasanya masih mampu merajai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia pada SEA Games kali ini memang boleh. Peringkatnya naik dua tingkat, dari keempat di tahun 2005 menjadi kedua. Perlu dicatat pula, keberhasilan ini tanpa beberapa bintang dan tim kuat. Misalnya bintang bulutangkis dan senamnya. Untuk tim misalnya andalan emas sepaktakraw yang mundur dan juga tim skuas putri. Mereka memperkirakan bisa menambah 10 emas kalau atlet-atlet topnya ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vietnam adalah tetangga Laos yang bisa saja dianggap sebagai kandang kedua. Atlet-atlet mereka bakal lebih merajai dibandingkan saat beraksi di Nakhon Ratchasima. Mereka pun dalam dua SEA Games terakhir terbilang stabil prestasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Singapura? Sumpah serapah maupun mengurut dada pertanda miris boleh saja kita lakukan melihat sikap mereka yang menaturalisasi atlet-atlet asal Cina. Tapi, kebijakan itu adalah hak mereka. Hasilnya memang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di cabang tenis meja mereka sapu bersih, di cabang renang menggondol emas. Begitu pula di atletik dan beberapa cabang lagi. Bahkan untuk judo, pada tahun mendatang mereka juga kedatangan pejudo-pejudo asal Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era yang sudah global ini, perpindahan warga negara memang menjadi biasa. Namun, tuntutan nasionalisme rasanya masih menjadi pilihan utama untuk negeri ini. Kita tidak perlu naturalisasi, tapi belajarlah semua cabang ke Cina. Tinggal berbulan-bulan, melakukan uji coba, bertanding ke berbagai event, rasanya sudah cukup untuk menguasai SEA Games lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju SEA Games 2009 ada Olimpiade 2008. Sudah waktunya kalau Suryo Agung memikirkan target di Beijing itu. Begitu pula dengan Uyun Muzizah cs., para pemanah, para lifter, dan yang terakhir adalah langganan emas; pebulutangkis-pebulutangkis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu bonus 200 juta rupiah mampu menggenjot hingga mengukir prestasi lebih hebat lagi. Siapa tahu pemerintah juga menyediakan bonus lebih &lt;em&gt;gede&lt;/em&gt; lagi di Olimpiade nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus memang bukan nomor satu di olahraga, tapi yakinlah bahwa &lt;em&gt;fulus&lt;/em&gt; ini menjadi salah satu kunci keberhasilan atlet-atlet kita mencapai target di SEA Games kemarin. Apalagi bonus kali ini lumayan &lt;em&gt;gede&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gitu dong&lt;/em&gt; Pak Menteri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-147380368266130038?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/147380368266130038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=147380368266130038' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/147380368266130038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/147380368266130038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/sea-games-selamat-tapi-wapasda.html' title='SEA  Games, Selamat Tapi Wapasda'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-3934858033881297259</id><published>2007-12-14T00:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T01:02:58.837-08:00</updated><title type='text'>Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games: Akhirnya Emas Judo Datang Juga</title><content type='html'>Akhirnya Ira Purnamasari dari JIB Bandung meraih satu emas cabang judo SEA Games lewat kleas 78 kg putri di Aula Rajamanggala, Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (14/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ira mengalahkan pejudo Thailand Pichaipat dengan satu yuko, bantingan Haraimakikomi, putaran badan yang sangat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat, Ira! Nikmatilah bonus 200 juta rupiah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nasruddin Madjid langsung dari Nakhon Ratchasima.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-3934858033881297259?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/3934858033881297259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=3934858033881297259' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3934858033881297259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/3934858033881297259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/laporan-nasruddin-madjid-dari-sea-games_14.html' title='Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games: Akhirnya Emas Judo Datang Juga'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-7299998396215564956</id><published>2007-12-13T22:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T22:46:23.301-08:00</updated><title type='text'>Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games: Hari Ke-3 Judo, Bayu dan Jo Hanya Perak</title><content type='html'>Sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, hari ketiga cabang judo pada Kamis (13/12). Mudah-mudahan paceklik emas kali ini bisa tuntas terbalaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejudo kita paling andal Kresna Bayu, yang di awal karir mampu menaklukkan raksasa Asia Tenggara tahun 1993, Hossabodin Rojnachiva, di Singapura. Bayu tampil gemilang kala itu, hampir menang ippong, mutlak, nilai 10! Tapi itu tahun 1993. Sekarang sudah berselang 14 tahun, tahun 2007. Di Cebu, Bayu kalah secara kontroversial, bantingannya yang mutlak tak diakui, karena dianggap sudah di luar garis. Bayu kalah tipis kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di babak final kali ini, Bayu rupanya sudah kehilangan ketajamannya. Pikiran masih nyampe, tapi fisik sudah tak mendukung. Srisoprap Wuttikrai, dari Thailand, yang bertubuh bongsor dan berotot mampu mengendalikan Bayu, di samping didukung stamina prima, masih muda, juga punya senjata seoinage yang jempolan. Kemauannya yang tinggi untuk mengajak bergumul, betul-betul menguras kemampuan Bayu, betul betul dibuat "bohwat" lah anak asal Semarang ini. Bayu kena Shido, hukuman setara -3, dan juga kena bantingan yuko. Wah, habis pula jagoan kesayangn kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai gong berakhir, Bayu tetap tamat dan hanya mampu meraih perak, emas terbang untuk Thailand. Itu untuk kelas -90kg yang dikawal Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelas -81 kg, yang dikawal Johannes Taslim, lain lagi kisahnya. Setelah mampu melindas lawan-lawannya dengan mudah, Jo, begitu panggilan mesra saya kepadanya, mampu muncul di final melawan John Baylon, 43 tahun, jauh lebih tua dari Perry Pantouw, sang pelatih, yang saat ini baru saja menginjak 42 tahun. John Bayolon tak terkalahkan di kelas -81 kg, semenjak SEA Games Manila 1993. Ternyata tekniknya makin matang saja. Setelah diulak-ulek &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; karuan, sang pejudo asal Palembang, Sumsel, Johannes Taslim, mampu dibawa rebah, bergumul ketat, dan tangannya dikunci dengan Shimewaza, alias patahan tangan, yang membuat Jo menepakkan tangan kesakitan....menyerahlah, dalam waktu 3 menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dua pejudo putri, kelas -63, Tina Feryani dan kelas -70, Cliffia Sulistyo, tak mampu berkutik, menyerah kalah saja, tanpa medali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi harapan tinggal pada tiga kelas terakhir di hari Jumat, 14 Desember, yakni pada Ira asal Bandung, pemegang emas 2005, dan dua pejudo putra kelas berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita doakan saja, semoga ada hasilnya meski sedikit &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; apalah. Tiga emas tetap jadi impian Pak Gatot, Pak Iswanda, dan juga kepada Pak George, yang di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-7299998396215564956?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/7299998396215564956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=7299998396215564956' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7299998396215564956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/7299998396215564956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/laporan-nasruddin-madjid-dari-sea-games.html' title='Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games: Hari Ke-3 Judo, Bayu dan Jo Hanya Perak'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6087658623562454342</id><published>2007-12-12T22:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-12T22:25:45.912-08:00</updated><title type='text'>Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games:       Hanya Dua Perunggu di Hari ke-2 Judo</title><content type='html'>Cabang judo yang di Cebu City, Filipina, Desember 2005 , berhasil meraih 3 emas dari 14 emas yang dipertandingkan, tanpa kelas Open, di Nakhon ini juga Indonesia punya target 3 emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Selasa (11/12) Toni Irawan dan Yuliati gagal mendulang emas, kali ini ternyata hal serupa dialami oleh Peter Taslim dan Jimmy Anggoro, yang keduanya terjungkal dari dua pejudo Thailand, dan akhirnya Peter dan Jimmy kudu puas mengantongi perunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dua kelas putri, ternyata Indonesia tak mengirim wakil, karena konon telah dicoret oleh KONI. Ya begitulah, kalau lagi dianggap tak ada prospek medali. Konon bagaimana target emas KONI yang 57 itu mau dicapai, di empat hari terakhir, wah hanya dan yang dan jin makam jeruk purut yang mungkin bisa tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi saya sempat ketemu dengan Lukman Niode, itu mantan jago renang kita yang menjadi anggota Satgas SEA Games, di pinggir arena judo. Rupanya Lukman lebih banyak diam, daripada memberikan prediksi peluang emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke arena judo. Kali ini, Pak Wismoyo, Mas Don, dan Ruddy Warrouw kembali lagi menyaksikan dengan setia, didampingi Kolonel Gatot Nurmantyo, Dan Rem Bogor yang mewakili Ketum PJSI, George Toisuta yang Pangkostrad dan salah satu calon Kasad itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas -73kg, Jimmy Anggoro, mulus menang atas Nguyen Tuan Ho, Vietnam, dengan angka tipis saja. Rupanya bekal Kataguruma yang biasanya ampuh digunakan Jimmy, kali ini lagi tak mempan. Hanya dapat angka Koka, alias 3 dari kemungkinan 10, sepuluh, saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Jimmy habis di tangan Ralli Achilleus dari Thailand, yang postur tubuhnya amat ideal dan amat berotot. Menurut Iswanda Sutanto, 61, mantan pejudo kita yang pernah masuk 8 besar dunia di Kej Dunia 1971 Ludswighafen Jerman, yang kali ini turun ke Nakhon medampingi para pejudo sebagai pembina, teknik pejudo Thailand itu sebenarnya nyaris biasa- biasa saja, tapi dia lakukan dengan sangat tepat dan bertenaga, serta disertai stamina yang amat prima. Sehingga nyaris meleset dari sasaran. Jimmy kalah yuko, alias lima. Dan hilanglah kesempatan meraih emas. Akhirnya Jimmy meraih perunggu, lewat pertarungan amat alot, dan menang tipis saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Peter Taslim, mampu tampil amat prima. Di partai pertama, Peter melindas pejudo Philipina, Awakan June, dengan mutlak. Lalu Peter ketemu saingan beratnya, Saibua Paradon, dari Thailand. Pejudo ini memang taktis, terutama morote seoinage kirinya yang amat prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter terkena shido, yang amat merugikannya, kecolongan koka dan Yuko, lalu pertarungan amat alot terjadi. Peter yang amat prima dalam kouchi ouchi, bisa ditepis terus, meski dengan amat kewalahan oleh Paradon. Akhirnya diakhir menit ketiga, Peter berhasil memasukkan Seoinage yang amat mulus, dan Paradon terkapar, tapi..... wasit ternyata menganulir bantingan yang minimal bernilai wazari(7) itu. Peter tak dapat angka apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, penjelasan wasit setelah diprotes oleh Iswanda ke Dewan Referee, katanya wasit telah meneriakkan Matte, alias berhenti, karena di tepi garis. Pembantu wasit menyatakan masih masuk, tapi wasit tetap pada keputusannya.&lt;br /&gt;Jadilah Peter kalah, karena dibantai wasit, sesuatu yang amat sering terjadi dalam judo, bila pertandingan berlangsung ketat dan seimbang. Tuan rumah biasanya bisa mendapat lebih banyak keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kedua pejudo Thailand itulah yang meraih emas di kelas masing masing.&lt;br /&gt;Rabu siang, tanggal 13 Desember, hari ketiga, Indonesia tutrun dengan kekuatan penuh, 2 putra, 2 putri. Kita akan saksikan, apakah pejudo andalan kita, Johannes Taslim, di kelas -81 kg berhasil membendung John Baylon, 43, andalan Philipina yang belum terkalahkan di kelasnya semenjak tahun 1991. Ia menjadi pembawa bendera kontingen Filipina di acara pebukaan SEA Games ke 24, tanggal 6 Desember lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sampai Rabu, sekarang saya akan berangkat melihat final sepaktakraw antara Indonesia lawan Thailand, yang pasti akan berlangsung ketat, secara langsung di The Mall. Hypermarket terbesar dan tercanggih di Nakhon Ratchasima ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nasruddin Madjid (pengamat olahraga), langsung dari Nakhon Ratchasima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6087658623562454342?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6087658623562454342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6087658623562454342' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6087658623562454342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6087658623562454342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/judo-sea-games-laporan-nasruddin-madjid.html' title='Laporan Nasruddin Madjid dari SEA Games:       Hanya Dua Perunggu di Hari ke-2 Judo'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-48498900933001386</id><published>2007-12-11T18:43:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T19:02:35.062-08:00</updated><title type='text'>SEA Games, Laporan Nasruddin Madjid dari Nakhon</title><content type='html'>Selama 10 hari di Nakhon, dan ini masih akan saya lanjutkan 5 hari lagi, hampir genaplah saya menyaksikan kehancuran olahraga Indonesia. Sebenarnya kita sudah belajar banyak, dari tahun 1985 di Bangkok dan 1995 di Chiang Mai. Waktu itu kita juga sudah dihajar babak belur, tuntas oleh Thailand. Lalu 2005 di Manila, kita juga habis, bis, bis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa siang jam 12.00 waktu Nakhon, saya saksikan ibu kita yang Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, dengan segenap abdi dalem KONI nya, juga secara terpisah tapi ketemu di Raja Manggala University Stadium, tempat cabang judo dipertandingkan, dengan Pak Wismoyo, Arie Sudewo, dan Mas Don, Ketua I KONI. Lalu disusul Adhyaksa Dault, Mennegpora. Wah kompletlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu kita mestinya menyaksikan prestasi Tony Irawan wakil kita di kelas 60 kg putra. Tapi, yang terlihat terbalik. Pejudo kita itu diembat habis oleh pejudo Thailand, yang akhirnya meraih emas, dengan Ippon, Ippon Seoinage kiri, kalah mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony, remaja asal Banten yang berlatih di jalan Emung Bandung, klub JIB, memang pernah meraih perak di Vietnam, 2003, tapi itu ternyata tak cukup. Ia kalah jauh kali ini dari pejudo Thai dengan teknik tinggi dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian putri, Yuliati, kelas 48 kg, juga habis dengan pejudo Thailand. Emas kelas ini diraih Vietnam, yang memang prima. Yuliati dapat perunggu, sama dengan Tony. Teknik pegangan Kumikata para pejudo kita memang amat kurang. Juga variasi bantingan. Stamina juga pas- pasan. PJSI di bawah Toisuta memang harus banyak bebenah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu siang tanggal 12 Desember jam 12.00 waktu setempat, akan bertanding 4 kelas, 2 kelas putri, 2 kelas putra. Pejudo yang akan bertanding di antaranya adalah Peter Taslim, peraih emas kita di Cebu City, 2005 lalu. Tunggu hasilnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target cabang judo adalah 3 emas, seperti dua tahun lalu. Kita akan doakan dan saksikan, apakah mereka berhasil atau tidak? Cabang judo sendiri di SEA Games akan dipertandingkan hingga 14 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan tenis meja kita? Majukah, mundurkah? Tunggu ulasan saya berikutnya dari Nakhon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;* Nasruddin Madjid (pengamat olahraga), dari Tub Kaw Hotel, kamar 516 (150 meter dari tempat pertandingan judo, Rajamanggala Prince Mongkok)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-48498900933001386?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/48498900933001386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=48498900933001386' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/48498900933001386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/48498900933001386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/sea-games-laporan-nasruddin-madjid-dari.html' title='SEA Games, Laporan Nasruddin Madjid dari Nakhon'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2640074468874113541.post-6488002434572282074</id><published>2007-12-10T16:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-10T17:48:45.016-08:00</updated><title type='text'>Sori Enda Nasution, Kebahagiaan Seorang Ayah</title><content type='html'>Benar-benar bahagia Sori Enda Nasution. Mantan lifter nasional yang kini menjadi pelatih tim angkat besi Indonesia di SEA Games itu sukses mencapai target yang dibebaninya. Anak-anak latihnya telah berhasil menyabet empat medali emas. Tak heran kalau ia selalu lempar senyum kepada wartawan maupun ofisial Indonesia yang hari-hari ini sedang pusing tujuh keliling karena target secara umum belum terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas pada Selasa (11/12) menyebutkan emas keempat Indonesia di cabang angkat besi ini diperoleh lewat lifter Sandow Weldemar Nasution di kelas 77 kg. Sebelumnya tiga emas disabet oleh lifter-lifter Eko Yuli Irawan, yang berjaya di kelas 56 kg, Edi Kurniawan di kelas 69 kg, dan Tri Yatno di kelas 62 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membahagiakan buat Sori Enda Nasution adalah peraih emas keempat itu tak lain anaknya sendiri. "Saya senang dan bangga," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ucapan-ucapan Sori Enda ketika diwawancara terlihat hubungan ayah dan anak ini begitu dekat. Simak saja kedekatannya: "Kacau dia itu, sulit diatur. Masak, ketika bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia datang dengan tindikannya itu. Meski demikian, dia itu kuat," kata Sori Enda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandow memang terkenal dengan nyentriknya, gaya &lt;em&gt;ngerock&lt;/em&gt;. Ketika dapat emas ia akan segera tambah tato di badan dan tindik di bagian dalam daun telinga. Tato di lengan dan punggung Sandow ada yang dibuat di Chiang Mai ada juga di China. Adapun tindikan di pasang di Jakarta, yaitu di alis mata, bibir bawah sebelah kanan, beberapa tindikan di telinga, dan juga di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyentrik tak apa, asal prestasi meroket. Sandow telah membuktikannya. Walau nyentrik, kalau bekerja keras prestasi bisa diperoleh. Selain tenaganya yang kuat, ia juga punya kemauan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandow yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara menekuni dunia angkat besi sebagai pilihan. Maka, kuliah di Universitas Gunadharma, Jurusan Bahasa Inggris, yang sudah dijalani hingga semester delapan, ditinggalkan. "Abis bagaimana lagi, latihan harus rutin dan berbulan-bulan menjalani Pelatnas. Jadinya, salah satu harus dikorbankan," ungkap pria kelahiran 25 Maret 1981 yang sudah bekerja sebagai PNS di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan uang Rp 200 juta, penghargaan dari pemerintah, mau dikemanakan? "Untuk bangun rumah buat Ibu, di daerah Jakarta Selatan," jawabnya mantap. "Kalau meraih hadiah, ia selalu ingat ibunya," sambung Sori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sandow, lifter peringkat 16 dunia ini, emas yang diraih di SEA Games XXIV adalah yang kedua. SEA Games XXIII, Manila, Filipina, tahun 2005, meraih emas di kelas 85 kg. "SEA Games ke depan saya belum tentu diturunkan lagi karena faktor usia. Lebih baik yang muda-muda ditampilkan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ayahnya tak mau kalah berkomentar: "Di latihan ia memang sering membandel, tetapi ia itu memang sangat kuat. Mencermati data angkatan lifter negara lain, dari awal pelatnas SEA Games, saya sudah yakin ia akan dapat emas. Makanya, ia kabur saat latihan saya biarkan, tapi kalau latihan ia tetap serius."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian Sori Enda adalah kebahagian seorang ayah sekaligus pelatih. Di hari yang sama kebahagiaan juga datang di hati Uyun Muzizah, pembalap sepeda yang meraih emas nomor 500 meter &lt;em&gt;time trial&lt;/em&gt; putri. Ia masih punya tekad untuk merebut emas-emas lagi di nomor-nomor yang masih akan ia ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dedeh Irawati terpenuhi ambisinya menyabet emas lari 100 m gawang putri. Ia menyimpan keinginannya setelah di SEA Games 2005 hanya memperoleh medali perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas-emas berdatangan di kubu Indonesia di hari Senin (10/12) dari angkat besi, atletik, balap sepeda, bulutangkis, dan senam ritmik. Namun demikian posisi Indonesia belum beranjak dari peringkat keenam dalam perolehan medali. Cabang-cabang yang telah menyelesaikan pertandingan dan Indonesia kehilangan emas adalah menembak, sepakbola, dan tenis meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi pertama masih digenggam tuan rumah Thailand, disusul oleh Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Di bawah Indonesia bertengger Myanmar, Laos, Kamboja, dan Brunei Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, nasibmu bangsaku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2640074468874113541-6488002434572282074?l=liliantoapriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/feeds/6488002434572282074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2640074468874113541&amp;postID=6488002434572282074' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6488002434572282074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2640074468874113541/posts/default/6488002434572282074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liliantoapriadi.blogspot.com/2007/12/sori-enda-nasution-kebahagiaan-seorang.html' title='Sori Enda Nasution, Kebahagiaan Seorang Ayah'/><author><name>Lilianto Apriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04225178016059488220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_D-g2n50E7xg/SaWJpwaiAwI/AAAAAAAAAAg/Y6ozqUZBHBg/S220/16033.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
